Komunikasi adalah kegiatan yang tidak dapat dihindari oleh setiap manusia. Karena sebagai mahluk sosial, manusia dikodratkan oleh Tuhan untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Pada mulanya komunikasi hanya merupakan upaya menyampaikan ide, gagasan, kemauan, hasrat ,dan lain sebagainya.
Pada masa lampau, komunikasi tidak dianggap sebagai sesuatu yang harus diberi perhatian, dikaji, atau distrukturkan. Tetapi, pada abad ke-5 SM Yunani mengkaji proses pernyataan antar manusia yang diberi nama retorika yakni seni berpidato dan beragumentasi yang bersifat menggugah atau seni yang menggunakan bahasa secara lancar untuk mempengaruhi dan mengajak. Retorika mendapat pembahasan khusus bahkan beberapa pakar menempatkan retorika sebagai hal penting dalam masyarakat dan pemerintahan.
Komunikasi dalam ilmu sosiologi dijelaskan bahwa komunikasi sebagai sebuah proses memaknai yang dilakukan oleh seseorang terhadap informasi, sikap, dan perilaku orang lain yang berbentuk pengetahuan, pembicaraan, gerak-gerik, perilaku, dan perasaan-perasaan. Sehingga dengannya seseorang membuat reaksi-reaksi terhadap informasi, sikap, dan perilaku tersebut berdasarkan pada pengalaman yang pernah dialami. Media yang digunakan sangat mempengaruhi fenomena komunikasi, sehingga media kadang kala ikut mempengaruhi isi informasi dan penafsiran.
Salah satu contohnya adalah seorang pria yang memberikan bunga kepada seorang gadis, maka pemberian tersebut dapat diartikan sebagai ungkapan perasaan cinta, persahabatan, perdamaian, simpati, dan lain sebagainya. Dengan demikian hal penting dalam komunikasi adalah bagaimana seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain, seperti misalnya pembicaraan, gerakan, sikap dan simbol-simbol yang digunakan.
Jadi kesimpulannya adalah, komunikasi memungkinkan kita untuk memahami dan memperoleh pengetahuan serta pemahaman informasi. Komunikasi tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya bahasa. Dengan bahasa, pesan apa pun, beta papun rumitnya, dapat tersampaikan. Komunikasi dapat berupa apa saja, mulai dari berteriak kepada orang lain, menggunakan isyarat atau gerakan tubuh, hingga mengirim sebuah e-mail atau surat.
Penulis: Muhammad Haikal Yasir (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)
Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)

Leave a Reply