Filantropi termasuk ke dalam istilah baru dan asing bagi kebanyakan orang Indonesia. Kedermawanan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Beberapa studi menunjukkan bahwa kegiatan amal telah berlangsung sejak saat ratusan tahun yang lalu. Ini dapat ditemukan dari filantropi yang menjadi bagian dari tradisi sosial Tiongkok dan kemudian menyebar di berbagai daerah di Indonesia. Kedermawanan juga menjadi bagian dari berbagai ajaran agama di Indonesia.
Gerakan filantropi di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan terutama setelah rezim Presiden Soeharto. Hal tersebut disebabkan adanya iklim politik yang lebih terbuka sehingga lebih memungkinkan masyarakat sipil dapat menyalurkan “kreativitas”nya dalam membantu masyarakat lainnya. Keinginan kuat untuk membantu sesama anggota masyarakat yang membutuhkan ini dipertajam dengan adanya bencana-bencana alam di Indonesia.
Semakin majunya perkembangan zaman, semakin banyak dampak dari new media dalam memanfaatkan kegiatan filantropi di Indonesia. Melalui media sosial dilaksanakan gerakan kedermawanan sosial, misalnya melalui situs seperti http://pusat.baznas.go.id, website izi.or.id (Inisiatif Zakat Indonesia), kitabisa.com, rumahzakat.org, dan lain-lain. Selain menggunakan situs- situs tersebut, gerakan kedermawanan sosial juga dilakukan melalui jejaring sosial seperti facebook, instagram, youtube, maupun jejaring sosial lainnya.
Peran media sosial sangat besar dalam mempengaruhi netizen, hanya dengan memunculkan beberapa headline atau artikel di Facebook, beberapa kicauan di Twitter, atau mengunggah video-video di YouTube, secara tidak langsung sudah dapat mempengaruhi orang lain. Selanjutnya netizen yang mendapatkan informasi tersebut dapat membagikan artikel yang dilihat ke sesama teman di akun Facebook, retweet kicauan, mengunduh dan menonton video di YouTube, atau hanya dengan menekan tombol “like” maka semakin tersebar informasi tersebut ke semua penjuru. Dan masih banyak contoh gerakan sosial lainnya yang diawali dari media sosial. Media digital telah lama terlibat dalam filantropi masyarakat, terutama saat terjadi bencana. Selain memenuhi fungsinya sebagai media penyampaian informasi, pendidikan dan hiburan kepada masyarakat, media digital juga menjalankan fungsi amal. Faktor kedekatan antara media digital dengan masyarakat memungkinkan keberhasilan kampanye penggalangan dana yang dimotori oleh media digital.
Filantropi di media digital melengkapi acara penggalangan dana yang diadakan oleh lembaga sosial keagamaan, instansi pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, dan beberapa kelompok masyarakat lainnya. Berbagai bentuk bantuan dan donasi masyarakat juga berhasil disalurkan kepada yang berhak menerimanya melalui penyuluhan di internet dan media sosial. Berhubungan melalui media digital telah menjadi tren sosial untuk melengkapi filantropi pada media arus utama.
Penulis: Aldi Alfian Chaidir (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Leave a Reply