Siapa kalau lagi ngobrol dengan yang lebih tua, ngerasa nggak nyambung, bahasanya ketinggian, suka ada perselisihan karena faktor perbedaan generasi? hayo, kamu banget atau dia banget?
Lebih jelasnya kita bahas, ini merupakan pengalaman umum yang sering terjadi. Perbedaan generasi dalam komunikasi seringkali menjadi hambatan dalam berinteraksi dengan orang-orang yang berada dalam kelompok usia yang lebih tua. Dan sering kali generasi muda meremehkan generasi tua sedangkan generasi tua suka gagal paham sama yang muda.
Perbedaan komunikasi antar generasi dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya terdapat pada teori tentang perbedaan generasi dipopulerkan oleh Neil Howe dan William Strauss (1991, 2000) membagi generasi berdasarkan kesamaan rentang waktu kelahiran dan momentum historis. Selain itu menurut Caspi & Robers (2001, 2005 dalam Yanuar 2016), adanya faktor yang disebabkan kejadian historis, sosial, dan efek budaya yang berpengaruh terhadap terbentuknya perilaku, nilai, dan kepribadian.
Generasi yang berbeda tumbuh dalam dunia yang berbeda, dikelilingi oleh teknologi, budaya, dan pengalaman sosial yang berbeda. Maka muncul istilah-istilah generasi Baby Boomer, generasi X, generasi Y, generasi Z, dan generasi Alpha. Perbedaan antar generasi akan menghasilkan perbedaan yang signifikan dalam cara kita menghadapi berbagai masalah kehidupan. Jika perbedaan ini tidak dikelola dengan baik melalui komunikasi yang efektif, maka kesalahpahaman antar generasi dapat menjadi lebih sulit untuk dihindari atau menjadi boomerang.
Sebelum itu terjadi, kita harus mengetahui karakteristik umum dari masing-masing generasi. Generasi Baby Boomer, lahir pada tahun 1946 – 1964 yang tumbuh selama masa pertumbuhan ekonomi pasca perang dunia kedua. Rentang usia generasi ini antara 59 sampai 77 tahun. Baby Boomer secara umumnya berkarakteristik: orang yang kaku, kolot karena masih mengikuti aturan adat istiadat, berdedikasi terhadap pekerjaan dan karir, cenderung ingin memberikan dampak positif pada masyarakat, cenderung menyukai komunikasi secara langsung atau melalui panggilan telepon, dll.
Generasi X, lahir pada tahun 1965 – 1980 yang tumbuh dalam era peralihan teknologi dari telepon rumah ke komputer pribadi. Rentang usia generasi ini berusia antara 40 sampai 58 tahun. Generasi X secara umumnya berkarakteristik: mampu beradaptasi, lebih individualitas, cenderung mencari keseimbang anttara pekerjaan dan kehidupan pribadi, tangguh dan pekerja keras, senang mengambil resiko dan bertanggung jawab, dll.
Generasi Y, lahir pada tahun 1981 – 1996 yang tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi digital, seperti internet dan ponsel cerdas. Rentang usia generasi ini berusia antara 27 sampai 41 tahun. Generasi Y secara umumnya berkarakteristik: pola komunikasinya terbuka dibandingkan generasi sebelumnya, cenderung mencari respon cepat dalam komunikasi, memiliki beragam keterampilan, cenderung tidak sabar dalam menunggu hasil, cenderung narsis, dll.
Generasi Z, lahir pada tahun 1997 – 2012 yang tumbuh dalam era internet atau hadirnya konten visual Rentang usia generasi ini berusia antara 11 sampai 26 tahun. Generasi Z secara umumnya berkarakteristik: cenderung lebih suka komunikasi singkat, langsung, dan menggunakan emoji atau gambar, multitasking, digital tulen, ambis mencapai prestasi, cenderung tidak menjaga privasi, mandiri, menyukai tantangan, kemampuan bahasa lebih tinggi, dll.
Generasi Alpha, lahir setelah generasi Z. Sejak awal generasi ini dikelilingi oleh berbagai teknologi, membuat mereka generasi yang benar-benar melek teknologi, Karena mereka tergolong anak remaja dan masih kecil, Generasi Alpha secara umumnya berkarakteristik anak yang belajar melalui internet of toys, generasi sebelumnya yang dapat diprediksi, generasi alpha terus berubah. Dan mereka bisa dibilang masih jadi misteri untuk karakteristik menonjolnya karena belum banyak penelitian mengenai generasi ini dan patut kita nantikan.
Sekarang kita sudah mengenal karakteristik dari masing-masing generasi. Jadi perbedaan komunikasi antar generasi adalah fenomena yang wajar. Setiap generasi tumbuh dalam konteks budaya, teknologi, dan pengalaman sosial yang berbeda. Hal ini akan mempengaruhi cara mereka berpikir, berperilaku, persepsi dan tentu saja berkomunikasi. Namun, dengan pemahaman yang tepat dan beberapa tips praktis, kita dapat menjadi lebih baik dalam berkomunikasi dengan generasi yang lebih tua dan membangun hubungan yang lebih baik.
Dan tau nggak sih kalau fenomena ini ada filmnya, salah satunya film berjudul “My Generation” yang disutradarai Upi Avianto dan diproduksi oleh IFI Sinema pada tahun 2017. Film ini dirilis pada 9 November 2017, mengangkat dari realitas kehidupan generasi milenial yang cenderung kritis dalam menanggapi berbagai situasi dan lebih berani dalam menyampaikan pendapat mereka, bahkan terhadap orang tua mereka, tidak termasuk dalam pengecualian.
Penulis: Ambarwati
Editor : Putri Amany Nuha
Sumber:
Pratiwi, Meliana, dkk. 2019. Cross Culture Generasi Milenial Dalam Film “My Generation”. Jurnal Rekam, Vol. 15 No. 1.
Yanuar. 2016. Theoretical Review: Teori Perbedaan Generasi, Jurnal Among Makarti, Vol. 9 No. 18.
Ramadhani, Fani, Nurhadi. 2023. Inilah Pembagian Generasi Berdasarkan Tahun Kelahiran. https://gaya.tempo.co/read/1741267/inilah-pembagian-generasi-berdasarkan-tahun-kelahiran.

Leave a Reply