komunasik.com – Kalian pasti pernah mendengar kata Psychological First Aid? Nah, sebenernya apa sih Psychological First Aid dan Bagaimana cara memberikan PFA yang baik dan benar? Yuk, simak penjelasan berikut..
Di Indonesia banyak sekali bencana alam yang terjadi dikarenakan Indonesia terletak di atas cincin gunung api (ring of fire) Sehingga rawan mengalami bencana alam. Seperti yang kita ketahui banyak sekali bencana alam yang memakan banyak korban. Bukan hanya dampak secara fisik, namun secara psikis juga terkena. Oleh karena itu dibutuhkan pertolongan pertama secara psikologis atau biasa disebut Psychological First Aid.
Sejarah PFA Pertolongan pertama psikologis atau biasa disebut Psychological First Aid dikembangkan oleh National Child Traumatic Stress Network dan National Center for PTSD, dengan kontribusi dari individu – individu yang terlibat dalam penelitian dan tanggap bencana. Pada tahun 2010, Pusat Kritis Fakultas Psikologis UI melakukan penanganan pertama psikologis dengan memunculkan pendekatan dengan tiga prinsip utama yaitu : look (lihat), listen (dengar), link (hubungkan).
PFA merupakan serangkaian keterampilan yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif stress dan mencegah timbulnya gangguan kesehatan mental yang lebih buruk yang disebabkan oleh bencana atau situasi kritis. PFA bisa dilakukkan oleh siapapun yang telah mendapat pelatihan atau sosialisasi termasuk masyarakat umum.
Siapa saja sih sasaran PFA ini?
- Korban bencana alam
- Korban peperangan
- Dampak dari adanya pandemi penyakit
- Korban kekerasan rumah tangga
- Korban bullying
Setelah kita tahu siapa saja yang membutuhkan PFA, kita harus menyiapkan langkah langkah untuk melakukan PFA. Pertama, mempelajari situasi krisis yang terjadi/masalah psikologis dari si korban, kedua, mencari info tentang layanan pendukung terkait seperti dokter, psikolog, dan lain-lain. Lalu, ketiga pastikan anda dan korban dalam situasi aman.
Secara garis besar, ada 3 tahapan melakukkan PFA berdasarkan aturan WHO yakni, look, listen, dan link.
Pertama, look (lihat) amati orang di sekitar anda, analisis orang tersebut terkena masalah apa. Pahami situasinya dan apa reaksi dari si korban tersebut.
Kedua, listen (mendengar) setelah mengamati situasi da keadaan korban, lakukan pendekatan ke korban. Mulailah pembicaraan dan beri kesan aman dan nyaman ke korban untuk berbagi cerita ke anda. Tanyakan kebutuhan dan kekhawatiran mereka. Dengarkan cerita mereka dan tenangkan diri mereka sehingga merasa aman dan nyaman.
Ketiga, link (hubungkan) bantu korban untuk dapat mengetahui keluhan apa yang dia alami. Lalu berikan informasi terkait keluhan mereka ke layanan professional. Dan sebisa mungkin dampingi mereka ke professional dan membantu menghubungkan dengan orang sekitarnya.
Jadi dalam memberikan PFA itu bukan berarti kita semua yang menangani, Tapi kita juga bisa sebagai jembatan atau perantara dengan pihak yang lebih ahli dan bisa memberikan pertolongan. Jangan sungkan untuk meminta bantuan kesehatan mental.
Penulis : Syarifah Aulia
Editor : Elza Hayarana Sahira
Referensi :
- Everly Jr, G. S., Phillips, S. B., Kane, D., & Feldman, D. (2006). Introduction to and overview of group psychological first aid. Brief Treatment and Crisis Intervention, 6(2), 130
- “World Health Organization, Psychological First Aid: Guide for Fields Workers”, http://whqlibdoc.who.int/publications/2011/9789241548205_eng. Pdf, diakses pada tanggal 27 September 2022.

Leave a Reply