Mengenal Posesif dalam Sebuah Hubungan dan Cara Mengatasinya

Perasaan cemburu adalah tanda sayang. Apakah kalian setuju dengan pernyataan tersebut? Kalau cemburu rasa sayang sepertinya masih masuk akal dan dapat diterima, tapi bagaimana dengan sikap posesif ? sebenarnya rasa cemburu dengan sikap posesif beda sekali. Ternyata masih banyak orang yang salah memahami sikap posesif, lalu apa itu sikap posesif, ciri dan analisnya melalui teori konflik.

Posesif yang ada pada hubungan percintaan adalah seseorang yang memiliki rasa yang lebih tinggi terhadap pasangannya. Sikap ini lebih dari rasa cemburu bahkan banyak sikap posesif yang negatif. Misalnya melarang kamu pergi dengan siapapun yang lawan jenis kecuali pasangannya, mengecek smartphone-nya, kemudian juga sering mengecek sosial medianya, bahkan sikap posesif yang sudah bahaya adalah menghasut teman lawan jenismu untuk menjauhimu atau bahkan mengancamnya. Waduh, serem juga yah.

Setelah kita memahami sikap posesif itu apa, mari kita kenali ciri-ciri dari sikap posesif yang akan diulas di bawah ini :

1. Harus Selalu Memenuhi Keinginannya

Pasangan yang suka mengatur dalam hubungan pasti keinginannya ingin selalu di penuhi.  Pada dasarnya jika tidak mematuhi keinginannya atau memenuhi apa yang diminta pasti ada akibat yang ditimbulkan seperti mengomel, menuntut, ngambek dan sikap negatif lainnya.

2. Mengendalikan pergerakan dalam pasangan

Setiap kali kamu akan keluar baik bertemu dengan keluarga atau teman pasangan kamu selalu mengatur setiap tempat yang akan kamu kunjungi, seringkali pasanganmu yang posesif juga mengatur durasi kamu keluar, jika tidak dituruti maka pasanganmu biasanya akan mengancam.

3. Selalu Menjadi Ekor Kemanapun

Orang yang posesif biasanya diam-diam membuntuti kemanapun kamu pergi, karena orang yang posesif tidak percaya terhadap kemana kamu pergi dan biasanya mengintai dari kejauhan untuk memastikan dengan siapa kamu bertemu.

4. Mengawasi Pergerakan Sosial Media        

Era modern  seperti ini sikap posesif juga merambah ke dunia virtualmu, biasanya pasangan yang posesif selalu mengecek sosial mediamu setiap kali bertemu atau bahkan tak tanggung-tanggung terkadang juga meminta pasword ataupun email-mu untuk memastikan dengan siapa dan pembahasan yang seperti apa kamu dalam bersosial media.

5. Menghasut / Mengancam Teman Lawan Jenis.

Rasa memiliki yang sangat kuat dan melebihi segalanya membuat rasa cemburu mendidih di otak orang yang memiliki rasa posesif. Kadangkala sikap bahaya dari posesif adalah mengancam atau mengarang cerita dalam menjelek-jelekan kamu di mata teeman lawan jenismu dengan maksud agar teman tersebut menjauhimu atau bahkan membencimu.

Itulah ciri umum orang yang miliki sikap posesif dalam hubungan percintaannya. Setiap hubungan mungkin memiliki ciri yang berbeda tergantung dalam hubungan tersebut. Lalu bagaimana teori konflik mrnjelaskan fenomena pasangan posesif dalam menjalankan hubungannya. Simak analisanya berikut ini!

Secara sosiologis pacaran merupakan bentuk relasi sosial antar individu yang sekedar melibatkan dua orang dan lawan jenis. Hal yang tidak dapat dihindarkan dalam relasi adalah konflik yang terjadi di dalamnya. Konflik dalam hal ini patutnya ditempatkan dalam masalah yang serius karena telah terjadi banyak hal yang tidak diinginkan dalam konflik percintaan. Konflik adalah hal yang wajar dalam setiap interaksi sosial. Sikap posesif yang notabenya adalah sikap merasa memiliki secara berlebihan membuat pasangan terebut tidak nyaman dan terganggu. Merasa di atur-atur dan segala kegiatannya harus dilaporkan agar tidak ada yang curiga dan lain sebagainya. Tidak jarang sikap posesif menjadi sebab terjadinya pertengkaran antar dua belah pihak dalam sebuah hubungan percintaan. Posesif juga muncul dari rasa cemburu terhadap pasangan yang berlebihan seperti yang dikatakan oleh Sartre bahwa cinta akan menjelma menjadi hasrat untuk memiliki. Dalam konteks pacaran maka manusia kehilangan dirinya sebagai objek dan sekadar menjadi objek orang lain. Ini dikarenakan rasa posesif menyiratkan ketidaksimpatian terhadap perasaan, kebebasan dan pemikiran orang lain. Dari sikap ketidaksimpatian inilah yang kadang membuat hubungan ini menjadi konflik. Dampak lain dari ketidaksimpatian atau posesif ini adalah mengakhiri hubungan atau bahkan kekerasan. Waduh serem juga yah.

Meskipun sikap posesif akan selalu berujung pada konflik dalam suatu hubungan ada beberapa tips untuk mengatasi pasangan yang posesif terhadap dirimu. Pertama kamu bisa melakukan dengan komunikasi yang baik  dan memahaminya. Kedua tunjukanlah kasih sayangmu padanya, orang yang posesif biasanya orang yang tidak mudah percaya maka tunjukanlah kasih sayangmu padanya. Ketiga yang mungkin efektif adalah libatkan pasangan kemanapun dan kapanpun kamu pergi. Karena semakin sering pasanganmu dilibatkan maka semakin percaya dia terhadap dirimu bahwa kamu hanya memiliki hubungan sebatas pertemanan. Semoga ketigacara tersebut efektif dalam mengatasi pasangan yang posesif.

Referensi : Wahyu Budi Nugroho, 2019. “Kekerasan Dalam Pacaran : Anatomi Konflik dan Penyelesainnya” : Jurnal Sosiologi Walisongo. 3 – 2

Penulis: Adi bahtiar (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2.0)

Editor: Surnawati


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *