
Memiliki segenap kelebihan tentu membuat diri kita sebagai manusia menjadi sangat bangga. Sebut saja mempunyai orangtua yang masih lengkap, pandai, dan sempurna dalam hal materi maupun non-materi. Selain itu dikelilingi oleh teman-teman yang setia, memiliki jabatan dan dihormati sungguh merupakan nikmat dan karunia yang luar biasa yang diberikan Allah SWT. Namun, acapkali manusia lupa bahwa ketika dirinya dilahirkan ke dunia yang fana ini, membawa kelebihan dan juga kekurangan. Jika terlalu sibuk hanya dengan kelebihan tanpa memperhatikan kekurangan diri, inilah yang menjadikan manusia lupa dan terlena sehingga jatuh pada yang namanya kesombongan.
Sombong adalah salah satu sifat yang tercela. Dalam ajaran islam, sombong diibaratkan jubah atau selendang Allah SWT. Jika ada manusia berlaku sombong maka dia diibaratkan telah memakai atau mencuri jubah / selendang Allah SWT tersebut. Karena sejatinya yang berhak untuk sombong adalah Allah SWT sebab Dia-lah yang Maha Sempurna lagi Maha Memiliki segalanya. Sifat sombong juga dapat mendatangkan kemudharatan pada orang yang memilikinya sehingga tidak ada kebaikan sama sekali jika seorang manusia berlaku sombong.
Lebih lanjut, orang-orang yang berlaku sombong mendapatkan ancaman dari Allah SWT. Sehingga apabila dia tidak segera menyadari kesalahannya karena berlaku sombong, maka ancaman tersebut benar-benar akan berlaku pada dirinya. Di dalam Al-Qur’an Surah Luqman ayat ke 18, Allah SWT berfirman yang artinya : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (berlaku sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” Dalam Hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW juga bersabda yang artinya : “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar bji sawi.”
Hal ini menunjukkan bahwa ancaman bagi para orang yang memiliki sifat sombong lagi angkuh benar-benar dahsyat. Telah dipastikan untuk tidak bisa masuk ke dalam surga dan diberi tempat dalam neraka Jahannam. Di dalam kisah-kisah teladan telah banyak dituliskan mengenai akhir yang diterima oleh para pelaku sombong ini. Iblis, adalah makhluk Allah SWT yang awalnya memiliki kedudukan yang tinggi setara dengan malaikat, memiliki fisik rupa yang bagus, dan bertempat tinggal di surga.
Tetapi dalam sekejap, semuanya itu sirna berbalik 180 derajat dikarenakan kesombongannya melawan perintah Allah SWT ketika disuruh sujud menghormati Nabi Adam a.s. sebagai makhluk baru berjenis manusia dan yang akan menjadi khalifah di bumi. Karena kesombongannya, Iblis pun dikutuk dan dilaknat menjadi buruk rupa, diturunkan derajatnya sebagai makhluk terendah dari semua makhluk yang Allah SWT ciptakan, diusir dari surga dan dikekalkan menjadi penghuni neraka selama-lamanya.
Beberapa manusia ada yang meniru jejak Iblis dan menjadi sombong sehingga menerima akibat yang buruk di akhir hidupnya. Sebut saja Fir’aun yang ditenggelamkan dan Namrud yang diadzab akibat kesombongannya. Ada pula Qarun yang dibenamkan kedalam tanah beserta hartanya dan para pembesar Quraisy yang semuanya diakibatkan oleh kesombongan tidak mau menerima kebenaran yang telah disampaikan.
Agar tidak ikut menjadi orang yang sombong lagi celaka, dibawah ini ada 3 hal yang dapat dijadikan sebuah pegangan yaitu :
- Tanamkan sifat rendah hati. Sifat ini dapat membentengi kita dari sifat sombong karena merasa diatas kita masih ada yang lebih hebat.
- Perkuat keimanan kepada Allah SWT. Orang-orang yang senantiasa menjada keimanan sudah pasti aka terhindar dari sifat sombong karena telah mengetahui apa akibat yang akan diterima oleh orang-orang yang berlaku sombong dan kesombongan adalah hal yang dibenci oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW.
- Selalu ingat akan kekurangan diri. Dengan begini, tidak akan ada kesempatan untuk kita berbuat sombong sebab merasa diri kita masih banyak kekurangan yang tidak sepantasnya menjadikan kita dapat berlaku sombong.
Penulis: Firhand Ali Affandy
Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)

Leave a Reply