Ranjau-Ranjau Kewartawanan

source: kabarmapegaa.com

Profesi wartawan atau jurnalis adalah profesi yang banyak di idam-idamkan oleh banyak orang. Meskipun banyak yang menginginkan menjadi wartawan, prosesnya tidaklah mudah. Pengertian dari Wartawan atau jurnalis sendiri ialah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik seperti merencanakan, mencari, mengumpulkan, menulis, dan menyebarluaskan berita kepada khalayak melalui media massa, baik konvensional maupun online. Berita yang disebarkan ada beberapa jenis diantaranya, berita langsung (straight news) yang terdiri dari hard news dan soft news serta berita mendalam (Depht news). Berita yang dicari oleh wartawan harus berdasarkan fakta atau kejadian yang real dengan memperhatikan pada unsur 5W+1H what (apa), where (dimana), when (kapan), who (Siapa), why (kenapa) dan how (bagaimana).  Informasi yang didapatkan oleh wartawan, diperoleh dari observasi langsung, proses wawancara kepada narasumber, pencarian bahan-bahan untuk berita melalui dokumen public dan partisipasi dalam peristiwa atau terjun langsung ke peristiwa yang akan diberitakan.

Dalam proses wawancara kepada narasumber, sebagai wartawan harus memahami jenis-jenis narasumber untuk mendapatkan informasi, diantaranya yakni, narasumber primer atau narasumber yang bersentuhan langsung dengan peristiwa, narasumber otoratif yaitu orang yang memiliki kewenangan atau otoritas untuk menjelaskan sesuatu dan narasumber kompeten yaitu orang yang memeiliki keahlian dalam bidang yang akan kita tanyakan.

Untuk menjadi seorang wartawan kita harus memiliki banyak keterampilan terutama komunikasi, menulis, dan peka terhadap isu yang ada. Sebagai seorang wartawan juga dituntut untuk memiliki kepribadian yang kreatif, berfikir kritis, memiliki rasa ingin tahu yang besar, obyektif, memiliki kemampuan mendengar yang baik, bersikap netral, disiplin dan jujur. Selain memiliki keterampilan dan kepribadian yang disebutkan diatas, wartawan juga harus menghindari hal-hal yang dapat memperburuk citranya. Hal-hal yang harus dihindari oleh seorang wartawan adalah :

  1. Jangan menulis berita dari opini sendiri, tetapi dari opini orang lain yang sudah di dapatkan melalui wawancara. Hindari menulis “menurut saya…., tetapi tulislah menurut tokoh A….”.
  2. Jangan menulis berita yang belum jelas, seperti menulis sebuah beerita yang pelaku kejahatanya belum terbukti salah.
  3. Jangan menjual profesionalisme dengan menerima salam tempel dan membaik-baikan berita tentang mereka yang sudah memberikan kita uang.
  4. Memahami hak jawab dan hak tolak. Hak jawab merupakan hak yang dimiliki oleh narasumber untuk menanggapi karya jurnalistik dalam memaparkan tuduhan yang tidak benar. Sedangkan hak tolak adalah hak yang dimiliki oleh seorang wartawan untuk menolak mengungkapkan nama dan identitas narasumbernya yang harus dilindungi karena, jika disebutkan kemungkinan nyawanya akan terancam.

Dari pemaparan di atas, semoga kita dapat menjadi wartawan yang bijak dalam memberitakan sesuatu, karena profesi wartawan termasuk profesi yang penting, hal ini dituturkan menurut beberapa ahli politik, bahwa wartawan dapat menciptakan atau membentuk opini masyarakat luas, sehingga mampu mengerakan kekuatan yang besar.

Penulis: Shofiyah Nurul Imtinan

Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *