
Kesan baik, adalah hal yang selalu ditanamkan oleh setiap orang saat hendak atau sedang bertemu dengan orang lain. Kesan baik memang suatu hal yang penting untuk dibagun, utamanya saat dalam pertemuan pertama.
Untuk memulai suatu bisnis, wawancara pekerjaan, atau mungkin juga nge-date hehe akan dapat berjalan lancar dan berlanjut ke proses berikutnya pasti karena dipengaruhi oleh kesan pertama. Kita sering menyebutnya dengan first impression.
Namun, dalam membangun kesan baik ini kita sering sekali hanya fokus kepada penampilan kita. Kita cenderung lupa bahwa untuk mencipatakan kesan yang baik cukup dengan dandanan atau pakaian yang dipakai. Padahal, ada hal lain yang juga sama pentingnya dari itu yaitu, ucapan.
Ucapan, dalam buku “Bicara Itu Ada Seninya” karya Oh Su Hyang, Dosen dan Pakar Komunikasi Korea Selatan dinilai sebagai sarana penting untuk menilai seseorang secara keseluruhan. Melalui ucapan, kita memperoleh kesan baik dari lawan bicara dan dapat menunjukan sisi menarik dari diri kita kepada lawan bicara. Dijelaskan pula, seseorang dalam menentukan kesan pertamanya terhadap orang lain membutuhkan waktu yang berturut-turut, 1 menit, 3 menit, begitu melihat, 5 menit, dan 10 menit.
Tidak bisa dipungkiri, ucapan memang secara langsung merepresentatifkan siapa diri kita. Kata-kata yang diucapkan dan cara penyampaian menjadi wakil terhadap sejauhmana pengetahuan dan bagaimana pola pikir yang dimiliki seseorang. Ucapan juga menjadi gambaran bagaimana karakteristik serta attitude yang dimiliki seseorang.
Penting dan berpengaruhnya sebuah kesan pertama telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam saat mengutus sahabatnya yang bernama Mush’ab Bin Umair untuk menyebarkan dan mengajarkan agama islam di Madinah. Diutusnya Mush’ab Bin Umair, yang dijuluki sebagai Duta Pertama umat Islam ini oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bukan tanpa alasan, diantara para sahabat lainnya yang bisa terbilang lebih senior, Mush’ab Bin Umair selain cerdas dan berbudi luhur juga merupakan seorang pemuda Quraisy terkemuka, gagah dan tampan.
Untuk mendapatkan perhatian lebih masyarakat Madinah kala itu tentu dibutuhkan sosok yang juga dapat menarik perhatian, baik dari segi ucapan dan juga penampilan. Mush’ab Bin Umair telah berhasil melaksanakan misi yang diberikan itu lewat kesan pertama yang ia berikan sehingga Islam dapat terus diterima disana sampai Rasulullah dan para sahabat lainnya hijrah ke Madinah.
So, sudah saatnya menghilangkan anggapan “tidak apa-apa tidak memberikan kesan yang baik, pertemuan berikutnya kan bisa,” remember, that we never know will we get a second chance or not.
Penulis: Surnawati (Komuniasik Campus Ambassador Batch 1.0)

Leave a Reply