
Seperti yang kita ketahui sebelumnya, bahwa komunikasi merupakan sebuah proses pertukaran informasi yang dilakukan satu pihak kepada pihak lainnya. Komunikasi harus dilakukan secara benar dan efektif, sehingga pesan atau informasi yang disampaikan dapat tersampaikan dan diterima dengan benar, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Terdapat beberapa prinsip komunikasi yang menjadi pedoman dari sebuah proses komunikasi agar berlangsung dengan benar. Prinsip komunikasi juga dikatakan sebagai penjabaran lebih terperinci dari definisi dan hakikat komunikasi. Teori prinsip komunikasi yang telah dikemukakan oleh para ahli saat ini berjumlah 12, yakni sebagai berikut:
1. Komunikasi adalah suatu proses simbolik
Komunikasi adalah suatu proses simbolik yang timbul dari dalam diri manusia. Komunikasi merupakan sesuatu yang sifatnya dinamis, dan berbentuk siklus sehingga tidak berakhir pada suatu titik tertentu saja, namun terus berkelanjutan.
2. Setiap perilaku mempunya potensi komunikasi
Komunikasi bisa terjadi pada setiap perilaku. Setiap orang bisa dianggap sedang melakukan komunikasi, meskipun sebenarnya ia tidak bermaksud untuk mengkomunikasikan sesuatu. Gerak tubuh, ekspresi wajah, sampai kontak mata dapat diartikan sebagai bentuk komunikasi oleh pihak lain.
3. Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan
Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi. Dimensi isi tersebut kemudian dapat memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi, tentunya disesuaikan dengan pelaku yang terlibat.
4. Komunikasi berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan
Komunikasi bisa terjadi secara sengaja maupun tidak. Komunikasi bisa terjadi secara tidak disengaja seperti saat dua orang yang menyapa di tengah jalan. Namun bisa juga dilakukan dengan benar-benar direncanakan, contohnya rapat atau seminar yang dilaksanakan secara resmi.
5. Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak pengirim disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung, sehingga memenuhi konteks ruang waktu tersebut.
6. Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi
Proses komunikasi dapat diprediksi oleh pihak yang terlibat. Ketika kita menyapa seseorang, biasanya kita juga memperkirakan orang tersebut akan menyapa balik. Hal ini juga sesuai dengan norma, kebiasaan, atau pola dalam berkomunikasi yang digunakan oleh pihak yang terlibat.
7. Komunikasi bersifat sistemik
Cara seseorang untuk berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari latar belakang budaya, pendidikan, nilai, adat, dan pengalaman. Faktor eksternal seperti kondisi keluarga dan lingkungan juga turut berpengaruh pada komunikasi yang sistemik.
8. Komunikasi lebih efektif jika latar belakang sosial budaya mirip
Semakin mirip latar belakang sosial budaya dari kedua pihak yang berkomunikasi, maka akan semakin efektif komunikasinya.
9. Komunikasi bersifat nonsekuensial
Proses komunikasi bersifat sirkular atau tidak berlangsung satu arah. Komunikasi akan melibatkan tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu dimengerti.
10. Komunikasi bersifat prosesual, dinamis, dan transaksional
Terdapat proses saling memberi dan menerima informasi di antara pihak yang melakukan komunikasi. Pola komunikasi pun bisa berubah saat sedang berlangsung, lalu umpan balik dan reaksinya beragam.
11. Komunikasi bersifat irreversibel
Efek komunikasi yan dilakukan tidak dapat dihilangkan. Sehingga proses komunikasi harus dilakukan secara hati-hati.
12. Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah
Komunikasi bukanlah satu-satunya solusi yang hal yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Komunikasi hanya bisa menjadi salah satu faktor pendukung terhadap penyelesaian masalah.
Penulis: Falina Islamira
Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)

Leave a Reply