Bahasa sangatlah penting bagi peradaban manusia di muka bumi ini sebagai sarana dalam berkomunikasi. Setiap orang pasti dan akan selalu membutuhkan bahasa dalam melakukan interaksi antar satu sama lain, menuangkan pikiran dan gagasannya, baik secara lisan ataupun tulisan. Tanpa bahasa, manusia sebagai makhluk sosial akan merasa kesulitan dalam melangsungkan kehidupannya.
Seiring berjalannya waktu, bahasa kini telah mengalami banyak perkembangan, baik yang bersifat positif atau pun negatif. Tak jauh dengan keberadaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional negara kita, yang juga mengalami banyak perkembangan. Contohnya dalam segi penulisan, kini bahasa Indonesia telah berkembang menuju arah yang mudah dipahami. Namun, di samping itu, penggunaan bahasa Indonesia sekarang sudah mulai banyak ditinggalkan atau dilencengkan oleh masyarakatnya sendiri.
Saat ini esensi Bahasa Indonesia sebagai bahasa kebanggan bangsa sudah mulai hampir hilang seiring semakin berkembangnya bahasa gaul di antara anak muda. Hampir sebagian besar dari mereka lebih memilih untuk menggunakan bahasa gaul dibandingkan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, contohnya penggunaan kata “lo” dan “gue” yang lebih cenderung digunakan oleh kalangan muda sekarang dibandingkan kata “saya”, “aku”, atau “kamu”, bahkan dalam penayangan berbagai program televisi sekalipun.
Selain itu, Bahasa Inggris yang menjadi bahasa Internasional juga kini semakin berpengaruh terhadap penggunaan Bahasa Indonesia, khususnya bagi anak muda di zaman sekarang. Banyak dari mereka yang lebih memilih untuk menggunakan ungkapan Bahasa Inggris dibanding Bahasa Indonesia agar terlihat lebih trendi dalam pergaulannya. Contohnya ungkapan “ok thanks” kepada temannya, atau pun ungkapan “i love you” kepada kekasihnya.
Sebuah kalimat “Utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa dareah, dan kuasai bahasa asing” menjadi salah satu acuan bahwa bahasa Indonesia itu harus didahulukan dan diutamakan dari bahasa lainnya. Bangga pada negara adalah bangga pada bahasanya. Jika kita bangga terhadap Indonesia, maka kita juga harus bangga untuk menggunakan Bahasa Indonesia dan menjadikannya sebagai bahasa paling atas di antara bahasa lainnya, karena Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan Indonesia. Sesuai dengan bunyi sumpah pemuda ke-dua, “kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”.
Dilansir dari Kemendikbud.go.id, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Dadang Sunendar menjelaskan, Badan Bahasa berusaha melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 mengenai Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, juga Lagu Kebangsaan. Ia mengutarakan, pada UU No.24/2009 Pasal 36 ayat 3 tercatat bahwa Bahasa Indonesia wajib digunakan untuk nama gedung atau bangunan, jalan, permukiman atau apartemen, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, lembaga usaha, lembaga pendidikan, organisasi yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia.
Di samping kita harus mengutamakan bahasa Indonesia, kita juga diharuskan untuk melestarikan bahasa daerah kita, karena itu merupakan salah satu bentuk cinta kita terhadap budaya Indonesia. Melestarikan atau membudayakan bahasa daerah bukan hanya menjadi suatu kewajiban bagi kita, namun harus menjadi kebiasaan bagi masyarakat setempat. Bicaralah dengan bahasa daerah kamu, ketika kamu sedang berada di daerahmu. Misalnya Bahasa Sunda ketika di Jawa Barat, Bahasa betawi ketika di Jakarta, Bahasa Jawa ketika di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Terakhir, kita juga harus bisa menguasai bahasa asing, karena suatu saat bisa saja kita diharuskan untuk melakukan interaksi dengan orang asing. Dalam hal ini, kita diharuskan bisa menguasai bahasa Internasional, terutama bahasa Inggris yang sekarang hampir semua negara mempelajarin dan memahami bahasa tersebut. Hal ini tentu saja akan memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan orang luar negeri sekalipun.
Untuk menjaga identitas kita sebagai warga Negara Indonesia, mari kita gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta mengutamakannya di atas bahasa lainnya. Kita juga sebagai masyarakat Indonesia yang berbudaya hendaknya mampu menjaga dan mempresentasikan kelestarian dari warisan budaya kita masing-masing, yaitu salah satunya dengan menggunakan bahasa daerah kita. Kita juga harus menyambut perkembangan globalisasi pada saat ini, dengan mempelajari bahasa asing dan menguasainya agar bisa berinteraksi dengan masyarakat di manca negara.
Penulis: Muhammad Rizza Nur Fauzi

Leave a Reply