Saat-saat berbicara di depan banyak orang memang menjadi suatu hal yang ditakuti. Apalagi oleh orang-orang yang sama sekali tidak pernah melakukannya dan tidak memiliki pengalaman sebelumnya. Merasa nervous, gemetar seluruh badan, jantung dag dig dug, hingga blibet adalah momok yang sangat dihindari. Jika nervous, badan gemetar dan jantung dag dig dug telah banyak dibahas bagaimana cara mengatasinya, maka pada artikel kali ini akan dibahas bagaimana cara mengatasi blibet ketika berbicara.
Blibet merupakan sebuah gangguan saat sedang berbicara dimana kata-kata yang diucapkan secara tiba-tiba menjadi tidak jelas untuk didengar. Lidah terasa seperti terlilit banyak kata yang ingin segera diucapkan secara bersamaan. Saat presentasi, seseorang dituntut untuk mampu menyampaikan materi dengan jelas berupa poin-poin sehingga audiens paham atas maksud yang diinginkan. Ketika presentasi sedang berjalan dan tiba-tiba terjadi blibet, maka prosesnya dapat terganggu. Selain itu pula dapat membuat malu dihadapan para audiens.
Sebenarnya, blibet merupakan gangguan yang tidak seberapa besar efenya ketika sedang melakukan pembicaraan di depan umum. Namun jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi menimbulkan masalah atau berefek besar. Sebab blibet dapat membuat lidah terselip kata-kata yang mungkin saja tidak pantas untuk diucapkan tetapi karena refleks terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan. Jika sudah seperti ini maka gangguan blibet harus segera diatasi.
Terdapat banyak sekali cara mentreatment diri sendiri agar dapat terbebas dari gangguan blibet. Berikut ini akan diuraikan cara-cara yang bisa diaplikasikan dalam menanggulangi gangguan blibet ketika presentasi atau kesempatan berbicara di depan umum lainnya :
- Fokus pada materi. Ini adalah hal utama yang harus diterapkan jika akan melakukan sebuah presentasi atau pada event berbicara di depan umum lainnya. Mengapa harus fokus ? karena hal ini dapat membuat otak kita tertuju hanya pada satu hal. Dengan fokus pula, apa yang akan dikatakan dapat terarah, tidak ngelantur atau melebar ke mana-mana. Seringkali ketidak-fokusan pada materi membuat orang dapat blibet karena membicarakan hal-hal yang tidak termasuk dalam bahasan.
- Lakukan senam mulut. Yang dimaksud dengan senam mulut disini yaitu berlatih pengucapan yang menjadi celah terjadinya blibet. Lakukan peregangan pada mulut dengan mengucapkan huruf vokal A-I-U-E-O secara berulang. Bisa juga dengan bersenandung atau berdehem dan mencoba teknik lip trill dengan membunyikan kata “brrr” secara berulang-ulang.
- Berbicara dengan pelan dan rileks. Saat memulai presentasi, ucapkan setiap kata dan kalimat dengan pelan dan rileks. Tidak terburu-buru dan cepat sehingga apa yang diucapkan tidak dimengerti audiens. Berbicara pelan bukan berarti bertele-tele atau tidak bertenaga. Hal ini jika diterapkan dengan benar akan menjamin terbebas dari yang namanya blibet.
- Hindari kata-kata yang sukar untuk diucapkan dan dapat memicu blibet. Semisal ada kesulitan dalam mengucapkan kata yang banyak mengandung huruf tertentu, maka bisa disiasati dengan mengganti dengan padanan kata yang lebih enak untuk diucapkan dan sesuai dengan lidah kita sebagai pembicara.
Itulah beberapa cara agar dapat menghindari blibet ketika berbicara di depan umum. Apabila dilakukan secara konsisten, maka kebiasaan blibet akan dapat berkurang seiring berjalannya waktu.
Penulis: Firhand Ali Affandy
Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)

Leave a Reply