Pernahkah kalian merasa sangat lelah saat menghadapi segudang tugas sekolah atau pekerjaan rumah yang menumpuk? Sampai membuat kalian kehilangan rasa semangat dan motivasi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Jika kalian pernah atau sedang mengalaminya, hal ini disebut dengan demotivasi. Apakah hal ini memiliki dampak berbahaya? Tentu, apabila kalian tidak mengetahui bagaimana cara mengatasinya. Sebelum itu, kalian perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan demotivasi, jenis, penyebab, dan ciri-ciri seseorang yang mengalami demotivasi.
Demotivasi adalah kondisi dimana seseorang mengalami kelelahan yang berlebih baik secara fisik, mental, atau emosial. Ketika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang biasanya akan membuat seseorang kehilangan rasa semangat dan motivasinya. Hal ini terjadi bukan tanpa suatu alasan yang jelas, ada banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhinya. Karena terjadi dari berbagai macam alasan, demotivasi dapat terbagi menjadi 3 jenis.
Pertama, demotivasi sosial. Biasanya seseorang akan menarik dirinya dari lingkungan sosial dan hanya akan berinteraksi pada sebuah kelompok sosial tertentu yang dianggap dapat memberi sebuah manfaat dan keuntungan.
Kedua, demotivasi sekolah. Hal ini sering terjadi pada sebagian siswa yang merasa malas untuk melakukan kewajibannya di sekolah. Mereka merasa banyak tekanan yang muncul dari lingkungan pertemanan sekolahnya yang mungkin kurang nyaman, guru yang menuntut untuk tugas- tugas harus segera dituntaskan, dan lain sebagainya.
Ketiga, demotivasi pekerja. Seorang pekerja cenderung mengalami hal serupa seperti halnya para siswa, yang menjadi pembeda di sini adalah lingkungannya.
Dari ketiga jenis tersebut, secara tidak langsung kalian sudah dapat mengidentifikasi apa saja. Beberapa penyebabnya yakni, tekanan yang membuat seseorang merasa stress, bekerja terlalu keras, fokus hanya pada kesalahan, tidak memiliki tujuan yang realistis atau terlalu idealis, membandingkan diri dengan orang lain, menjadi seorang perasa, dan masih banyak faktor lainnya.
Lalu apa saja ciri-ciri seseorang mengalami demotivasi? Seseorang biasanya tidak menyadari bahwa dirinya mengalami demotivasi. Ciri-cirinya antara lain:
- Menarik diri dari lingkungannya atau mengasingkan diri,
- Merasa takut atau cemas berlebih,
- Mengabaikan diri dan lingkungannya,
- Hilang rasa minat terhadap hal yang disukai,
- Tidak memiliki rasa inisiatif.
Setelah mengetahuinya, kita dapat menganalisa terlebih dahulu penyebabnya agar lebih mudah menemukan cara untuk mengatasinya. Secara general, demotivasi membuat orang hilang rasa motivasinya. Oleh sebab itu, hal yang paling penting untuk mengatasinya adalah menumbuhkan kembali atau membangkitkan rasa motivasi itu sendiri.
Dikutip dalam buku Limitless karya Jim Kwik, ada rumus sederhana yang mampu membuat seseorang dapat membangkitkan motivasi pribadinya yakni, M = P x E x S3, berikut keterangannya:
- M : Motivation atau motivasi,
- P : Purpose atau tujuan,
- E : Energy atau energi,
- S3 : Small single step atau langkah kecil sederhana.
Apa maksud dari rumus tersebut? Secara singkat, rumus ini menjelaskan bahwa ketika ingin membangkitkan motivasi pribadi, maka seorang individu harus mampu menggabungkan tujuan (P), energi (E), dan langkah kecil sederhana (S3). Karena seorang individu akan memimiliki dorongan energi untuk menciptakan langkah-langkah kecil dalam mencapai sebuah tujuan yang ingin dicapainya. Nah, di situlah motivasi akan terbentuk secara alami dengan kecenderungan berlangsung dalam jangka panjang.
Semoga dengan memahami demotivasi secara mendasar, tiap-tiap individu mampu melewati dan mengatasi fase ini dengan baik. Tentunya dengan menerapkan rumus sederhana yang mampu membawa perubahan besar yang tak dapat diperhitungkan.
Penulis & Editor: Amalia Riskiyanti

Leave a Reply