Tips Mengolah Rasa Marah

source: merdeka.com

Salah satu sifat buruk yang seharusnya harus kita hindari sebaik mungkin adalah rasa marah. Rasa marah terjadi apabila kita sedang menghadapi perasaan emosi yang sangat kuat yang merupakan akibat dari berbagai hal. Apapun pemantiknya, rasa marah berujung pada satu hal yaitu hati yang sakit atau terluka. Sehingga timbul amarah yang kuat yang jika tidak dikendalikan atau ditangani dengan baik dapat berakibat buruk seperti berkelahi hingga puncaknya dapat berbuat tindakan yang berbau kriminal.

Rasa marah juga merupakan sumber dari perbuatan yang bersifat merusak. Entah merusak diri maupun orang lain. Dalam pandangan Agama Islam, marah menjadi salah satu senjata yang digunakan oleh Iblis dalam misinya menjerumuskan manusia agar mengikuti jalannya menuju neraka. Sebab, melalui marah manusia dapat kehilangan akal sehatnya dan dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang keji dan merugikan. Oleh karena itu, Allah SWT dan Rasulullah SAW juga menganjurkan agar seorang muslim dapat menahan ketika sedang dilanda amarah agar tidak terjadi hal-hal yang negatif.

Memang sangat manusiawi sekali jika seseorang merasa marah karena manusia adalah makhluk sosial. Yakni selalu berinteraksi dengan manusia lain dan tidak jarang menimbulkan sebuah gesekan kesalahpahaman sehingga terjadilah amarah. Namun, bukan berarti marah dapat dibiarkan hingga berlarut-larut karena akan berakibat buruk untuk kita sendiri. Dalam ajaran Agama Islam, ada kiat-kita yang dapat dilakukan untuk mengendalikan amarah yang sedang menjangkit, diantaranya :

  1. Membaca Ta’awudz (A’udzubillahi minasy syaithonirrojim) meminta pertolongan Allah SWT supaya dilindungi dari gangguan setan yang terkutuk. Karena marah adalah bersumber dari setan.
  2. Berwudhu. Karena saat seseorang sedang marah, setan sedang mengipasi rasa marah dalam dirinya supaya terus membara dan wudhu lah yang dapat memadamkan.
  3. Mengambil posisi lebih rendah. Ketika sedang marah, yang terjadi adalah kita merasa harus lebih tinggi dari orang yang dimarahi. Oleh sebab itu Rasulullah berpesan saat marah ketika berdiri hendaknya duduk, saat duduk masih terasa marah maka hendaknya mengambil posisi tidur.
  4. Selalu ingat janji Allah SWT dan Rasulullah bagi orang yang dapat menahan amarahnya padahal sangat mampu untuk meluapkan, maka Allah SWT akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk dan mempersilahkannya untuk memilih bidadari yang akan menemaninya masuk ke dalam surga.

Selain tips diatas, terdapat tips lain yang dapat digunakan untuk mengubah emosi dan amarah menjadi energi positif. Sehingga rasa marah yang sebelumnya penuh muatan negatif berubah bermuatan positif. Berikut ini langkah-langkahnya :

  1. Berusaha cari tahu alasan marah. Apabila marah disebabkan oleh orang terdekat kita, hendaknya kita cari tau dulu alasan kenapa dia berbuat hal yang menyebabkan kita marah. Mungkin saja orang tersebut juga sedang mengalami sebuah hal yang kurang baik sehingga membuat kita terkena imbasnya.
  2. Beritahukan jika kita sedang marah. Hal ini berfungsi agar rasa marah tidak berlarut hanya karena orang yang sedang kita marahi tidak mengetahui jika kita sedang marah dan segera memperbaiki keadaan.
  3. Salurkan rasa marah pada hal yang positif. Jika marah yang dirasakan terlalu kuat dan ingin meluapkannya secara kuat, maka kita bisa salurkan emosi marah tersebut ke aktivitas lain yang bermanfaat. Seperti berolah raga, berkebun, bersepeda, atau tidur.

Itulah beberapa tips dan kiat dalam rangka mengolah rasa marah yang identik dengan muatan negatif berubah menjadi bermuatan positif.

Penulis: Firhand Ali Affandy

Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *