Terlalu banyak dari pemula diet yang memulai diet mereka dengan perubahan pola makan yang sangat sadis, drastis, muluk-muluk dan aturannya ribet berlebihan. Faktanya diet tidak harus semenderita itu. Diet yang terlalu menyiksa disebabkan banyak hal, salah satunya level pemahaman tentang cara tubuh kita menyusutkan lemak yang masih kurang. Lalu apa saja yang harus kita hindari dalam memulai program diet?
- TIDAK BOLEH DIET EKSTRIM/POTONG PORSI SECARA EKSTRIM
Tidak boleh memotong porsi makan yang terlalu ekstrim apalagi jika porsi yang kamu makan secara total dalam sehari mencapai minus 1000 kalori lebih dari TDEE[1] kamu. Pemotongan kalori yang dianjurkan berkisar 20% kalori dari angka TDEE. Sangat tidak dianjurkan untuk memotong lebih dari 500 kalori. Memotong kalori terlalu ekstrim menimbulkan efek tidak nyaman hingga berbahaya bahkan bisa diprediksi kalau kamu sendiri akan sangat menderita saat menjalani programnya. Pelan-pelan tubuh kamu akan memberontak dan menunjukkan komplikasi yang sangat merugikan, contohnya rambut rontok, menstruasi terganggu, mulut kering, konstipasi, sakit kepala, lesu akut, pandangan berkunang-kunang, tidak tahan dingin, pencernaan terhambat/konstipasi, kulit kering dll.
Hasil meta analisis menunjukkan bahwa diet kalori defisit rendah (defisit 100-500 kalori) memiliki hasil fat loss jangka panjang yang sama dibandingkan dengan diet kalori defisit yang sangat rendah (defisit melebihi 500 kalori). Jadi tidak ada kelebihan dari melakukan kalori defisit yang ekstrim.[2]
2.TIDAK USAH MELAKUKAN DETOX APAPUN
Tubuh sudah melakukan proses detoksifikasi alami setiap harinya sedari masih bayi hingga dewasa karena tubuh kita memang dikaruniai sistem dan organ yang tugasnya melakukan detoksifikasi selama 24 jam nonstop. Apalagi jika diet yang dijalankan dikombinasi dengan puasa/intermittent fasting maka ada extra boost yang didapatkan oleh sistem detoksifikasi tubuh, oleh karena itu kamu tidak perlu melakukan upaya ekstrim yang sering diklaim sebagai “upaya detox” yang sebenarnya itu bukan upaya detoksifikasi sama sekali, misalnya: Pencahar (teh jati cina, minuman fiber serbuk pil pencahar dll), fat burner (pil, bubuk, kapsul dan suplemen).
3. JANGAN LAKUKAN SENDIRI
Khusus untuk kamu yang berusia dibawah 17 tahun, lakukan diet program dengan didampingi oleh orang dewasa/orang tua/pakar gizi. Masa pertumbuhan adalah momen emas untuk manusia berkembang dan tumbuh. Remaja cenderung bertindak ceroboh jika suatu waktu mengalami kondisi tertentu contohnya: mudah terkena rayuan overclaim suatu produk, cenderung kurang kritis dalam mengobservasi informasi sehingga bagi remaja sangat tidak dianjurkan melakukan program diet tanpa pengawasan.
Apa sih tujuan dari diet? Tujuan utama diet adalah supaya para pemula diet bisa mengurangi resiko yang berpotensi mengganggu kesehatan & kondisi psikologis akibat diet, diharapkan sebagian besar pemula diet bisa meraih komposisi tubuh ideal sekaligus mempertahankan/meraih kondisi kesehatan yang baik secara bersamaan. Silahkan berkonsultasi dengan ahli diet berlisensi disekitarmu jika kamu ingin mendapatkan personalized program yang spesifik untukmu.
[1] Jumlah total kalori yang kamu bakar setiap hari disebut total pengeluaran energi harian atau total daily energy expenditure (TDEE).
[2] Tsai, Adam Gilden. & Wadden, Thomas A. 2006. The evolution of very-low-calorie diets: an update and meta-analysis. Meta-analysis of Obesity. Volume 14 Issue 8 (1283-1293). doi: 10.1038/o- by.2006.146
Penulis : Merryta Suciana

Leave a Reply