Keterbatasan Bukanlah Alasan

source: kibrispdr.go.id

Sebenarnya banyak sekali kisah-kisah inspiratif yang ada disekitar kita, jika kita mau sejenak memberi perhatian lebih pada apa-apa yang ada disekeliling kita. Seperti kisah tentang tetangga penulis yang penuh dengan tauladan dan patut dijadikan contoh, terutama dalam hal menaati perintah Allah SWT. Adalah Pak Ipin, sosok yang mengispirasi penulis dan begitulah dia disapa oleh para tetangga dan orang yang mengenalnya. Beliau lahir dari keluarga sederhana dan tinggal di sebuah kampung yang sangat dekat dengan area wisata religi Sunan Ampel di Kota Surabaya. 

Namun, Pak Ipin memiliki ketidaksempurnaan fisik sejak lahir yaitu posisi kakinya yang melengkung pada bagian telapak kaki, yang membuatnya harus dibantu alat untuk dapat berjalan atau dengan memakai kursi roda. Sehari-harinya Pak Ipin tinggal bersama keponakannya dan ikut membantu dalam mengerjakan usaha wenter yang sudah sejak lama ditekuni oleh keponakannya. Meski memiliki keterbatasan fisik, Pak Ipin adalah sosok spesial di mata para warga Kampung Botoputih, terutama di mata para jama’ah Masjid Salafiy Botoputih.

Kedudukan spesial tersebut dikarenakan, meskipun dengan segala keterbatasan fisik yang dialaminya, tidak membuat Pak Ipin meninggalkan kewajiban sholat berjama’ah lima waktu di masjid. Pak Ipin bahkan tidak pernah terlambat atau tertinggal dalam melaksanakan sholat lima waktu berjamaah di masjid tersebut. Hanya ketika sakit dan saat ada keperluan mendesak sajalah Pak Ipin absen dalam sholat berjamaah. Hujan ? bukanlah rintangan yang menjadikan Pak Ipin tidak jadi sholat berjamaah di masjid.

Ketika dalam satu kesempatan, penulis bertegur sapa dengan beliau, penulis menanyakan motivasi apa yang membuat Pak Ipin begitu istiqomah dalam melaksanakan sholat berjamaah di masjid, 5 waktu dan tidak pernah telat lagi. Beliau hanya menjawab satu patah kata saja, yaitu Surga. Ya, Surga lah yang menjadi motivasi terbesar Pak Ipin untuk selalu istiqomah sholat berjamaah di masjid. Beliau sangat yakin akan janji Allah SWT Yang Maha Pemurah, bahwa siapapun dari hamba-Nya yang taat, Surga lah yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Lebih lanjut, Pak Ipin pun bercerita mengenai adanya beberapa orang yang mengejek akan keterbatasan fisiknya tersebut. Namun beliau hanya tersenyum dan tidak menanggapi. Karena menurutnya, dia hanya bertugas untuk mencari pahala yang sebanyak-banyaknya agar peluang untuk masuk ke dalam surga semakin besar. Sehingga, apapun yang tidak ada kaitannya dengan proses pencarian pahala yang dilakukannya, maka beliau tidak akan menggubrisnya.

Di pertanyaan terakhir, penulis menanyakan apakah Pak Ipin memiliki keinginan untuk mengajak orang lain pergi ke masjid. Maka jawabannya pun sangat sederhana, jika seseorang sudah dikehendaki mendapatkan hidayah oleh Allah SWT, maka dengan melihat kebiasaan yang dia lakukan cukup dapat menjadi jalan orang itu untuk pergi ke masjid. Begitu luar biasa sekali sosok Pak Ipin dan tak heran jika banyak warga yang menjadikannya sebagai contoh dalam hal ketaatan menjalankan ibadah.

Dari kisah inspiratif Pak Ipin di atas, maka dapat diambil sebuah kesimpulan yaitu : sejatinya yang membatasi kemampuan diri sendiri adalah mindset. Jika mindset dibangun dengan kata tidak bisa, maka jadinya ya tidak akan bisa walaupun sebenarnya bisa. Sebaliknya juga begitu, apabila mindset dibangun untuk selalu bisa, bisa, dan bisa, maka rintangan atau hambatan dalam bentuk apapun pasti akan bisa terlewati.

Penulis: Firhand Ali Affandy

Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *