Banyak penelitian yang menegaskan bahwa perilaku masyarakat saat ini banyak dipengaruhi oleh media massa. Menjamurnya perilaku kriminal, salah satunya dipicu oleh perilaku imitasi yang dilakukan oleh pelakunya dari tontonan yang mereka konsumsi. Joyce Cramond menjelaskan bahwa adanya media masa seperti televisi menyebabkan munculnya efek alihan (displacement effect) yang ia definisikan sebagai reorganisasi kegiatan yang terjadi karena masuknya telivisi, berupa pengurangan kegiatan dan penghentian beberapa kegiatan yang digantikan oleh kegiatan menonton televisi. Masyarakat Amerika menyebut kondisi ini dengan Teletown, Dimana kehadiran televisi telah mengurangi jam tidur, membaca, dan bermain. (Rachmat, 2011: 219).
Sebagai perangkat teknologi, media komunikasi massa memberikan beberapa efek yang tidak dapat dihindari yang diantaranya meliputi aspel kognitif, afektif, dan behavioral. Efek kognitif akan terjadi bila terdapat perubahan pada apa yang diketahui, dipahami, atau dipersepi khalayak. Efek ini berhubungan dengan transmisi pengetahuan, keterampilan, kepercayaan atau informasi. Efek afektif akan timbul bila terdapat perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi, atau dibenci khalayak. Efek ini berhubungan dengan sikap, emosi, atau nilai. Sedangkan efek behavioral merujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati dan meliputi pola-pola tindakan, kegiatan, atau kebiasaan berperilaku, Contohnya setelah menyaksikan wawancara seorang transmigran dengan reporter TVRI mungkin akan diperoleh informasi tentang prosedur transmigrasi (efek kognitif), ada rasa terharu menyaksikan keberhasilan transmigran (efek afektif), kemudian mengikuti jejak transmigran tersebut untuk bertransmigrasi (efek behavioral) (Rachmat, 2011: 217).
Beragam efek dari media komunikasi massa menunjukkan efektifitas dalam pembentukan kognisi, afeksi, dan psikomotor individu sekaligus menggambarkan eksistensi persuasi yang secara implisit terdapat dalam setiap kegiatan penyampaian informasi. Keberhasilan persuasi yang dilakukan oleh media massa tidak lepas dari kecermatan para komunikator dalam memahami kondisi komunikan sebagai audiens yang menjadi sasaran pesan, dan mendesain pesan yang sesuai dengan kondisi komunikan.
Secara umum sistem komunikasi massa memang dirancang untuk menarik perhatian dan apresiasi dari masyarakat itu sendiri. Saat ini keberadaan media sosial seperti Instagram dan Youtube semakin memberi dampak besar bagi khalayak. Tak heran jika sesorang semakin bergantung dengan informasi yang diberikan oleh media massa.
Tidak hanya mempermudah mobilitas, komunikasi massa juga mempermudah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari contohnya lebih mudah dalam mengetahui keberadaan supermarket, dan mengetahui barang yang kita butuhkan dengan cepat. Serta dapat menarik khalayak menggunakan iklan di media massa sehingga masyarakat memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan sangat cepat.
Penulis: Tasya Nur Amalya
Editor: Falina Islamira

Leave a Reply