Ada yang gen z disini? Yup, Generasi digital banget kan? Generasi z adalah generasi kelahiran tahun 1997-2012. Generasi ini disebut sebagai generasi yang serba digital karena lahir dan tumbuh di era digital serta era media sosial terutama untuk membentuk citra personal mereka.
Gen z tentunya gak asing lagi nih sama medsos, mulai dari Twitter, tiktok, Facebook, Instagram dan lain sebagainya. Bicara tentang media sosial kalian tau gak? banyak dari gen z yang memiliki dua akun Instagram. Akun pertamanya biasanya digunakan untuk memposting apa yang bisa membangun branding identitas mereka atau yang disebut dengan personal branding, biasanya isinya lebih formal dan lebih terbuka untuk umum. Sedangkan akun kedua mereka digunakan untuk ruang bebas dengan lingkup yang lebih kecil tentunya. Ternyata gen z lebih memilih memposting di “sec account” daripada menggunakan fitur close friend loh. Fenomena ini sudah menjadi gaya hidup sebagian besar gen z yang hidup ditengah tengah berkembangnya dunia Maya.
Mengapa Dua Akun?
Keinginan tampil sempurna di dunia maya bikin gaya hidup ini jadi tren banget. Akun pertama gen z biasanya digunakan untuk memamerkan sisi bagusnya, mulai dari pendidikan, kuliah dimana , ikut organisasi apa saja, bisnis ini dan itu, karir atau bisa disebut menampilkan versi terbaik diri mereka. Mengapa demikian? Karena ini adalah tempat mereka menunjukan kepada khalayak luas yang isinya beragam mulai dari teman online yang hanya mereka kenal di dunia maya, bisa jadi ada dosen mereka, calon pemberi kerja atau bahkan orang yang tak mereka kenal secara pribadi yang kebetulan bermutu alan. Pentingnya reputasi online di jaman sekarang menjadi salah satu hal yang membuat mereka menerapkan gaya hidup ini.
Instagram merupakan platform yang menyediakan beragam fitur seperti sorotan atau highlight, insta story, reels yang tentunya memungkinkan gen z untuk membangun personal branding mereka dengan audio, visual, maupun audiovisual secara menarik. Selain itu jika mereka ingin menggapai karir yang membutuhkan personal citra publik yang baik, maka hal ini dimanfaatkan untuk menjadi bagian dari “portofolio” mereka. Misalnya jika mereka ingin meniti karir dibidang multimedia atau broadcasting mereka biasanya memamerkan hasil karya seperti short film, atau jika mereka ingin meniti karir sebagai pekerja sosial maka mereka akan memamerkan kegiatan sosial yang biasa mereka lakukan sehingga memperkuat branding mereka.
Akun Kedua agar bebas berekspresi?
Kebalikan dari akun pertama akun kedua memiliki ruang lingkup pengikut yang terbatas hanya teman dekat atau teman satu circle yang berhasil menjadi bagian dari akun second gen z . Karena itulah sang perfeksionis dunia Maya bebas berekspresi disini. Disini mereka tidak memikirkan kesempurnaan, konten yang diunggah tidak formal, dan santai. Mereka membagikan life update sehari hari tanpa khawatir dengan personal branding mereka. Misalnya memposting wajah bangun tidur tanpa filter, memposting quotes galau, atau meme garing yang hanya dimengerti dan dilihat oleh teman dekat.
Di akun utama Gen z merasa semua mata hanya tertuju ke mereka, jadi harus tampil sempurna di setiap waktu, kondisi, dan setiap aktivitas. Oleh karena itu , akun kedua ini terbebaskan dari hal tersebut.
Tapi apakah benar berdampak buat Personal Branding gen z?
Seiring berjalannya waktu banyak perusahaan atau perekrut kerja menggunakan media sosial sebagai penyeleksi rekrutmen loh.
Bagi gen z akun pertama adalah bagian dari CV mereka yang harus dibangun dengan baik. Mulai dari postingan, story atau bahkan caption sangat berpengaruh untuk menggambarkan kepribadian mereka, background, kreatifitas maupun profesionalitas mereka.
Dengan dua akun gen z bisa lebih leluasa mengatur bagaimana mereka menampilkan image mereka di media sosial. “Akun satu buat show off, akun kedua buat chill.” Dengan tidak menghilangkan ruang pribadi untuk mereka menjadi diri sendiri tanpa tekanan dari ekspektasi dan tuntutan publik. Sifat fleksibel dari akun kedua tidak terikat dengan norma norma sosial yang berlaku di akun pertama mereka. Strategi ini merupakan strategi yang efektif.
Mental health gen z beneran aman gak sih?
Sebenarnya bisa dikatakan terjadi sedikit guncangan dalam mental health gen z. Walaupun dengan adanya akun kedua dapat mengurangi tekanan untuk selalu sempurna di akun utama tapi fenomena ini juga bisa meningkatkan kecemasan sosial bagi beberapa individu, terutama mereka yang suka overthink dan merasa sebegitu perlunya untuk memelihara imagenya di akun pertamanya. Rasa cemas ketika melihat komentar di postingan yang baru di upload, melihat like mereka yang mungkin menurun bisa membuat mereka insecure atau kehilangan kepercayaan diri dan merasa kurang dalam berbagai hal. Kejadian ini pada akhirnya dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional.
Penulis: Ajzahra Meika
Editor: Salsa Utami

Leave a Reply