
Indonesia, ialah negara yang memiliki ragam suku bangsa dan budaya. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk karena memiliki banyak suku bangsa dan budaya. Keberagaman budaya di Indonesia nampak pada kebiasaan, adat istiadat, norma dan nilai, serta perilaku dari masyarakatnya. Keberagaman suku bangsa dan budaya bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi pembangunan suatu negara. Namun disisi lain, tanpa adanya kepekaan dan kesadaran yang baik untuk saling menghargai dan menghormati perbedaan budaya tersebut, maka dengan mudah memancing terjadinya konflik antar budaya. Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa Indonesia, yang berarti berbeda-beda namun tetap satu jua. Walaupun berbeda suku bangsa dan budaya namun tetap menjadi bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia.
Era globalisasi dikenal sejak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Globalisasi dapat diartikan sebagai “dunia yang menyempit” atau terbukanya batas ruang dan waktu antar bangsa. Adanya proses saling keterkaitan dan mempengaruhi antar manusia di seluruh dunia, dalam segala aspek kehidupan. Menurut Gannon, globalisasi merujuk pada meningkatnya ketergantungan antara pemerintah, perusahaan bisnis, organisasi nirlaba, dan penduduk secara individu.5 Manusia dengan mudah berpindah tempat dengan waktu yang relatif singkat, dan melintasi pulau bahkan benua. Hal itu mendukung pula perkembangan industri dan perdagangan dunia. Buah-buahan dapat diekspor kemanapun dengan kualitas kesegaran yang masih tetap terjaga. Kita sebagai orang Indonesia dapat dengan mudah menikmati kiwi New Zealand, ikan kemasan kaleng dari Jepang, ataupun keju Belanda. Masuknya perusahaan asing beserta produknya ke suatu negara akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian negara tersebut. Disatu sisi hal tersebut akan membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat, disisi lain membuka persaingan dengan keberadaan industri dalam negeri. Maraknya keberadaan kedai minuman kopi asing memberikan keberagaman pilihan bagi para peminat kopi di Indonesia.
Kebiasaan mereka untuk nongkrong di warung kopi pinggir jalan dan berbincang dengan siapa saja yang mereka ditemui disana sambil menonton televisi berukuran kecil, tidak akan nampak ketika kita berkunjung ke kedai minuman kopi asing yang mengedepankan kenyamanan individu, privasi dan fasilitas wifi. Tentu saja hal ini turut pula memberikan pergeseran terhadap gaya hidup dari masyarakat Indonesia, khususnya para pecinta kopi. Globalisasi dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, telekomunikasi, dan transportasi. Hasil dari kecanggihan teknologi bertujuan untuk mempermudah aktivitas kehidupan manusia. Penemuan satelit mempermudah manusia berkomunikasi dengan orang lain tanpa mempermasalahkan jarak dimana mereka berada. Kita bisa melihat secara langsung pertandingan final piala dunia 2014 tanpa harus berada di stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brazil. Seorang mahasiswa yang sedang studi di luar kota atau luar negeri tetap bisa berbincang dan bertatap muka melalui video call dengan orang tuanya, sehingga dia tidak akan merasa kesepian saat jauh dari keluarga. Munculnya media massa membuat manusia dapat bertukar informasi, pengetahuan, budaya, dan pola pikir. K-POP dan Korean Wave menjadi fenomena tersendiri dalam perkembangan budaya Asia di dunia. Maraknya tayangan serial Korea di televisi Indonesia memberikan pengaruh terhadap tren dan gaya hidup anak muda Indonesia masa kini, seperti halnya gaya berpakaian, potongan rambut, ataupun aksesoris lain yang mereka gunakan.
Penulis: Nuril Huda
Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)

Leave a Reply