Mediamorfosis Surat Kabar Sebagai Langkah Mendukung Terwujudnya Era Masyarakat Informasi

Media massa diibaratkan menjadi ladang sumber informasi bagi khalayak. Keberadaan media massa pun seakan sulit di hindari oleh khalayak sehingga media massa mampu mendominasi lingkungan informasi. Pada saat ini bisa ditegaskan bahwa terjadi transformasi media massa menuju era masyarakat informasi. Dilihat dari konsumsi media pada khalayak yang  semakin menunjukkan persentase kenaikan yang signifikan dari berbagai platform. Akan tetapi hal tersebut berdampingan dengan terjadinya konvergensi media dari media konvensional beralih ke media digital. Industri pada media konvensional (media cetak) seakan mengalami gempuran dengan semakin maraknya media digital saat ini. Khalayak pun saat ini banyak yang beralih mengonsumsi media secara digital daripada media cetak.

Media konvensional seperti surat kabar saat ini banyak yang melakukan mediamorfosis, seperti penyataan dari Roger Filder, ketika ada kemunculan media baru (media digital) maka media yang terdahulu akan mengikuti untuk beradaptasi dan berkembang, bukan mati. Media seperti dituntut agar tidak stagnan sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman ataupun teknologi. Perkembangan teknologi serta kehadiran internet yang semakin pesat mengakibatkan evolusi media cetak menjadi media digital. Proses mediamorfosis pun tidak mudah dan menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan industri media cetak seperti surat kabar, majalah ataupun periklanan. Butuh dana ekonomi yang cukup besar serta SDM ahli IT yang mumpuni untuk menunjang membuka akses media online bagi perusahaan industri media. Meskipun pada industri media cetak melakukan pengembangan menjadi media online, hal tersebut tidak berarti eksistensi media cetak berakhir. Mengadopsi teknologi digital menjadi media berbasis online bertujuan untuk mepertahankan eksistensi serta dapat bersaing pada bisnis di era dewasa masa kini. Persaingan bisnis media pada zaman sekarang tidak bisa dipungkiri, Inovasi konvergensi media menjadi solusi serta mendorong agar menuju masyarakat era informasi.

Lee (2010), menyebutkan bahwa perilaku konsumsi terhadap berita online mencerminkan perilaku konsumsi berita offline. Dalam hal ini bisa diartikan meskipun banyak khalayak yang beralih mengonsumsi berita secara online namun apa yang mereka akses atau baca tetap sama dengan selera mereka saat baca di surat kabar cetak (koran). Orang cenderung pada kebiasan mengkonsumsi media dengan berbagai pilihan platform media online yang ada untuk memuaskan keinginan untuk memperoleh informasi dan berpikir secara kritis.

Surat kabar merupakan salah satu bentuk media sebagai komunikasi massa yang sejak lama dipercaya oleh khalayak. Khalayak dalam mengonsumsi media online khususnya surat kabar baik surat kabar cetak maupun surat kabar secara online saling berdampingan. Hanya saja berbeda porsi pada tiap generasi, pada generasi milenial dan orang yang melek akan teknologi akan lebih tertarik untuk mengonsumsi berita yang diakses secara online. Beberapa surat kabar yang sudah berkembang menjadi surat kabar online adalah Republika online, Jawa Pos, Kompas, Detik.com, dan Tribun. Salah satu manfaat dengan berkembangnya surat kabar secara online ini, maka semakin banyak khalayak yang dapat mengakses berita dengan mudah. Kendala dari surat kabar cetak yaitu hambatan dalam pendistribusian untuk wilayah tertentu. Surat kabar online pun seakan mendorong kemunculan kreativitas-kreativitas yang baru seperti penambahan video pada berita yang diterbitkan. Hal lain menjadi tuntutan para jurnalistik untuk semakin mengembangkan berita dari berbagai konteks yang ada. Selain itu perkembangan digitalisasi dalam produksi berita dan kemampuan menyebarkan berita secara cepat kepada khalayak akan menjadi tantangan tersendiri bagi para jurnalis media online.

Pada surat kabar Republika membuat subdivisi baru yang bertujuan untuk memudahan ‘produksi’ berita untuk konsep multiplatform tersebut, yaitu Newsroom. Newsroom merupakan perubahan yang dibentuk oleh Republika ketika memutuskan berekspansi ke media online. Newsroom bertugas mengoordinasikan peliputan reporter dan memastikan kelancaran pasokan berita dari reporter baik untuk koran atau secara online. Media massa seperti surat kabar online memang menyediakan fasilitas online yang dinilai lebih cepat, praktis, sekaligus efektif. Namun pada media massa pada surat kabar online ini biasanya lebih mengutamakan kecepatan informasi yang dapat disampaikan kepada khalayak. Di Indonesia  surat kabar yang sangat menggutamakan tenggat waktu dalam penyebaran berita salah satunya adalah surat kabar online Detik.com. Terkadang pada beberapa surat kabar online hanya informasi atau berita yang disampikan hanya sepotong-potong dan berulang ulang. Berbeda dengan surat kabar cetak dimana berita tertulis secara lengkap dan terperinci.

Diharapkan dengan perkembangan teknologi serta kemajuan pada media massa digital munculnya media online seperti surat kabar menjadikan sumber bagi khalayak untuk dapat memperoleh dan mengakses informasi, berita, serta menjadikan platform sebagai pembelajaran dan menambah wawasan. Meningkatkan minat baca bagi setiap generasi dengan berbagai tampilan yang menarik pada media massa.  Masyarakat Indonesia saat ini bisa dikatakan berada dalam fase transisi menuju masyarakat era informasi. Dengan mediamorfosis yang dilakukan oleh industri media dapat sekaligus mendukung dan mendorong agar terwujudnya menuju era masyarakat informasi. Semakin banyak orang yang semakin melek teknologi dan memanfaatkan media massa, bahkan menjadi konsumsi sehari-hari. Namun diharapkan masyarakat dapat menggunakan teknologi dan media masa dengan bijak serta mampu berpikir lebih kritis terhadap beredarnya berita yang ada. Selain itu para jurnalis online tetap bisa memegang kode etik jurnalistik sehingga berita atau informasi yang beredar tetap mempertahankan dan mengutamakan kredibilitas. Terbuka juga kesempatan lebih besar bagi khalayak yang ingin mengirimkan tulisan ke berbagai surat kabar online.

Penulis : Reni Safitri (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2.0)

Editor : Reni Safitri


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *