Bahasa memiliki banyak fungsi yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang. Oleh karena itu dalam penggunaan Bahasa manusia bisa mengekspresikan dirinya sehingga tujuan dan fungsi bahasa sangat beragam. Bahasa (dari bahasa Sanskerta भाषा, bhāṣā) yang berarti kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya menggunakan tanda, contoh kata dan gerakan. Sedangkan pengertian kajian ilmiah bahasa disebut ilmu linguistik . Selain itu, bahasa digunakan sebagai media untuk seseorang mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dala lingkungan atau situasi.
Dalam kehidupan berbangsa dan bemegara, bahasa berperan sebagai kebutuhan pokok dalam kegiatan bersosisal. Oleh karena itu bahasa merupakan simbol yang dihasilkan oleh alat ucap yang biasa digunakan oleh sesama masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktivitas masyarakat menggunakan bahasa, baik berbahasa dalam bentuk lisan maupun tulis dan bahasa tubuh. Bahkan ketika tubuh kita secara tidak sadar dalam keadaan tidur, kita juga menggunakan bahasa.
Bahasa juga dapat diartikan sebagai sebuah simbol atau lambang bunyi yang berfungsi sebagai alat komunikasi antar individu. Masyarakat berinteraksi satu sama lain dan bersosialisasi menggunakan bahasa itu sehingga begitu pentinganya peranan bahasa dalam kehidupan bermasyarkat. Di era saat ini (industry 4.0) , bahasa terus berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan di bawah arus perkembangan pemakaian bahasa pada era globaliasi. Pada lingkup kecil seperti keluarga dan masyarakat kita menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi, tetapi pada lingkup yang secara global dan bersifat resmi digunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaedah PUEBI.
Pada saat dicetuskannya bahasa Melayu-Riau sebagai dasar Bahasa Indonesia pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 lalu, perkembangan bahasa Indonesia terus bereksplorasi secara meningkat. Bahasa Indonesia semakin berkembang dan beradaptasi, tetapi di sisi lain bahasa daerah pun tetap memiliki peranan dan jabatan yang sangat penting dalam kehidupan sehari – hari. Bahasa daerah harus tetap dijaga eksistensinya di balik arus permasalahan kebahasaan yang terjadi di Indonesia.
Perkembangan bahasa yang digunakan di negeri ini berkembang dari jaman ke jaman, mulai dari ejaan tempo dulu hingga ejaan yang disebut ejaan tempo dulu hingga ejaan yang disempurnakan. Salah satu contohnya adalah penggunaan dua huruf vokal yang digabungkan ‘oe’ menjadi satu huruf vokal utuh ‘u’, seperti dalam penggunaan kata ‘Soekarno’ menjadi ‘Sukarno’. Adapula penggunaan dua huuruf konsonan yang digabung dan disempurnakan kedalam satu huruf konsonan utuh, contohnya ‘ Terpertjaya’ menjadi ‘Terpercaya’.
Fungsi bahasa Indonesia dalam pembangunan bangsa terdapat dalam pernyataan sikap “bertanah air satu, tanah air Indonesia; berbangsa satu bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia” dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Hal ini merupakan perwujudan politik bangsa Indonesia yang menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (nasional) bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia telah menyatukan berbagai lapisan masyarakat ke dalam satu – kesatuan bangsa Indonesia.
Bahasa Indonesia memiliki peran penting di dalam kehidupan bennasyarakat, berbangsa, dan bemegara. Peranannya tampak di dalam kehidupan bermasyarakat di berbagai wilayah tanah tumpah darah Indonesia. Komunikasi perhubungan pada berbagai kegiatan masyarakat telah memanfaatkan bahasa Indonesia di samping bahasa daerah sabagai wahana dan piranti untuk membangun satu kepahaman, kesepakatan, dan persepsi yang memungkinkan untuk terjadinya kelancaran pembangunan masyarakat di berbagai bidang. Bahasa Indonesia adalah aset milik bangsa, dalam perkembangan dari waktu ke waktu telah teruji keberadaannya, baik sebagai bahasa persatuan maupun sebagai resmi negara.
Adanya gejolak dan kerawanan yang mengancam kerukunan dan kesatuan bangsa Indonesia tidak bersumber dari bahasa persatuannya, bahasa Indonesia yang dimilikinya, melainkan bersumber pada krisis multidimensional, terutama krisis ekonomi, sosial, hukum, dan politik, serta pengaruh arus globalisasi. Justru, bahasa Indonesia hingga kini menjadi perisai pemersatu yang belum pernah dijadikan sumber permasalahan oleh masyarakat pemakainya yang berasal dari berbagai macam ragam suku dan daerah. Hal ini terjadi karena bahasa Indonesia dapat menempatkan dirinya sebagai sarana komunikasi yang lebih efektif dan efisien, berdampingan dan bersama-sama dengan bahasa daerah yang ada di Nusantara dalam mengembangkan dan melancarkan berbagai aspek kehidupan dan kebudayaan, temasuk mengembangkan bahasa-bahasa daerah. Dengan demikian Bahasa Indonesia memiliki strukturdan fungsi yang penting bagi bangsa Indonesia di dalam wilayah NKRI. Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional sejak dicetuskan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 dengan fungsi sebagai lambang kebanggaan, lambang identitas, alat pemersatu, dan alat perhubungan. Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara secara resmi berlaku sejak diamandemenkan UUD 45, 18 Agustus 1945 dengan fungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pendidikan, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta iptek. Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia dalam pembangunan bangsa dan negara, yaitu sebagai perisai pemersatu yang belum pernah dijadikan sumber permasalahan oleh seseorang yang pemakainya yang berasal dari beragam suku atau daerah. Bahasa Indonesia sangat berperan penting dalam proses pembangunan bangsa karena digunakan sebagai bahasa resmi kenegaraan dalam memajukan pembangunan masyarakat Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan.
Penulis: Nuril Huda
Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)

Leave a Reply