Dalam ilmu komunikasi penyampaian pesan disampaikan melalui dua bentuk, yakni verbal dan non-verbal. Istilah verbal dalam kamus bahasa indonesia adalah lisan maksudnya komunikasi dilakukan antara pembicara dan pendengar hanya menggunakan lisan saja. Sedangkan dalam ilmu komunikasi istilah komunikasi verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan (written) dan lisan (oral) contohnya adalah membaca majalah, membaca surat kabar, mempresentasikan makalah dalam suatu seminar dan lain-lain.
- Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan secara langsung bertatap muka antara komunikator dengan komunikan seperti berpidato atau berceramah. Selain itu juga, komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan dengan menggunakan media, contoh sesorang yang bercakap-cakap melalui telepon sedangkan komunikasi verbal melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak langsung antara komunikator dengan komunikan. Proses penyamapaian informasi dilakukan dengan menggunakan media berupa surat, lukisan, gambar, grafik, dan lain-lain. Adapun tujuan menggunakannya komunikasi verbal (lisan dan tulisan) antara lain
- Penyampaian penjelasan, pemberitahuan, arahan dan lain sebagainya.
- Prsesentasi penjualan dihapdapan para audien
- Penyelenggaraan rapat
- Wawancara dengan orang lain
- Pemasaran melalui telepon, dsb
2. Komunikasi Non-Verbal
Bahasa non verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sering digunakan dalam presentasi, dimana penyamapaianya bukan dengan suara ataupun kata-kata namun melalui gerakan-gerakan anggota tubuh yang kemudian sering dikenal dengan istialh body language. Selain itu juga penggunaan bahasa non verbal dapat melalui kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan penggunaan simbol-simbol (pearson dkk) menyatakan bahwa komunikasi non verbal adalah proses penyampaian pesan tanpa kata untuk menciptakan makna. “a procces of using wordless messages to generate meanings” komunikasi non verbal juga mencakup vokalisasi bukan kata seperti infleksi dan suara tidak dalam bentuk susunan kata (nonworld) seperti “ah” dan “hmm”
Hubungan Komunikasi Non-verbal dan Verbal
Baik verbal maupun non-verbal sama-sama menduduki fungsi penting dalam berinteraksi. Berikut fungsi komunikasi verbal seperti yang diungkap Mark L. Knapp (dalam jalaludin 1994) dalam hubungannya dengan pesan verbal :
- Repetisi, yaitu mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara verbal. Misalnya setelah mengatakan penolakan saya. Saya menggelengkan kepala.
- Substansi, yaitu menggantikan lambang-lambang verbal. Misalnya, tanpa sepatah katapun kita berkata, kita menunjukan persetujuan mengangguk-anggukan kepala.
- Kontradiksi, menolak pesan verbal atau memberi makna yang lain terhadap pesan verbal. Misalnya anda memuji prestasi teman hingga mencibirkan bibir, seraya berkata “hebat kau memang hebat”
- Komplemen, yaitu melengkapi dan memperkaya makna pesan non-verbal misalnya air muka anda menunjukkan tingkat penderitaan yang tidak terungkap dengan kata-kata
- Aksentuasi,
Yaitu menegaskan pesan verbal atau menggaris bawahinya misalnya, anda mengungkapkan betapa jengkelnya anda dengan memukul meja.
Penulis: Nuril Huda
Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)

Leave a Reply