Mengenal Misogini, Rasa Benci Berlebih pada Perempuan

Ciputat – Akhir-akhir ini warga Twitter ramai berdiskusi tentang bagaimana Korea Selatan banyak membuat drama (drakor) romantis dengan karakter laki-laki idaman untuk menutupi budaya patriarki dan masalah Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang sering terjadi di sana.

Salah satu pengguna Twitter memberikan contoh bagaimana realita kehidupan seorang perempuan di Korea Selatan yang mengalami tindak kriminal.

“Pesen makanan, ngechat ‘Hati-hati di jalan’ drivernya udah tau ini yang mesen cewe, makanan/minumannya diludahin atau dikasih pej*/kencing,” cuitan akun @zwolftenaugust yang menerjemahkan utas pengguna Twitter asal Korea @joongdok_1864.

Melansir dari CNN World, hasil penelitian Korean Women’s Development Institute’s Ma Kyung-hae pada 2018 terhadap lebih dari 1.000 orang dewasa menemukan bahwa 76% pria berusia 20-an dan 66% pria berusia 30-an menentang feminisme, sementara hampir 60% responden berusia 20-an berpendapat bahwa masalah gender adalah sumber konflik paling serius di negara mereka.

Munculnya suara dan ide feminis di Korea Selatan pertama kali digaungkan untuk menanggapi pembunuhan brutal seorang perempuan muda di dekat stasiun kereta bawah tanah di lingkungan populer Seoul, Gangnam, pada tahun 2016. Pelaku sengaja menargetkan korban wanita.

Bukan hanya di Korea Selatan, tindak kriminal terhadap perempuan juga masih ditemukan di Indonesia. Seperti kasus Novia Widyasari, mahasiswi Universitas Brawijaya yang mengakhiri hidup di samping makam ayahnya pada 2 Desember 2021 lalu. 

Novia melakukan hal tersebut lantaran mendapat tekanan dari sang kekasih mengenai kehamilannya. Bukannya bertanggung jawab, kekasihnya malah memaksa Novia untuk melakukan aborsi dengan obat keras berbahaya.

Kasus Novia menjadi perbincangan ramai di media sosial. Banyak warganet yang ikut menanggapi kasus tersebut, salah satunya cuitan dari komika Ernest Prakasa yang menyebut bahwa misogini telah menginjak kehidupan Novia.

“Novia Widiasari diperkosa hingga hamil. Ia lalu dipaksa aborsi. Keluarganya sendiri menganggapnya sebagai aib. Misogini menginjaknya tanpa ampun. Novia Widiasari, memilih untuk mengakhiri hidupnya di makam ayahnya. Novia Widiasari, mari kenang namanya. Mari melawan atas namanya,” cuitnya pada 5 Desember 2021.

Banyak faktor yang menyebabkan kekerasan terhadap perempuan, seperti yang telah disinggung Ernest, misogini bisa menjadi salah satunya.

Apa Itu Misogini?

Jika kamu pernah melihat seseorang berbuat jahat dan sangat membenci perempuan, bisa jadi orang tersebut mengalami sindrom misogini.

Misogini adalah sebuah sindrom yang menyebabkan seseorang membenci perempuan, baik itu dari pria maupun sesama perempuan, pelakunya disebut misoginis. Misogini juga bisa diartikan sebagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan yang ditandai oleh kebencian atau keyakinan bahwa perempan hanya gender kedua setelah laki-laki. 

Misogini dapat menyebabkan seseorang cenderung membenci, melakukan diskrminasi, dan memandang rendah seorang perempuan.

Sindrom misogini bisa diakibatkan oleh faktor kultural yang tertanam sejak dulu bahwa laki-laki dituntut untuk selalu berada di tingkat lebih tinggi daripada perempuan. 

Akar dari misogini adalah patriarki. Patriarki sendiri berarti sebuah sistem yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama serta mendominasi dalam berbagai peran yang ada di masyarakat. 

Pola pikir tersebut menempatkan perempuan sesuai kepentingan laki-laki. Padahal, kenyataannya perempuan bisa lebih berkembang, tidak hanya menjadi “pelengkap” yang hanya boleh berada di dapur dan di ranjang.

Kondisi misogini seringkali terjadi akibat trauma yang melibatkan sosok perempuan yang sangat mereka percayai. Misalnya ibu, saudari, atau pun kekasih.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bukan hanya laki-laki, perempuan pun bisa menjadi seorang misoginis. Masih banyak perempuan yang melakukan diskriminasi terhadap sesama perempuan. Misalnya, seorang perempuan tidak senang saat perempuan lain berhasil meraih impiannya, dia akan menjatuhkan perempuan tersebut dengan mengatakan hal-hal buruk tentangnya.

Jika kamu memiliki hubungan yang tidak sehat dengan seseorang yang seperti ciri di atas, maka segera sudahi hubungan tersebut. Bila perlu, cari bantuan untuk melepaskan diri. Sebab perempuan punya harga diri.

Penulis: Fauzah Thabibah


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *