Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Tanpa kita sadari, kita sering mencari informasi, hiburan, dan mekanisme untuk mengatasi stres melalui platform-media sosial. Terkadang, sosial media bahkan menjadi tempat yang paling nyaman bagi banyak orang. Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan media sosial dapat memiliki dampak positif maupun negatif tergantung pada cara kita mengelolanya.
Penggunaan media sosial dengan bijak dapat memberikan manfaat seperti akses mudah ke informasi, konektivitas dengan teman dan keluarga, serta sumber hiburan. Media sosial juga dapat menjadi alat yang efektif untuk berbagi pemikiran dan ide. Namun, terlalu bergantung pada media sosial atau menghabiskan terlalu banyak waktu di platform tersebut dapat memiliki dampak negatif.
Berdasarkan data dari Indonesia Baik, pengguna media sosial terbanyak berasal dari generasi milenial, dengan 93,5% dari kelompok ini memiliki akun media sosial. Durasi penggunaan media sosial tertinggi adalah pada kelompok usia 16-24 tahun. Di antara perempuan dalam kelompok usia ini, rata-rata menggunakan media sosial selama 193 menit per hari, sedangkan laki-laki rata-rata menghabiskan 163 menit per hari.
Dampak Mental Health Pada Sosial Media
Penggunaan media sosial yang berlebihan berisiko tinggi terhadap masalah kesehatan mental, terutama dalam hal internalisasi citra diri. Mari kita mengambil studi kasus TikTok, sebuah aplikasi yang saat ini sedang populer. Di platform ini, terdapat banyak konten atau video yang dapat mendorong stres, kecenderungan untuk melakukan tindakan suicidal tendencies, dan dampak negatif lainnya. Bahkan, konten yang aman seperti tutorial mengecat rambut pun bisa diikuti oleh pengguna TikTok, yang menunjukkan sejauh mana dampak media sosial pada pengguna.
Di media sosial Instagram, seringkali kita melihat postingan dari perempuan yang mungkin memenuhi standar kecantikan yang dianggap ideal. Meskipun postingan tersebut mungkin memiliki pesan positif, dampaknya dapat beragam pada berbagai pengguna. Beberapa pengguna mungkin merasa tidak aman atau merasa insecure ketika melihat postingan semacam itu, dan hal ini dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka.
Bagaimana Mengatasinya?
Penting untuk diingat bahwa memposting foto diri sendiri adalah hal yang umum di media sosial, dan setiap orang memiliki hak untuk berbagi momen dalam hidup mereka. Namun, penting juga untuk memahami bahwa apa yang kita lihat di media sosial seringkali merupakan gambaran yang disunting dan diatur sedemikian rupa.
Tidak sehat jika kita membandingkan diri kita sendiri dengan gambaran yang dihasilkan oleh orang lain di media sosial. Oleh karena itu, menjaga kesadaran diri dan menghargai diri sendiri tanpa terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain di media sosial adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mental yang baik.
Tetapi bagi yang sudah terlanjur dan mungkin mental health nya sudah terganggu karena sosial media kalian bisa melakukan cara ini:
- Social Media Detox
- Stop mengikuti akun yang kalian rasa kalian terganggu dengan kontennya
- Follow akun-akun positif, seperti akun affirmation words, yang bisa menimbulkan semangat pada diri kita
- Love Yourself! , karena yang ada di sosial media hanya beberapa cuplikan dari kehidupan orang yang belum tentu itu benar loh!
Penulis: Diva Raisa Zananda
Editor: Khalilah Andriani

Leave a Reply