Sekarang semua orang bisa memiliki koleksi kaos, terlebih baik itu kaos merchandise penyanyi atau kaos merchandise band. Fenomena ini membuat banyak yang memakai atribut atau kaos dari sebuah band menjadikan fashion, bisa dilihat bahwa belakangan ini banyak para perempuan khususnya remaja yang memakai kaos berlogo sebuah band. Tidak penting jika mereka tidak mengetahui itu band apa, karena mereka hanya tertarik dan ingin berpenampilan. Itu bukanlah masalah yang serius yang harus terus menerus dipertanyakan. Berbagai alasan untuk membeli merch kaos band, ada yang benar-benar suka dengan band tersebut, ada yang hanya suka dengan desain atau artwork kaos tersebut, ada yang mengoleksi kaos tersebut untuk dijual kembali lagi, dan ada pula yang hanya ingin berpenampilan modis atau bisa disebut mengikuti trend-nya. Lalu apakah fenomena ini bisa disebut sebagai “poser”?
Seringkali kita melihat di sosial media para artis atau influencer banyak yang memakai kaos band yang memang mereka sendiri pun tidak suka atau tidak tahi dengan jenis lagunya dan kemudian menjadi buah pembicaraan para netizen. Banyak yang mengatakan pro dan kontra, suka atau tidak tergantung pribadi masing-masing.
Kata poser tersebut diperkirakan mucul ketika era 90an, saat itu musik agresif sedang berada dipuncak klasemen dan kemunculan Tony Hawk membuat dunia skateboard menjadi panas. Poser tercipta oleh para komunitas pecinta musik agresif itu sendiri atau komunitas lainnya. Poser yang artinya bisa dikatakan mereka hanya mengikuti sebuah trend tanpa mengetahui arti dari atribut yang dipakai. Seperti para pecinta musik punk, bahwa “anak punk” itu harus memakai atrtibut jaket jeans dengan atributnya dan rambut harus mohawk. Berlaku juga bagi di komunitas skateboard, mereka mengatakan “kok main skateboard tapi deck-nya dipegang doang? Kok cuma bisa ollie doang?”. Secara istilah kata “poser” memiliki arti mereka hanya ikut-ikutan atau berpura-pura menyukai sesuatu yang sedang trend tanpa mengetahui apa maksud yang sebenanya.
Sumber: Pinterest
Kaos band memang memiliki minat yang tinggi akhir- akhir ini karena sudah termasuk pakaian yang trendy. Terutama kaos band metal dan rock yang sedang melonjak tinggi peminatnya, karena dunia musik dan fashion sekarang sedang kembali ke tahun era 90an. Era 90an memang sangat bagus dari sisi musik dan fashion, mulai dari terciptanya band-band agresif hingga ke pakaian bekas atau biasa disebut thrift yang dipopulerkan oleh vokalis band grunge Nirvana yaitu Kurt Cobain.
Mulai dari yang tua hingga muda banyak sekali yang memakai kaos band. Kaos band sendiri sudah menjadi bagian dari style fashion. Banyak yang memakai kaos band ke acara atau sekedar nongkrong dan itu menjadikan sebuah kesenangan tersendiri bagi mereka yang memakainya.
Bahkan ada masa-masanya menjadi poser yang ingin mengetahui tentang yang ia sukai. Tetapi poser seringkali dianggap menyebalkan karena terlalu menggap mereka paling tahu atau paling beda. Dalam proses memperdalamnya, mereka tidak mau melihat pandangan yang lebih luas lagi untuk melihat seperti apa saja isinya ituyang belum mereka temui. Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya merendahkan dan menghakimi selera orang lain yang menurut mereka itu bukan seleranya.
Tetapi menjadi seorang “poser” tidak sepenuhnya salah, justru mereka telah memberikan kontribusi yang besar. Menjadi seorang “poser” menjadikan itu sebuah peningkatan engagement dari sebuah band. Seperti ketika kita membeli suatu merchandise dari sebuah band tetapi kita tidak mengetahui itu band apa karena hanya suka dengan artwork-nya, lalu kita meng-upload ke media sosial. Video itu kemudian ramai diperbincangkan karena banyak yang mengatakan “ah poser lu”. Itu yang membuat band tersebut semakin dikenal oleh masyarakat luas dan mungkin bisa menimbulkan poser-poser baru.
Memakai kaos band tidak ada yang salah itu sah-sah saja. Menjadi seorang pun juga tidak ada yang salah, justru membuat kita senang mencari sesuatu yang belum kita ketahui. Wajar saja jika terluhat norak atau ingin dibilang paling gaul, sebab itu sebuah fase perjalanan mencari jati diri. Permasalahan utama yang sangat tidak boleh dilakukan ialah terlalu mengkotak-kotak selera orang dan menganggap itu sebuah kesalahan. Poser yang benar-benar niat pasti akan belajar menghargai sebuah pendapat agar terciptanya ekosistem yang baik.
Penulis: Muhammad Zidan Muharram

Leave a Reply