MENGENAL DIRI LEBIH JAUH DENGAN KOMUNIKASI INTRAPRIBADI

Komunikasi termasuk kedalam hal pokok dalam kehidupan manusia. Hampir segala hal dalam kehidupan ini berjalan dengan adanya komunikasi. Baik itu verbal ataupun non-verbal. Berkomunikasi tidak hanya sekedar kegiatan tukar menukar informasi antara komunikator (penyampai informasi) dan komunikan (penerima informasi), lebih dari itu Bulaeng berpendapat bahwa komunikasi dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan makna.

Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan salah satu kelebihan luar biasa bagi manusia. Dengan kemampuan komunikasi yang baik tidak sedikit suatu hal atau masalah dapat berjalan dan diselesaikan dengan baik. Besarnya peran dan manfaat dari komunikasi ini tentu kita tidak perlu heran mengapa komunikasi dijadikan sebagai ilmu terapan sejak lama.

Salah satu komunikasi yang juga menarik perhatian untuk terus dikaji dalam ilmu komunikasi adalah komunikasi intarpribadi atau komunikasi intrapersonal. Telah banyak pakar ilmu komunikasi yang mengkaji mengenai komunikasi intrapribadi, salah satunya adalah Hafied Cangara yang mendefinisikan Komunikasi Intrapribadi sebagai suatu proses komunikasi yang terjadi didalam diri individu.

Dari definisi yang dikemukakan oleh Hafied Cangara diatas tentu kita dapat langsung memahami bahwa komunikasi intrapribadi merupakan komunikasi yang terjadi antara diri sendiri. Singkatnya sih ngomong sendiri sama diri sendiri.

Komunikasi intrapribadi sering tidak kita sadari merupakan termasuk komunikasi yang paling sering kita lakukan setiap harinya. Mulai dari bangun tidur sampai hendak kembali tidur kita menggunakan ruang pribadi kita yang didalamnya terdapat ruang psikologis dan ruang emosional kita untuk berkomunikasi dengan diri kita pribadi.

Kita pasti sering sekali membuat pertanyaan sendiri yang kemudian dijawab oleh diri sendiri, biasanya sih saat kita hendak membuat keputusan atau saat menemukan suatu objek yang menarik perhatian kita Saat hal ini terjadi biasanya akan muncul dalam pikiran kita sebuah pertanyaan ko bisa ya…? Oh ia kan…? Bener ga? Hehe. Objek ini tentu bisa apa saja, fenomena alam, perilaku manusia, hewan, dan sesuatu yang lainnya yang menarik perhatian.

Komunikasi secara umum memiliki empat fungsi, yakni to inform, educate, entertain, dan to influence. Sedangkan komunikasi intrapribadi memiliki fungsi-fungsinya secara khusus diantaranya: untuk menyadari aspek kemampuan dalam diri, membangun rasa percaya diri, memanajemen diri, memotivasi diri, menciptakan sikap focus, mandiri dan beradaptasi.

Untuk kita yang sering mengikuti seminar, kelas, atau mentrorship mengenai self-development kita pasti sering sekali diminta untuk mengenal diri kita dengan baik. Kita sering diminta untuk menuliskan apa kelebihan dan kekurangan kita, apa kesukaan atau hobi kita, sikap kita saat menghadapi kegagalan dalam hidup kita, dan hal-hal yang menyangkut diri kita lainnya.

Lalu, apakah mengenali diri sendiri sepenting itu dalam hidup kita? Saya akan dengan sangat berani menjawab “Iya”.

