Pernah gak sih, kamu ngerasa ada di posisi lebih baik tersenyum di depan orang meskipun di belakang kamu lagi down banget? Atau yang biasa dikenal dengan istilah, “Pura-pura Bahagia”. Smiling Depression (depresi tersenyum) yaitu Situasi dan kondisi dimana seseorang yang seharusnya merasa sedih, sakit, putus asa, bahkan tak berdaya ketika sedang depresi, pengidap smiling depresi justru menyembunyikan semua hal buruk yang sedang di alaminya dengan cara tersenyum, meyakinkan kepada orang lain bahwa dirinya selalu bahagia. Menurut Heidi McEnzy psikolog Klinis di Pensylvenia nama lain dari Smiling Depression adalah High-Functioning Deprestion yaitu gangguan Depresi yang persisten.
Depresi adalah gangguan mood yang umum. Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan ada lebih dari 264 juta orang dari segala usia mengalami depresi.
Tahukah kamu? Smiling depresi bisa menjadi hal yang lebih berbahaya daripada depresi pada umumnya. Ketika seseorang mengalami depresi akan timbul dalam dirinya untuk mengakhiri hidupnya, merasa ingin menghilang dari dunia ini, tapi tidak ada kemampuan untuk melakukannya, karena ketika seseorang yang depresi lalu ia sedih dan menangis sebagaimana mestinya, maka kekuatan untuk melakukan bunuh diri terbilang rendah. Tetapi, ketika Smiling Depression merasa ingin bunuh diri, peluang yang ada lebih banyak karena memiliki banyak tenaga untuk melakukannya.
Pengidap smiling Depression terlihat normal seperti orang pada umumnya, bahkan terkadang orang itu sendiri tidak sadar bahwa dirinya memiliki depresi tersenyum, adapun media sosial yang sering kali digunakan orang banyak menjadi sasaran utama pengidap smiling Depression, karena di media sosial kita bisa dengan bebas mengekspos kehidupan kita, yang notabenenya akan selalu di awasi oleh netizen.
Penahanan emosi sedih, sakit, kecewa bahkan putus asa dapat berpengaruh terhadap emosi yang lainnya. Ketika seseorang yang mengalami depresi tersenyum ini benar-benar sedang bahagia, ia akan tetap merasa sakit, karena rasa sakit karena hal lain yang telah lama disembunyikan.
Smiling Depression tidak dikategorikan sebagai penyakit mental, akan tetapi jenis depresi ini sudah sering ditemui, dan bisa berakibat fatal terhadap mental seseorang. Ada beberapa alasan yang memungkinakan seseorang menyembunyikan depresi mereka dibalik senyuman, diantaranya yaitu:
- mereka khawatir apa yang akan dipikirkan orang lain
- mereka tidak ingin membebani orang lain
- mereka takut kehilangan pekerjaan
- mereka pikir depresi akan hilang jika mereka berpura-pura bahagia
- mereka mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang depresi
- mereka tidak tahu bagaimana mendapatkan bantuan
Ciri-ciri orang yang mengalami Smiling Depression sebenarnya hampir sama seperti depresi pada umumnya. Hanya saja, orang lain tidak akan mudah menilai bahwa seseorang ini sedang mengalami depresi. Karena, orang ini akan menilai bahwa semua permasalahan itu sepele dan akan lebih baik jika terus dijalani tanpa melibatkan emosi buruk yang dirasakannya.
Untuk mengatasi smiling depression yang harus dilakukan yaitu manajemen stress, menangislah ketika waktunya kamu sedih, dan tersenyum ketika waktunya tersenyum, memang bukan hal yang buruk jika kita bisa memanage emosi, akan tetapi kita juga tidak boleh membunuh emosi sedih kita secara perlahan, carilah solusi ataupun pelampiasan yang bisa menuangkan semua emosi buruk yang biasanya di gantikan dengan senyuman. Kedua, berolahraga menggerakkan tubuh dan membuang rasa lelah dan stress, bisa dilakukan dengan olahraga ringan, seperti senam, bersepeda ataupun yang lainnya. Selanjutnya, makan dengan cukup, sebagian orang yang mengalami depresi akan kehilangan nafsu makan, atau malah menjadi meningkat nafsu makannya, maka dari itu pola makan yang teratur diperlukan, karena mental yang sehat berasal dari tubuh sehat. Yang terakhir, Psikoterapi ini bisa dikonsultasikan dulu kepada psikolog untuk diagnosa lebih lanjut.
Depresi tersenyum bukanlah diagnosis medis, melainkan istilah yang digunakan orang untuk menggambarkan mereka yang menutupi gejala depresi di balik senyuman. Nah, gimana guys? Kira-kira kalian termasuk orang yang mengalami smiling depression atau gak? Tetap tersenyum dan stay happy itu perlu, tapi gak harus kok, memanage emosi bukan berarti harus tetap terlihat baik-baik aja yah. Hubungi layanan kesehatan jika kondisi semakin buruk, atau paling tidak hubungi seseorang yang dapat kamu percaya.
Penulis: Elma Diah Agustin

Leave a Reply