
Di era yang serba modern seperti sekarang ini, kita tak terlepas dengan keberadaan media, baik itu media massa maupun media sosial. Media yang seakan menjadi sahabat kita dalam kesehariaan pun juga tak lepas dari adanya publik figur, entah itu artis, pejabat, tokoh-tokoh penting hingga influencer.
Media sejatinya banyak memberikan kita banyak kemudahan dan pelajaran melalui konten tayangan dan sejenisnya. Tergantung bagaimana kita dalam menerima hal tersebut. Untuk itu dibutuhkan kecerdasan dalam memilah dan memilih informasi yang kita terima.
Dalam hidup kita pasti memiliki satu atau bahkan lebih role model dalam hal apapun itu. Role model ini bisa berasal dari keluarga, teman, tokoh hingga influencer – influencer yang kita temui di media sosial. Dari orang-orang tersebut kita sejatinya belajar, sebab kita kadang berusaha menjadi sepertinya atau mungkin hanya mengambil beberapa hal baik yang bisa kita ambil dan pelajari darinya melalui interaksi kita di media sosial. Hal ini sebenarnya berkaitan dengan salah satu teori dalam Ilmu Komunikasi, yakni Teori Pembelajaran Sosial
Salah satu tokoh yang memperkenalkan Teori Pembelajaran sosial atau Social Learning Theory adalah Albert Bandura yang salah satu asumsi dasarnya adalah bahwa manusia cukup fleksibel dan sanggup mempelajari bagaimana kecakapan bersikap maupun berperilaku. Titik pembelajaran dari semua ini adalah pengalaman- pengalaman tak terduga (vicarious experiences). Meskipun manusia dapat dan sudah banyak belajar dari pengalaman langsung, namun lebih banyak yang mereka pelajari dari aktivitas mengamati perilaku orang lain.
Teori pembelajaran sosial adalah salah satu teori belajar yang menyatakan bahwa perilaku yang baru dapat dibentuk dengan cara mengamati dan meniru orang lain. Selain itu, teori ini juga menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses kognitif dalam konteks sosial dan dapat terjadi melalui pengamatan atau instruksi secara langsung meskipun tidak didukung oleh peneguhan langsung.
Teori pembelajaran sosial memiliki beberapa prinsip umum sebagai berikut: Pembelajaran merupakan proses kognitif dalam konteks sosial., Pembelajaran dapat terjadi melalui pengamatan perilaku dan pengamatan konsekuensi perilaku, Pembelajaran meliputi observasi, ekstraksi informasi dari observasi yang dilakukan, dan membuat keputusan tentang penampilan perilaku. Karena itu, pembelajaran dapat terjadi tanpa perlu adanya perubahan dalam perilaku., Penguatan atau peneguhan memainkan sebuah peran dalam pembelajaran tetapi peneguhan ini tidak bertanggung jawab terhadap pembelajaran secara keseluruhan., Pelajar bukanlah penerima informasi yang bersifat pasif. Kognisi, lingkungan, dan perilaku saling mempengaruhi satu sama lain.
Dalam interaksi kita sehari-hari kita pasti sering melihat bagaimana seorang influencer atau bahkan role model kita sendiri di media. Mungkin jika kita melihat postingannya yang berhasil menorehkan prestasi kemudian menggugah kita untuk bisa sepertinya juga yang kemudian menuntun kita untuk juga berusaha atau balajar dengan sungguh-sungguh agar bisa berprestasi juga, inilah yang disebut sebagai pengalaman yang tak terduga sesuai prinsip Social Learning Theory ini. Kita juga pasti sering mengamati bagaimana perilaku orang lain, lalu kemudian kita belajar darinya melalui aktivitas mengamati tersebut. Pengaruh media yang ditimbulkan yang oleh pengamatan dari media tersebut menghasilkan perlahan menghasilkan perubahan sikap atau penguatan terhadap keyakinan bagi kita yang mengamatinya. Walau kita sudah banyak belajar sendiri baik dari pengalaman langsung, tapi dari kegiatan interaksi kita di media sosial dan pengamatan kita tersebut kita juga sebenarnya belajar secara tidak langsung.
Penulis: Ridha Ilahi Nur S (Komuniasik Campuss Ambassador 2.0)
Editor: Surnawati

Leave a Reply