Kemenangan Tim Nasional Indonesia yang Terasa Berbeda

source: koransulindo.com

Empat hari yang lalu tepat pada tanggal 19 Oktober 2021, kita mendapatkan kabar gembira tentang kemenangan tim nasional Indonesia dalam ajang bergengsi bulutangkis yakni Thomas cup yang diselengarakan di Aarhus Denmark. Rasa bangga dan bahagia menyertai semua masyarakat Indonesia saat dimana Hendra Ahsan sebagai ketua tim dapat membawa tim putra bulutangkis untuk mendapatkan kembali piala Thomas yang sudah 19 tahun lamanya kita tunggu-tunggu. Dalam partai final tersebut tim nasional Indonesia berhasil mengalahkan kontingen dari China.

Rasa bangga dan haru bahagia semakin terasa ketika tim nasional Indonesia menaiki podium untuk menerima piala Thomas sebagai pemenang juara pertama dalam ajang perlombaan Thomas cup. Namun, sayangnya terdapat rasa kecewa dari kebahagiaan yang menyertai. Rasa kecewa ini pastinya dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia terutama para atlit yang telah bertanding. Rasa kecewa ini terasa lantaran bendera Indonesia tidak tampak dikibarkan dan diganti dengan bendera PBSI. Hal ini terjadi karena Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) mendapatkan sanksi dari agensi anti doping dunia atau WADA (World Anti-Doping Agency).

Sanksi yang menjerat LADI ini dikarenakan LADI tidak melakukan salah satu tugasnya yakni tidak mengikuti Test Dopping Plan (TDP) yang dibuat tahun 2020. Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) tidak mengirimkan jumlah sample sesuai dengan TDP (Test Dopling Planning) kepada pihak WADA. Sikap tidak tertib yang dilakukan LADI tersebut membuat LADI mendapatkan sanksi dari WADA. Salah satu sanksinya yakni tidak berkibarnya sang saka merah putih dalam penyerahan piala Thomas kepada tim bulutangkis putra Indonesia.

Atas permasalahan ini, Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia Jonni Mardizal mengatakan bahwa terjadi miss komunikasi antara pengurus LADI yang baru dan pengurus LADI yang lama. Mentri Menpora ini, mengatakan hal tersebut saat dirinya diundang dalam acara Mata Najwa.

Dari penjelasan diatas, kita semua pasti ingin tau tentang apa itu doping. Dalam dunia olahraga, doping merupakan obat-obatan yang digunakan untuk meningkatkan performa atlet. Atlet yang menggunakan zat terlarang untuk meningkatkan performannya dianggap tidak sportif atau tidak sehat dalam bertanding. Meskipun doping ini dapat meningkatkan performa para atlit, ternyata doping juga dapat berbahaya untuk atlet. Dikutip dari Kontan.co.id disana tertulis bahwa menurut American Medical Society for Sports Medicine, efek samping atau bahaya penggunaan doping adalah :

  1. Kardiovaskular :irama jantung tidak teratur, tekanan darah tinggi, serangan jantung hingga kematian mendadak.
  2. Sistem saraf pusat: Insomnia, kecemasan, depresi, perilaku agresif, bunuh diri, sakit kepala, tremor, stroke.
  3. Pernafasan : mimisan, sinusitis.
  4. Hormonal : infertilitas, ginekomastia, akromegali, dan kanker.

Penulis:  Shofiyah Nurul Imtinan

Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *