Seiring perkembangan, jurnalistik mampu berkembang dan beradaptasi mengikuti pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta dinamika masyarakat. Berbagai karya para jurnalis pun makin berkembang. Seperti yang kita ketahui bahwa gagasan jurnalistik tidak hanya disajikan melalui tulisan namun juga berupa gambar/foto. Salah satu produk jurnalistik yang menurut saya sangat menarik adalah jurnalisme opini berupa karikatur/ kartun opini. Jurnalistik opini berupa kartun/karikatur sudah hadir sejak sebelum perkembangan media digital yang mendorong munculnya konvergensi media. Salah satu media massa yang masih menjaga eksistensi karikatur adalah media Tempo.co. Mayoritas dari khalayak mengakpresiasi keberanian Tempo menyajikan setiap ilustrasi kartun/karikatur di dalam berita yang mereka sajikan.
Membahas terkait produk jurnalistik opini berupa jurnalistik karikatur ini, menurut pernyataaan dari Sumadaria (2004) bahwa secara teknik jurnalistik, karikatur diartikan sebagai opini redaksi media dalam bentuk penggambaran ekspresi yang sarat dengan muatan kritik sosial dengan memasukan unsur kelucuan, anekdot, atau humor agar siapapun yang meilhatnya bisa tersenyum, termasuk tokoh atau objek karikaturkan itu sendiri. Biasanya karikatur dalam jurnalisme hadir atau disajikan bersamaan dengan berita terkait dunia politik. Adapun yang menjadi kekuatan dan keunggulan dari karya jurnalistik berupa karikatur yaitu mampu merangkum keseluruhan isi dari sebuah berita tertulis dan mengemas dengan bumbu seni yang menarik perhatian khalayak. Sesuai dengan pernyataan T. Susanto (Pramono, 1996:39), gambar kartun atau karikatur merupakan alat yang paling mudah dan cocok untuk menggambarkan suatu realitas yang terjadi dalam masyarakat. Masyarakat sebagai pembaca kartun politik memiliki pandangan sendiri tentang fungsi yang dimiliki kartun politik. Kartun/karikatur politik menurut pandangan masyarakat pembaca yaitu: gambar sindiran, gambar kritik, gambar penyampaian aspirasi, gambar penyampaian informasi, dan gambar humor yang mengandung pesan moral. Serta Diketahui pula bahwa masyarakat cenderung menyukai hal yang berbau humor dan terkadang cenderung malas untuk membaca sebuah berita 400-700 kata, oleh karena itu suguhan karikatur dengan selera humor dalam jurnalisme mampu membangkitkan dan minat pembaca berita.
Penulis : Reni Safitri

Leave a Reply