Shopee Indonesia melakukan PHK terhadap 3% karyawannya.

Komuniasik.com – Tepat pukul 10 pagi, 19 September 2022 menjadi hari yang tidak dipersiapkan oleh karyawan-karyawan dari salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia yaitu Shopee. Bahwa adanya PHK (lay-off) untuk Divisi Operasional Shopee, untuk karyawan kontrak dan juga karyawan tetap. PHK ini juga tidak diberi tahu sebelumnya tetapi terjadi begitu saja.

Operation Manager Shopee menekankan bahwa Lay-off ini harus dilakukan untuk “Efisiensi Perusahaan” untuk tetap beradaptasi secara cepat dengan keadaan ekonomi Indonesia. Dikabarkan bahwa Shopee menanggung banyak kerugian sebesar US$ 2 milyar per tahun dan tidak mendapat suntikan dana lagi dari pihak investor. Adanya peristiwa ini disebabkan karena kenaikan suku bunga dan likuiditas yang kering sehingga investor tidak lagi memberi suntikan dana terhadap startup Indonesia. Operation Manager Shopee juga menganggap peristiwa PHK ini sebagai ukuran efisiensi dan sejalan dengan fokus startup  untuk mencapai kemandirian dan keberlangsungan perusahaan.

Padahal, jika menarik kilas balik pada September 2021 silam, Shopee berhasil mengumpulkan hingga US$ 6 milyar melalui penjualannya. Dan tercatat pada saat itu, Shopee melakukan penggalangan dana terbesar di Asia Tenggara.

Pihak Shopee juga mengatakan bahwa mereka dulu lebih fokus pada pertumbuhan perusahaan yang mana melakukan pertumbuhan perusahaan ini dengan berbagai cara. Sebenarnya bukan cara yang salah pada saat itu. Namun, sekarang kondisi global Sudah sangat berubah dan perusahaan-perusahaan (khususnya startup) harus beradaptasi kembali.

Peristiwa “Startup Bubble Burst” ini sebenarnya sudah terjadi pada startup lain sejak bulan Juni 2022 silam. Tetapi Shopee baru memberlakukan PHK karyawan pada September

2022. Serta, PHK yang dilakukan Shopee ini sebenarnya telah terjadi di beberapa negara sebelum Indonesia. Shopee juga telah menutup kantornya di sejumlah negara seperti Cile, Kolombia dan Meksiko.

Meskipun adanya peristiwa PHK massal ini, operasional Shopee tetap berjalan semestinya mulai dari pelayanan pelanggan hingga penjualan. Sehingga pengguna Shopee tidak perlu khawatir soal keberlangsungan kegiatan ekonomi yang dilakukan melalui aplikasi Shopee.

Ada hampir 3% dari sekitar 6.000 karyawan Shopee yang terdampak PHK ini. Shopee siap untuk membayar pesangon karyawan beserta gaji tambahan 1 bulan untuk biaya perbantuan Shopee Team kedepannya. Selain itu, karyawan yang terdampak PHK masih bisa memanfaatkan fasilitas asuransi kesehatan hingga akhir tahun nanti. Dilansir dari akun Instagram @ecommurz, ada ratusan nama yang mengisi daftar pencari Kerja yang disediakan akun @ecommurz tersebut.

Diharapkan karyawan yang terdampak bisa menemukan kembali peluang serta titik terang di luar sana setelah peristiwa yang tak mengenakkan ini. Semoga startup lainnya bisa belajar dari kesalahan Shopee agar bisa memberi dampak posittif terhadap karyawan- karyawannya.

Apa yang terjadi sebenarnya?

Penulis : Nisrina Nibras Samiha

Editor : Elza Hayarana Sahira


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *