AKTIVIATAS DIGITAL: SEBUAH KEBIASAAN YANG AKAN BERLANJUT?

Terhitung sejak bulan maret, lebih kurang sudah hampir enam bulan kita menghadapi pandemic Covid-19. Banyak kegiatan dipaksa untuk dilakukan dari rumah. Sekolah, kuliah, bekerja, bisnis, dan kegiatan lainnya yang berpotensi menjadi klaster penyebaran virus pokoknya harus dilakukan dari rumah. Hal ini dilakukan tidak lain untuk memutus rantai penyebaran dari virus Covid-19 itu sendiri.

Sampai saat ini, kabar baik dari Covid-19 tampaknya masih jauh untuk diharapkan. Yang kini ada justru tingkat kepedulian masyarakat terhadap virus yang kian hari kian menurun dan berbagai berita mengenai penemuan obat yang justru kontroversial.

Kasus Covid-19 di Indonesia sendiri sampai saat ini masih dibilang sangat mengkhawatirkan, pasalnya di setiap harinya kasus terkonfirmasi terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang diperoleh dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, terhitung per tanggal 16 Agustus ini, kasus terkonfirmasi Virus Covid-19 sudah menembus angka 139.549, dengan kasus meninggal 6.150, dan kasus sembuh 93.103.

Covid-19 secara tidak langsung telah mengubah atau mungkin juga memaksa masyarakat untuk mengganti kebiasaan beraktivitasnya dari manual menjadi digital. Semuanya kini menjadi serba online. Baik yang tinggal di perkotaan ataupun di desa, entah mengerti atau gaptek alias gagap teknologi, mau tidak mau harus membiasakan diri menghadapi keserba online-nan ini.

Meskipun banyak yang mengeluh mengenai jaringan juga kuota internet yang dipakai, seperti kata pepatah mengatakan bahwa “Selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian” dan ini berlaku juga untuk peralihan aktivitas ini.

Jika dipikir-pikir kembali, aktivitas digital yang dilakukan dari rumah selain bermanfaat untuk meredam penyebaran virus Covid-19 juga memang memiliki beberapa kelebihan lainnya, diantaranya, yakni praktis dan fleksibel alias bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Kemudian bisa belajar mengenal teknologi lebih dalam. Berdiskusi melalui WAG, G-meet, Skype, Zoom, dan Classroom mengajarkan dan menyadarkan kita mengenai pentingnya melek tekologi di era ini. Kemudian ada Task-switching. Tidak bisa dielakan dengan sekolah, kuliah, dan bekerja menggunakan system online kita dapat memiliki waktu lebih banyak yang dengan begitu kita memiliki kesempatan untuk melakukan beberapa kegiatan dalam waktu yang hampir bersamaan dengan mudahnya. Jangkauan yang luas. Kegiatan yang sebelumnya hanya bisa disaksikan oleh orang-orang tertentu saja, semenjak beralih menjadi online kini dapat diikuti dan disaksikan oleh orang-orang di berbagai negara. Kelebihan terakhir dari aktivitas digital, yakni hemat biaya. Meskipun dilakukan dengan penggunaan kuota internet yang lebih besar dari biasanya, aktivitas digital juga dapat menekan biaya pengeluaran di bidang lainnya. Belajar kelompok misalnya, yang sebelumnya sering dilakukan di café yang harus merogok uang jajan dikantong atau kegiatan lainnya yang sebelumnya mengharuskan untuk menyewa tempat, menyediakan konsumsi, dan biaya transportasi tidak perlu dilakukan lagi karena memang dilakukan secara online. 

Dengan masih belum ditemukannya vaksin yang sudah teruji, aktivitas digital ini nampaknya akan terus berlanjut sampai nanti pergantian tahun 2021 mendatang, mungkin juga tahun berikutnya lagi, kita masih belum tau. Kebiasaan melakukan semuanya dengan serba online bukan tidak mungkin akan menjadi sebuah kebiasaan baru yang justru sepertinya dapat diterima dan akan dilakukan secara lebih lanjut kedepannya.

Kegiatan seperti seminar, wisuda, konser, perlombaan, bisnis sampai dengan kegiatan internasional seperti Simposium PPI Dunia yang kini dilakukan secara online dapat menjadi suatu acuan sudah terbiasanya masyarakat dengan aktivitas digital.

Dapat kembali melakukan aktivitas secara manual alias offline tentu sangat kita harapkan dapat segera dilakukan karena bagaimanapun bertatap muka secara langsung tanpa adanya aturan jarak jauh lebih menyenangkan. Namun, dengan belum adanya ketidakpastian kapan pandemic ini akan berakhir, melakukan aktivitas secara digital masih akan menjadi sebuah kebiasaan sampai saat ini. Bukan tidak mungkin juga, dengan adanya beberapa kelebihan diatas justru akan terus dilakukan bahkan setelah pandemic berakhir. Tapi tentu sekali lagi, kita masih belum tau pasti, kita lihat nanti.

Penulis : Surnawati ( Komuniasik Campus Ambassador Batch 1.0)

Editor : Isyraqi Khairy Siregar ( Tim Komuniasik)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *