MENGENAL LEBIH DALAM TENTANG PENYAKIT GAGAP

/pixabay.com/id/

Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan orang yang ketika berbicara seperti sulit dalam merangkai kata-kata. Tidak jarang ketika mengucapkan satu huruf saja membutuhkan beberapa menit untuk bisa diucapkan. Ya, itulah gangguan sesorang dalam berkomunikasi, biasanya orang-orang menyebutnya dengan kata “Gagap”. Salah satu kelainan bawaan yang menyerang sistem kerja saraf atau otak adalah gangguan berbicara pada penyandang gagap. Gagap atau stuttering merupakan salah satu bentuk kelainan bicara yang ditandai dengan tersendatnya pengucapan kata-kata. Gagap terjadi ketika sebagian kata terasa lenyap, penutur mengetahui kata itu, akan tetapi tidak dapat menghasilkannya (Cahyono,1994:262). Wujudnya secara umum, tiba-tiba anak kehilangan ide untuk mengucapkan apa yang ingin dia ungkapkan sehingga suara yang keluar terpatahpatah dan diulang-ulang sampai tidak mampu mengeluarkan bunyi suara sedikitpun untuk beberapa lama

Gejala Gagap

Beberapa orang yang menderita penyakit gagap biasanya mengalami kesulitan dalam berbicara, berupa mengulang atau memperpanjang penyebutan suatu kata. Misalnya “ma-ma-ma-makan” atau “mmmmmmmakan”. Penderita gagap juga biasanya sering mengambil jeda dalam berbicara, menggunakan kata pengisi seperti “ummm” atau “aaa” dalam jeda tersebut, dan menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya tak jarang juga sang lawan pembicara tidak ragu membuat bahan lelucon kapada penderita ini dengan menirukan gaya bicara yang dianggap terkesan aneh dari orang pada umumnya, sehingga penderita ini akan mengalami tekanan sosial akibat penyakit yang diderita

Gagap juga memiliki gejala fisik. Gejala fisik yang umumnya muncul pada penderita gagap adalah bibir bergetar seperti ada sesuatu yang menggerakan pada bibirnya, mata berkedip secara berlebihan, ketegangan pada wajah, sering mengepalkan tangan, dan otot wajah berkedut.Gejala gagap dapat memburuk ketika penderitanya merasakan lelah, stres, penuh tekanan, terburu-buru, atau bahkan terlalu bersemangat dalam suatu hal. Namun, gagap dapat tidak muncul ketika penderita gagap tengah bernyanyi atau berbicara dengan dirinya sendiri.

Kemampuan bicara dan bahasa adalah dua hal yang diukur secara terpisah dan secara bersama-sama dianggap mencerminkan kemampuan lisan seorang anak secara keseluruhan. Kemampuan bicara terdiri dari berbagai bunyi yang dibuat orang dengan mulut mereka untuk berkomunikasi

Berbahasa dapat diaplikasikan dalam dua hal yaitu:

  1. Bahasa ekspresif pada kemampuan individu di dalam menghasilkan suatu bahasa. Misalkan : menyampaikan isi pikiran atau pendapat secara verbal.
  2. Bahasa reseptif mengacu pada kemampuan individu memahami suatu bahasa. Misalkan : orang yang mengeti bahasa asing tetapi ia tidak dapat berbicara dalam bahasa asing tersebut.

Beberapa metode yang digunakan untuk mengobati gagap adalah:

  1. Coba dengarkan apa yang penderita sampaikan. Dan selalu lakukan kontak mata secara alami dengan penderita selagi berbicara.
  2. Hindari untuk melengkapi kata yang ingin disampaikan penderita. Biarkan penderita untuk mencoba sedikit demi sedikit untuk belajar merangkai kata.
  3. Pilih tempat untuk berbicara yang tenang dan nyaman. Jika perlu, atur momen ketika penderita tengah merasa sangat tertarik untuk menceritakan sesuatu.
  4. Hindari reaksi negatif dari lawan pembicara ketika gagap mulai kambuh. Berikan koreksi dengan lembut dan puji penderita ketika menyampaikan suatu maksud dengan lancar.

Sumber:
–  Aladokter,
 – B.Y. Cahyono, 1994. Kristal – Kristal Ilmu Bahasa. Surabaya: Airlangga University Press )
–  Laura Dyer, Meningkatkan Kemampuan Bicara Anak (Jakarta: Gramedia, 2009), hlm. 2
–  Ulfatun Azizah, Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6, No. 2, Juli – Desember 2017 hl. 284-285

Penulis: Nuril Huda (Komuniasik Campus Ambassador Batch 1.0)

Editor: Surnawati (Komuniasik Campus Ambassador Batch 1.0)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *