
Pernah dengar istilah Magic Words? Istilah yang merujuk pada kata-kata yang sangat disarankan untuk digunakan pada saat berkomunikasi karena akan memberikan kesan nyaman, dapat diandalkan dan mengerti apa yang diharapkan oleh lawan bicara. Magic words adalah kumpulan kata yang memiliki fungsi yang menakjubkan yang dapat memukau lawan bicaranya sehingga kata-kata tersebut memiliki efek persuasi yang luar biasa. Sedangkan kebalikan dari Magic words adalah Killer words. Killer words merujuk pada kata-kata yang perlu di hindari dan kata-kata yang tidak pantas di ucapkan dalam berkomunikasi karena dapat memberikan kesan tidak professional, tidak ramah, tidak kompeten serta memberikan kesan yang tidak nyaman terhadap komunikator.
Magic words perlu diterapkan saat berkomunikasi sebagai bentuk feedback positif selaku komunikan sehingga tercipta kesan yang lebih optimisistik bagi si komunikator. Dengan penggunaan magic words kita bisa turut memberikan rasa nyaman, mendukung bahkan memberi kesan yang baik pada si komunikator, apalagi jika sang komunikator sedang merasa down, maka penggunaan magic words adalah senjatanya.
Magic words bisa berdampak pada komunikasi yang efektif. Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu pesan yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau minimal sama oleh komunikan, sehingga tidak akan terjadi salah persepsi. Salah satu pedoman untuk menjalin komunikasi yang baik yaitu dengan pemilihan kata, karena kata merupakan lambang untuk mengekspresikan pikiran atau perasaan yang terbuka untuk ditafsirkan.
Kata-kata yang berkesan seperti “Kamu Pasti Bisa! Aku Bangga Padamu! Aku Percaya Kamu! Aku menghargai jerih payahmu hingga Yuk Bisa Yuk!” merupakan contoh dari Magic Words yang bisa terapkan dalam keseharian, serta masih banyak contoh lainnya yang bisa gunakan asalkan bisa memberi dampak yang positif kepada sang komunikator, bukan malah membuatnya down dengan Killer words.
Mari mulai menerapkan Magic words dalam komunikasi keseharian. Sebab Magic words begitu berdampak menciptakan gairah yang positif bagi si lawan bicara. ^_^
Penulis: Ridha Ilahi Nur S (Komuniasik Campuss Ambassador 2.0)
Editor: Surnawati

Leave a Reply