
Kisah inspiratif dapat dijumpai di berbagai kalangan tanpa mengenal usia, jarak, dan waktu. Kisah inspiratif kali ini datang dari salah satu siswa SMAN 1 Ampek Angkek, kelas XII IPA 4 yang bernama Vania Rei Syifa. Ia adalah anak yang rajin membantu orang tuanya untuk berjualan di sekolah, hingga hasil penjualannya tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Vania bertempat tinggal di Dusun Sungai Sariak Utara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ia tinggal dengan kedua orang tua dan neneknya. Ayah Vania berkerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan ibunya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
Vania memiliki cita-cita sebagai wirausahawan muda yang sukses, menjadi penulis, diplomat, dan peneliti. Sehingga ia sangat termotivasi dan berambisi untuk mewujudkan cita-citanya tersebut. Vania pun mulai meniti impiannya dari hal-hal kecil. Vania memulainya dengan membantu orang tuanya untuk berjualan risoles di sekolah. Modalnya berasal dari orang tuanya, risoles tersebut dibuat oleh mamanya, lalu Vania lah yang membantu menjualkan. Dengan mulai berjualan risoles ini, Vania bertekad ingin menumbuhkan minat berwirausahanya sampai sukses nanti. Walaupun penjualannya masih kecil-kecilan, Vania sudah memiliki bekal untuk berwirausaha, yaitu dengan memiliki sikap percaya diri serta pantang menyerah.
Kala itu, Vania mulai berjualan risoles saat kelas X. Terdapat satu momen di mana saat Vania berjualan risoles dan waktu pulang sekolah dimajukan/dipercepat sehingga risoles yang dijualnya belum habis. Namun, Vania tetap bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah padanya di hari itu.
Orang tua Vania sebenarnya bersedih hati melihat putri mereka berjualan di sekolah. Karena semua teman Vania berkecukupan. Sedangkan Vania harus berjualan untuk membantu orang tua. Namun karena semangat yang dimilikinya, orang tuanya pun kini mendukungnya.
Saat Vania berjualan, banyak rintangan yang ia hadapi. Saat pertama kali berjualan, Vania harus menjajakan jualannya ke kelas X sampai kelas XII. Kadang-kadang ada juga yang menertawakan, tapi Vania tidak pernah malu dengan kondisi ekonominya yang sekarang. Baginya, ia bangga menjadi diri sendiri. Hingga pada Januari lalu, Vania masuk dalam perankingan sekolah untuk mengikuti SNMPTN 2020. Selain itu, la juga pernah meraih ranking 1 dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) Biologi Tingkat Kabupaten Agam pada tahun 2019. Vania sangat bersyukur atas kesuksesan yang diberikan Allah Subhanahu Wata’ala kepadanya dan pada kala itu Vania berharap dapat lulus SNMPTN 2020. Ia juga berdoa agar semua keinginannya dapat tercapai.
Singkat cerita, akhirnya pengumuman SNMPTN pun tiba. Jantung Vania pun semakin berdebar-debar. Lalu, ia pun segera membuka website pengumuman tersebut. Alangkah terharu dan bersyukurnya Vania ketika mendapatkan pengumuman berwarna hijau yang menandakan bahwa ia lulus SNMPTN di pilihan pertama pada Progam Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas. Semua itu tidak terlepas dari doa orang tua dan juga usaha Vania selama ini. Vania selalu berusaha untuk bersyukur dan melakukan yang terbaik.
Dari kisah inspirastif Vania di atas, dapat kita petik kesimpulan, yaitu “Jangan pernah merasa rendah walaupun kita memiliki kekurangan. Jangan takut mencoba walau ditertawakan banyak orang. Yakinlah, usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil yang memuaskan”.
Biodata Singkat Penulis:
Perkenalkan, nama lengkap saya Vania Rei Syifa, biasa dipanggil Vania. Saya diahirkan di Kota Batam, pada tanggal 4 Oktober tahun 2001. Saat ini, saya merupakan salah mahasiswa semester 2 pada Progam Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Andalas Tahun 2021. Nantikan kisah inspiratif saya lainnya ya!
Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)

Leave a Reply