Hampir satu bulan ini saya mengikuti mentorship yang diadakan oleh komunitas Kejarmimpi Aceh. Dari delapan mentor, sudah enam mentor telah berbagi ilmu dengan tema bahasan yang berbeda-beda disetiap pertemuannya. Mentorship pertama diawali oleh ka Indra Dwi Prasetyo dengan materinya mengenai “Discover your passion and deal with your past self” dilanjutkan oleh ka Birrul Qodriyyah dengan “Self-Management” kemudian ka Haris Hendrik dengan “Cut of Toxic Friend”, ka Choqi Isyraqi dengan “Individual Development Plan”, ka Hijrah Saputra dengan “Networking: proper people, proper community” dan baru saja sore tadi ka Harri Firmansyah dengan materi “What I have to do if I’m failed”.

Semua materi diatas dirancang dan disampaikan oleh para ahlinya dengan tujuan agar kita para peserta dapat merancang mimpinya dengan matang. Terus hubungannya sama komunikasi intrapersonal apa? Dari semua pemateri diatas hampir semuanya selalu meminta kita untuk mengenali diri kita lebih dalam lagi. Katanya dengan kita mengetahui diri kita, kita bisa lebih dalam  mengetahui passion kita apa, kita juga bisa me-manage diri kita lebih baik lagi karena kita mengetahui keinginan atau impian kita apa yang karenanya kita bisa dengan mudah merancang hal-hal penunjang apa yang seharusnya dilakukan agar keinginan kita terwujud. Dengan mengetahui diri kita lebih jauh lagi, kita juga bisa memiliih teman dan komunitas seperti apa yang sesuai dengan diri kita, dan saat ada masalah kita tau harus bagaimana kita bersikap karena kita bisa mengontrol emosi yang ada dalam diri kita.

Disamping fungsi serta manfaat komunikasi intrapribadi diatas, Sayangnya tidak sedikit dari kita yang mungkin sudah memasuki usia dewasa masih belum mengenal dengan baik dirinya seperti apa. Sering saat diminta untuk melakukan swot analisys kita termenung dan bingung sendiri karena tidak mengetahui apa kelebihan, kekurangan, hal yang disukai dan juga tidak.

Untuk yang sampai saat ini merasa masih belum mengenal diri secara lebih jauh padahal usia cenderung sudah cukup dewasa, mari tenangkan diri! Tidak ada kata terlambat untuk belajar, termasuk untuk belajar mengenali diri sendiri.

Menurut psicologi.com untuk memulai mengetahui diri sendiri kita bisa memulainya dengan mencatat, mendeskripsikan diri kita seperti apa, baru kemudian dilanjutkan dengan beberapa pertanyaan seperti apa hobi, kapabilitas dan kapasitas kita. Terdengar sederhana, tapi memang tidak mudah. Terkadang kita justru menghindarinya karena tidak siap dengan hasilnya, kita menghindari untuk mengetahui realitas diri kita yang masih jauh dari expectasi. Pertanyaanya, sampai kapan kita akan hidup tanpa mengenali diri sendiri? Hidup seperti air yang mengalir begitu saja, tanpa sebuah perencanaan hidup yang pasti.

Sepertinya sudah sepatutnya kita untuk memulai berkomunikasi secara serius dengan diri kita sendiri. menciptakan hidup yang lebih terencena, lebih bahagia, dan lebih bermanfaat. Adanya distracting dalam hal berkomunikasi itu hal yang wajar termasuk saat berkomunikasi dengan diri sendiri.  Munculnya perasaan binung, kecewa dengan diri sendiri, marah karena merasa tertinggal jauh dan emosi-emosi yang mengganggu lainnya itu sangat wajar karena kita memang diciptakan yang pencipta dengan bekal memiliki perasaan. Yuk kita sama-sama memperbaiki diri dengan mengenal diri lebih jauh lagi. Karena untuk memulai hidup yang Bahagia dan bernilai  dimulai dengan mengenal diri kita sendiri bukan?

References

Rahmania. (2019). Komunikasi Interpersonal dalam Komunikasi Islam. Jurnal Peurawi, 14.

Penulis : Surnawati (Komuniasik Campus Ambassador Batch 1.0)

Editor : Isyraqi Khairy Siregar (Tim Komuniasik)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *