Sejak pandemi awal 2020 aktivitas mahasiswa dialihkan secara daring (dalam jaringan) demi mengikuti protocol kesehatan untuk menghindari ancaman tertularnya virus Covid 19, Setelah selama 2 tahun lebih rector UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memutskan adanya perkuliahaan tatap muka melalui edaran rektor nomor /4067/Tahun 2022 tentang kegiatan akademik dan non akademik semester ganjil. Sementara bersamaan dengan edearan tersebut UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga baru menerima mahasiswa baru dilansir website resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rektor Amany Lubis menyatakan mahasiswa baru saat ini yang diterima sebanyak 6.906 dari pendaftar 129.000. Pro dan kontra dari berbagai pihak bermunculan atas adanya keputusan ini. Mahasiswa baru yang semangat menyambut adanaya pelajaran tatap muka memilih pro terhadap keputusan ini, Namun untuk mahasiswa akhir yang sudah nyaman dengan perkuliahan online begitupun dengan mahasiswa rantau, namun daripada itu permasalahan yang dapat dirasakan bersama sejak awal masuk pada tanggal 1 September 2022 yaitu dalam permasalahan lahan parkir yang mulai penuh.
Kendaran roda dua mahasiswa yang memenuhi Lorong-lorong jalan membuat penampakan kampus yang sangat padat bahkan antrian keluar yang Panjang memakan waktu yang cukup lama belum lagi kendaran roda empat yang memakan tempat sehingga semakin membuat kepadatan. Beberapa titik terpadat yang dipenuhi kendaraan yaitu basement perpustakan utama, sekitar fakultas ilmu dakwah dan komunikasi, sekitar Lorong Student Center dan depan café cangkir. Jika melihat data mahasiswa baru, fakultas ilmu dakwah dan ilmu komunikasi menerima mahasiswa sebanyak 899 jumlah kedua terbesar setelah mahasiswa baru fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan sebanyak 1.233 peserta, sehingga dengan adanya mahasiswa baru yang banyak namun fasilitas gedung yang minim menjadi salah satu hal yang juga memicu kepadatan lahan parkir di titik basement perpustakan utama, sekitar fakultas ilmu dakwah dan komunikasi, sekitar Lorong Student Center dan depan café cangkir, melihat gedung dari fakultas ilmu dakwah dan ilmu komunikasi bergabung dengan fakultas Ushuluddin sehingga menimbulakn penumpukan kendaraan mahasiswa fakultas ilmu dakwah dan ilmu komunikasi.
Antisapasi dari pihak kampus sendiri yaitu himbauan terhadap mahasiswa yang bertempat tinggal dekat kampus untuk tidak membawa kendaran melihat lahan parkir yang sangat minim. Himbauan ini berupa banner yang dipasang dipintu masuk dan keluar kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, selain itu pihak kampus juga memulai pemakaian kartu E-Money itu memepercepat dan mempermudah antrian Panjang. Harapnnya mahasiswa juga turut berpartisipasi atas solusi dari lahan parker yang penuh agar mengikuti himbauan yang beredar sampai ditemukan kembali solusi yang efektif dan effesien karena dengan kendaranpun memudahkan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan kampus dan juga memberikan dampak atas lahan parkir yang kurang.
Penulis: Anis Arfiah

Leave a Reply