Memaksimalkan Media Sosial dalam Berbagi Kebaikan untuk Teman-teman Luar Biasa

Halo sobat Komuniasik! Bagaimana kabar kalian? Semoga selalu sehat jiwa dan raga, yaa!

Ngomongin soal sehat jiwa, nih. Tahu gak kalau di tanggal 10 bulan Oktober ini adalah Hari Kesehatan Jiwa atau Hari Kesehatan Mental sedunia, loh.

Hmm, belakang ini isu kesehatan mental semakin marak dibahas. Kita dapat dengan mudah menemukan berbagai macam informasi dan acara yang berhubungan dengan isu tersebut di media sosial. Sengaja dicari atau tidak, ya ada saja yang muncul. Kalau bahas tentang kesehatan mental, biasanya berhubungan juga dengan tema disabilitas. Memang topik yang menarik, ‘kan? Oh, ya. Teman-teman yang sedang memperjuangkan kesehatan mentalnya dan teman-teman penyandang disabilitas, selanjutnya akan aku sebut sebagai teman-teman luar biasa, ya.

Kalian setuju ‘kan kalau semua orang berhak bahagia? Berhak mendapatkan informasi yang benar, dan berhak didukung? Ya, itu juga yang ingin dirasakan oleh teman-teman dengan gangguan mental dan penyandang disabilitas. Sejauh ini, apakah pernah terlintas di pikiran kalian mengenai bagaimana sih cara kita membantu mereka? Atau membantu orang-orang terdekat mereka. Dari cara paling mudah sampai cara yang lumayan butuh usaha. Percaya kalau kebaikan itu dapat dirasakan semua orang? Oke, kali ini aku akan berbagi tips dengan kalian bagaimana cara memaksimalkan media sosial dalam berbagi kebaikan untuk teman-teman luar biasa!

Tumbuhkan Empati

Ini adalah hal pertama yang wajib banget kita miliki dan kita tumbuhkan. Dimulai dari empati, akan ada banyak hal luar biasa yang bisa kita lakukan dengan sukarela. Coba posisikan diri kita sebagai mereka, cari tahu apa yang mereka butuhkan, cari tahu lebih tentang mereka. Pengetahuan tersebut adalah bekal kita untuk mendukung mereka dengan berbagai cara.

Berhenti menghakimi dan lawan stigma

Biasanya teman-teman yang sedang struggling dengan kondisi mentalnya, mereka bakal lebih sensitif dalam merespons sesuatu. Dampaknya bisa bermacam-macam, mulai dari kondisi mentalnya semakin memburuk sampai bunuh diri. Begitu pula dengan teman-teman disabilitas. Mereka semua mungkin sering mendapatkan judgement dan stigma-stigma negatif yang harus diluruskan. Bekali diri kita dengan informasi yang benar, jangan mudah terpengaruh dengan omongan banyak orang yang tidak jelas validitasnya. Semakin banyak informasi terpercaya yang kita dapat tentang mereka, sebaiknya semakin bijak pula kita dalam bertindak dan memilih kata-kata. Jika kita tidak bisa melawan stigma secara langsung, setidaknya jangan ikut menghakimi, jangan dukung stigma.

Beri dukungan

Dukungan itu bisa berbagai wujud. Ide, tenaga, motivasi, dana, waktu, dan lain-lain. Dukung mereka semampu kita. Menjadi caregiver, berkomentar hal-hal baik, menyumbang dana, membantu biaya psikolog atau psikiater kerabat, memberikan ide hebat, juga berkarya!

Berkarya!

Kamu jago ngomong dan punya banyak relasi? Bikin podcast! Jago videografi? Bikin video gokil! Pinter nulis? Buat caption hebat! Jago menggambar!? Bikin ilustrasi luar biasa! Gih, bikin konten pribadi maupun untuk komunitas, yang isinya bisa mengedukasi, menghibur, mendukung, dan membantu banyak orang khususnya teman-teman luar biasa kita. Beuh, mantep ga tuh?

Sobat Komuniasik, banyak ‘kan cara yang bisa kita lakukan untuk berbagi kebaikan? Ga harus yang tertulis di atas, tinggal sesuaikan aja sama passion kalian. Semua bisa jadi luar biasa kok kalau kita semangat! Yuk, maksimalkan media sosial kita untuk menyebarkan kebaikan!

Kalau belum bisa melakukan banyak, setidaknya jangan bikin orang sakit. Jangan fokus ke orang lain saja, kesehatan mentalmu juga wajib dijaga.

Tetap semangat sobat Komuniasik! Salam sehat jiwa!

Penulis: Amiradhana Salsabila_Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *