Bapak Public Relations dan Kontribusinya Dalam Dunia PR

Dianggap oleh beberapa orang sebagai pendiri Public Relation modern. Istilah Public Relations ditemukan untuk pertama kalinya dalam pengantar dari Yearbook of Railway Literature. Ivy Lee dilahirkan dekat Cedartown, Georgia pada 16 Juli 1877 sebagai anak seorang pendeta Metodis, James Wideman Lee. Ia belajar di Emory College dan kemudian lulus dari Princeton. Dia bekerja sebagai reporter surat kabar dan wartawan. Dia adalah seorang wartawan di New York Amerika, New York Times, dan World New York. Dia mendapat pekerjaan pertamanya pada tahun 1903 sebagai manajer publisitas untuk Citizens’ Union yang bertujuan untuk memantau tindakan berbagai partai politik. Lee tidak butuh waktu lama untuk memutuskan bahwa ada komunikasi dan kejujuran yang parah antara perusahaan dan publik.

Selanjutnya, bermitra dengan seorang pria bernama George Parker, Lee membuka perusahaan PR Parker dan Lee. Perusahaan Public Relation Parker dan Lee adalah perusahan Public Relation ke-tiga yang dibuka di Amerika Serikat. Perusahaan beroperasi pada cita-cita akurasi, keaslian, dan minat. Akurasi berarti bahwa informasi yang diberikan perusahaan itu benar dan jujur. Keaslian berarti bahwa informasi yang diberikan oleh perusahaan itu nyata dan asli. Bukan berarti bahwa perusahaan bekerja untuk membuat publik tertarik dengan informasi yang diberikan.

Dalam upaya untuk meletakkan ide-idenya tentang bagaimana Public Relation harus ditangani secara tertulis, Lee mengeluarkan pernyataan kepada media yang berjudul ‘’Declaration of Principles.” Pernyataan ini berisi apa yang Lee rasakan adalah kewajiban dasar yang harus dilakukan oleh praktisi humas. media dan publik. Dari mereka, Lee menekankan pentingnya penjelasan menyeluruh tentang kegiatan organisasi kepada media dengan harapan meningkatkan hubungan antara keduanya.

‘’Declaration of Principles’’ sejak itu telah menjadi kontribusinya yang paling penting bagi pengembangan hubungan masyarakat modern. Declarations of principle (deklarasi asas-asas) pada hakikatnya keberadaan publik tidak bisa dianggap enteng oleh manajemen industri dan dianggap tidak bisa apa-apa oleh pers.

Proses inilah yang menyebabkan banyak orang mengakui Ivy Lee sebagai “Bapak Hubungan Masyarakat (Public Relations) “ dan perintis, pelaksana serta Pembina humas. Ia pula yang dikenal sebagai orang yang pertama menggunakan istilah publicity (publisitas) dan advertising (periklanan) sebagai kegiatan dalam ruang lingkup humas dan pencetus sekaligus yang membangun keberadaan atau “citra PR/humas yang diakui oleh masyarakat”.

Kesuksesan Ivy Lee ditandai dengan adanya kecelakaan Kereta Api yang menimpa perusahaannya, dimana peristiwa kejadian tersebut biasanya cenderung untuk ditutupi atau dirahasiakan, karena takutnya jika diketahui oleh perusahaan saingannya akan menimbulkan kerugian dengan pindahnya langganan kepada perusahaan tersebut, tetapi pada dalam waktu yang bersamaan Ivy Lee hadir dengan konsep barunya dengan mengambil tindakan cepat dan tepat yaitu dengan cara mengundang wartawan dari berbagai media massa untuk melihat dari dekat dengan maksud agar mereka mengetahui secara jelas dan gamblang atas peristiwa yang terjadi untuk dapat diliput dan disebarluaskan melalui media-media yang ada kepada masyarakat. Menurut pendapat saya konsep tersebut memiliki tujuan agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas berdasarkan penjelasan-penjelasan dari para wartawan tersebut, yang kemudian pemberitaan tersebut sekaligus dapat mencegah hadirnya isu atau kesimpangsiuran yang dapat merusak image perusahaan tersebut.

Di era kemajuan teknologi seperti hari ini keterbukaan informasi sangatlah penting bagi sebuah perusahaan, dengan maksud dan tujuan seperti mengetahui opini publik, menjaga citra perusahaan, menghindari konflik, manajemen krisis dan lain-lain. Maka berawal dari ide yang dicetuskan oleh Ivy Lee sudah seharusnya setiap perusahaan ataupun lembaga memiliki konsultan perusahaan dalam bidang Public Relation yang dengan tujuan untuk memperlancar tujuan dan suksesnya kegiatan komunikasi yang berkaitan dengan kepentingan publik, baik dalam lingkup internal maupun eksternal perusahaan. Sesuai dengan fungsinya, Public Relation harus mampu berkomunikasi dengan baik kepada eksternal (masyarakat) dan juga internal (perusahaan).


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *