Dakwah sebagai Bentuk Komunikasi Efektif

source: nu.or.id

Di antara sekian banyak perintah yang wajib dikerjakan oleh pemeluk Agama Islam adalah berdakwah. Melansir dari Jurnal Hunafa, kata dakwah berasal dari bahasa Arab Da’a – Yad’u – Da’watan yang berarti panggilan atau ajakan. Sehingga dakwah merupakan sebuah aktivitas sosial yang dapat dikerjakan secara individu maupun berkelompok atau berlembaga yang tujuan utamanya yaitu mengajak seseorang untuk kembali pada jalan yang benar, jika konteksnya adalah kepada sesama umat muslim dan mengajak untuk mengimani kebenaran jika konteksnya kepada non-muslim.

Perintah berdakwah sendiri secara eksplisit telah difirmankan oleh Allah SWT dalam Q.S. Ali Imran (3) : 104 yang artinya “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan manusia yang mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” Dari ayat tersebut jelas bahwa isi dari kegiatan dakwah adalah mengajak orang untuk selalu berbuat kebaikan dan mencegah serta memberikan peringatan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan dan kerusakan.

Sementara itu, dikutip dari jurnal ilmiah kependidikan, komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu untuk menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlibat dalam komunkasi. Tujuan komunikasi efektif adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima sehingga bahasa lebih jelas, lengkap, umpan balik seimbang, dan melatih menggunakan bahasa non verbal secara baik.

Jika ditarik keterhubungannya, maka dakwah dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk komunikasi efektif. Hal ini dikarenakan tujuan dakwah sendiri yaitu mengharapkan perubahan baik sikap maupun sifat pada seseorang, dari yang sebelumnya tidak beriman menjadi beriman, dari yang sebelumnya kurang baik menjadi baik, dari yang sebelumnya sudah baik menjadi lebih baik.

Pada proses aktifitas dakwah, seorang Da’i atau komunikator akan berusaha dengan sebaik mungkin menyampaikan pesan-pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an maupun Hadits Nabi Muhammad SAW dan bisa merepresentasikannya dengan baik. Sehingga Mad’u atau komunikan yang sebelumnya kurang paham atau kurang mengerti terhadap pesan-pesan yang terkandung dalam Al Qur’an maupun Hadits Nabi Muhammad SAW dapat lebih memahami lagi dari penjelasan yang telah dipaparkan oleh Da’i.

Selain itu pula, dakwah tidak hanya melatih dalam hal verbal namun juga non-verbal. Busana yang dipakai oleh Da’i ketika berdakwah, lalu gerak-gerik tubuh atau gesture pun dapat menjadi pesan yang bisa dimengerti oleh Mad’u. Melalui busana, mad’u dapat mengerti pakaian yang benar dan menutupi aurat yang mana adalah larangan jika ditampakkan. Kemudian gerakan tubuh yang mengesankan atau menunjukkan kesopanan yang tinggi dapat meyakinkan mad’u dalam memahami pesan yang disampaikan. 

Dari pemaparan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dakwah sebagai sebuah aktifitas keagamaan dalam islam dapat dikatakan sebagai bentuk komunikasi efektif dalam mengajak seseorang ke dalam jalan kebenaran yang sesuai dengan hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Penulis: Firhand Ali Affandy

Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *