Takut. Satu kata yang bisa mengambarkan banyak makna. Napas yang memburu, telapak tangan yang berkeringat, lutut gemetaran, dan jantung yang berdegup kencang. Tidak jarang dari kita yang merasakan hal serupa ketika ingin memulai sebuah petualangan baru. Tanpa disadari, rasa takut dapat menggerogoti mindset kita secara perlahan.
Memulai sesuatu yang baru memang bukan hal mudah.Ketika ingin memulai, acap kali kita merasa bimbang dan tidak tahu ke mana arah tujuan. “Bagaimana aku harus memulainya?” “Nanti kalau gagal malu banget, dong!” “Aku harus apa?” dan pertanyaan-pertanyaan sejenis lainnya. Pertanyaan seperti inilah yang justru membuat diri semakin kecil, bahkan sangat kecil hingga tidak bisa bergerak sedikit pun. Merenung dan berpikir sebelum bertindak memang hal yang baik, namun melamun terlalu lama hanya untuk sebuah rencana tidak ada gunanya. Bangkitlah dan lakukan hal simple yang kamu bisa!
Pahamilah, kecemasan merupakan emosi tidak menyenangkan yang ditandai dengan kekhawatiran. Kecemasan pula yang menjadi faktor penghambat utama dalam proses perkembangan belajar. Rasa takut dan cemas perlu dihilangkan, bukan untuk dipelihara dan dimanjakan.
Mengutip quotes dari film After Earth yang diperankan oleh Will Smith dan Jaden Smith: “Danger is very real, but fear is a choice” artinya “Bahaya memang sangat nyata, namun merasa takut adalah sebuah pilihan.” Senada dengan quotes yang pernah saya tulis 2 tahun silam, “Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tetapi ketakutan yang membuat segalanya menjadi sulit”. Yap, kedua statement di atas benar adanya. Lalu, bagaimana cara melatih hati dan pikiran untuk lekas sembuh dari rasa takut?
- Membersihkan hati dan meluruskan niat sebelum memulai apa pun
Niat adalah akar dari segala tindak tanduk seseorang. Semua pekerjaan akan dinilai dan dituai sesuai dengan apa yang diniatkan hati. Maka tidak heran jika para ulama fikih dan hadits menempatkan bahasan niat dalam bab pertama kitab mereka. Salah satunya dalam kitab Arba’in Nawawi yang ditulis oleh Imam Nawawi.
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan…” (HR Bukhori dan Muslim)
- Minta keridhoan-Nya dan ridho orang tua
Ibarat sebuah ruangan, Allah dan orang tua adalah juru kuncinya. Suksesi misi kita sulit dicapai jika tanpa ridho keduanya. Segala upaya yang dijalankan tanpa do’a kecil kemungkinan untuk berjalan sempurna. Jangan segan-segan untuk terus bermunajat kepada-Nya, ya, agar selalu dikuatkan.
…رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا (١٠)
“… Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (Q.S Al-Kahfi [18]: 10)
- Cari bahan bakar motivasi sebanyak dan sedini mungkin
Motivasi yang kuat mampu menghasilkan kinerja yang hebat. Tawaran skill-skill baru yang menghampirimu anggaplah sebagai sebuah tantangan seru yang dapat membawamu ke arah yang lebih maju. Internet salah satunya, dapat dimanfaatkan sebagai media ‘tuk menyerap nasihat, motivasi, dan prospek dari pekerjaan yang sedang/akan kamu geluti, dengan demikian kamu tidak akan merasa sendiri dan bisa selalu termotivasi.
- Terapkan growth-mindset dalam segala hal
Jangan sekali-kali membuat hidup kita terbatas dengan kotak-kotak ketidakbebasan. Selagi muda dan mampu, mari eksplor segala hal yang ada. Jangan takut gagal, kegagalan hanya sebuah proses kecil menuju kemenangan. Ketika pikiranmu berkecamuk, cobalah pejamkan matamu dan hayati setiap nikmat yang telah Allah berikan. Betapa tidak bersyukurnya kita jika tidak dapat memaksimalkan segalanya.
- Telan segala kekhawatiranmu, tidak ada orang yang sempurna di dunia
Jangan membuang-buang waktu untuk mengkhawatirkan hal-hal yang tidak perlu. Waktu yang diberikan-Nya sebetulnya sudah sangat cukup, namun seringkali kita melewatkan pelbagai kesempatan yang ada. Kekhawatiran tidak akan mencegah hal buruk yang terjadi, justru overthinking dapat menguras tenaga yang akan berimplikasi pada berkurangnya daya juang kita.
Jadi inget kata Tere Liye, “Jadilah seperti lilin, yang tidak pernah menyesal saat nyala api membakarmu. Jadilah seperti air yang mengalir sabar. Jangan pernah takut memulai hal baru”. Tak perlu cemas dan ragu, semua hanya tentang waktu~
Jadi, kamu mau mulai kapan, nih?
Penulis: Hilya Maylaffayza
Komuniasik Campus Ambassador Batch 2

Leave a Reply