3 Kiat Menciptakan Personal Branding Demi Menunjang Karir Kamu

Personal branding adalah sebuah proses mengenalkan siapa kita pada khalayak luas dengan sebuah citra yang dibentuk. Di era digitalisasi hari ini, membangun personal branding tak lagi terasa sulit lantaran hadirnya media sosial. Kehadiran media sosial sangat mendukung kita dalam melakukan personal branding. Meski begitu, kita tetap harus cermat dalam penggunannya karena setiap platform media sosial memiliki karakter yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Personal branding awalnya berasal dari Erving Goffman yang menciptakan Erving Goffman’s Theory. Di dalamnya membahas tentang self-presentation yang berarti cara seseorang ingin dilihat dari kelompok tertentu. Goffman menggunakan cara dramaturgi (seni mengarang sandiwara) sebagai komponen untuk teori self-presentation. Jika dilihat dari sisi dramaturgi, bagaimana cara seseorang memainkan sebuah peran dalam sebuah drama serta cara ia mengontrol bagian mana yang ingin ditonjolkan dan diperlihatkan kepada para penonton. Nah, di sinilah personal branding dimainkan yakni sisi bagian mana yang ingin dipertontonkan atau diperlihatkan kepada banyak orang.

Ada dua tingkat dalam self-presentation berdasarkan Goffman, yaitu front-stage dan back-stageFront-stage adalah tahap di mana seseorang memperlihatkan caranya berperilaku atau berpakaian di depan publik atau orang sekitar dengan tujuan membangun pesona yang ingin dibentuk. Sementara, back-stage adalah bagian yang tidak ditampilkan ke banyak orang.

Menciptakan personal branding yang unik di dalam dunia pekerjaan akan memengaruhi karir maupun perusahaan tempat kamu bekerja. Dengan kemampuan personal branding yang baik, maka secara tidak langsung kamu memasarkan diri dan kemampuan kamu agar dapat bertemu dengan pelanggan yang kebetulan membutuhkan kemampuan yang kamu miliki. Apapun posisi kamu di dalam jenjang karir personal branding tetaplah menjadi hal yang begitu penting dengan tetap berharga di tengah masyarakat.

Personal branding yang bagus juga akan memberikan kamu peluang dalam menyebarluaskan nama baik atau bahkan kesempatan untuk bekerja di berbagai perusahaan terkenal. Simak kiat-kiat berikut untuk menciptakan brand personal yang kuat dan berdampak baik pada karir kamu.

1. Fokus dengan apa yang kamu lakukan

Hal apa yang ingin kamu tunjukan pada khalayak luas ? Tekuni apa yang kamu lakukan dan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan kamu. Tentukan hal ini agar dapat meyakinkan orang lain untuk mengangkat kamu sebagai salah satu anggota di perusahaannya.

2. Jadilah presentable dan searchable

Cepat atau lambat khalayak luas pasti akan melihat penampilanmu. Berusahalah untuk selalu tampil layak di depan umum, bahkan meski sebenarnya kamu belum sukses. Layak yang dimaksud bukan berarti harus formal, tapi nyaman dipandang dan dapat menonjolkan keunikan pribadimu.

Tampil layak juga perlu kamu lakukan di dunia maya. Pasanglah foto-foto yang baik di tempat yang sesuai, bahkan kalau perlu sewalah fotografer profesional. Meski pepatah mengatakan “jangan menilai buku dari sampulnya”, orang tidak akan menanggapimu dengan serius bila penampilanmu asal-asalan.

Di samping penampilan, penting juga untuk membuat dirimu mudah dicari di internet. Ini bisa kamu lakukan dengan membuat profil di berbagai situs yang punya jangkauan luas, seperti Facebook, LinkedIn, atau Twitter. Tak dapat dipungkiri hari ini media sosial memiliki peranan yang sangat penting bagi setiap individu.

Jagalah agar citramu di media sosial tetap profesional. Kamu boleh posting hal-hal bersifat pribadi sesekali, tapi sikap profesional akan menambah kekuatan brand personalmu.

3. Pahami audience dan competitor

Sama seperti memulai bisnis baru, hal yang termasuk ke dalam yang paling penting adalah memahami dan menetapkan audience yang cocok untuk kamu. Bentuklah profil yang cocok dengan kriteria audience, ikuti pola yang mereka miliki, cocokkan dengan apa yang menjadi kesukaan mereka, cocokkan dengan keseharian mereka, dengan begitu hal ini akan membantu memberikan dukungan kepada profil yang kamu tetapkan. Saat membuat sebuah profil, jangan lupa perhatikan kompetitor kamu. Bagaimana para kompetitor mendesain diri mereka sesuai dengan profesi atau bidangnya, di saat itulah coba kamu buat hal yang berbeda dari kompetitor kamu. Buat hal unik yang tidak kamu temukan di kompetitor, sehingga hal tersebut akan menjadi ciri khas kamu.

Mengingat personal branding mempunyai banyak sekali keuntungan khsususnya dalam membangun karier, hal ini menjadi sesuatu yang harus kamu perhatikan. Dengan meningkatkan kualitas personal branding yang ditunjukkan kepada banyak orang, maka akan semakin besar pula kesempatan untuk menjadi seseorang yang marketable.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *