
Terkadang dalam hidup kita sering terfokus pada hal-hal yang besar saja hingga abai pada hal-hal kecil yang tak luput dari keseharian kita. Padahal, hal kecil itu bisa jadi menjadi hal yang berkesan atau justru yang paling memberi dampak entah bagi diri sendiri maupun orang lain.
Ada beberapa hal kecil yang terbilang sederhana dan mudah untuk dilakukan namun sering sekali kita abaikan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut 3 hal sederhana yang sering kita abaikan dalam keseharian namun justru berkesan:
- Menjadi pendengar yang baik
Mendengarkan merupakan salah satu proses komunikasi. Komunikasi bisa dikatakan Sukses apabila Komunikator dan komunikan punya persepsi yang sama terhadap suatu pesan. Hal tersebut bisa terjadi jika kedua belah pihak menjadi pendengar yang baik. Saat kita dengan senang hati mendengarkan orang lain sedang berbicara maka tentu saja orang yang sedang berbicara tersebut merasa bahwa dia dihargai dan diperhatikan, sehingga yang sedang diungkapkan itu tidaklah sia – sia. Mungkin bagi kita itu sangat sederhana, yakni hanya mendengarkan seseorang berbicara, akan tetapi bagi orang yang bersangkutan dia akan sangat bahagia karena merasa dihargai.
Proses mendengar yang baik adalah dengan tidak memotong pembicaraan, tunggu orang lain bicara sebelum merespon serta tunjukkan bahasa tubuh yang positif.
- Tepat Waktu
Seringkali kita menyepelekan hal ini karena terpengarung oleh bias-bias “Ah, paling ntar yang lain pada ngaret juga” “Ya, biasa.. Indonesia suka ngaret”. Padahal seharusnya dengan adanya hal tersebut memacu kita untuk bisa lebih tepat waktu, mencoba mengubah kebiasaan yang hampir mendarah daging di masyarakat itu dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu bukan. Sebab kita tak tahu, boleh jadi dengan tepat waktunya kita membuat orang lain terkesan, lalu akan lebih menghargai janji lagi untuk tepat waktu juga. Dengan tepat waktu, disamping menghargai kolega, kita juga bisa belajar untuk lebih menghargai waktu yang ada. Sebab perlu di ingat bahwa, waktu itu terus berjalan, tidak mundur walau hanya setengah detik.
- Mengucapkan Maaf, tolong dan terima kasih
Manusia sebagai makhluk sosial dalam kesehariannya pastilah tak luput dari interaksi dengan orang lain. Dalam interaksi tersebut pastinya terjadi suatu peristiwa, dalam bentuk apapun yang membutuhkan feedback satu sama lain. Feedback tidak melulu harus dalam bentuk fisik atau materi, ucapan ataupun kata juga bisa diakategorika sebagai feedback.
Ada tiga kata ajaib yang kadang terlupa dalam berinteraksi, yakni kata “Maaf. Tolong dan Terima Kasih”. Tiga kata ajaib tersebut memliki kekuatan yang luar biasa entah bagi diri sendiri maupun orang lain.
Kata Maaf. Dengan kata maaf kita jadi lebih mengerti bahwa selain perasaan kita sendiri, ada perasaan orang lain yang berhak dihargai. Jangan pernah menuntut lebih kepada orang lain untuk menghargai kita, jika kita belum mau belajar untuk menghargai orang lain.
Menggunakan kata maaf atau meminta maaf bukan berarti kita kalah. Bukan. Orang yang mampu mengakui kesalahannya justru adalah pemenang sejati. Dengan maaf pula kita dapat meruntuhkan ego atas ke-Maha Benar-an yang ada di dalam diri. Sebab Sejatinya, tidak ada manusia yang tidak memiliki kesalahan. Kata maaf juga hadir sebagai refleksi atas kesalahan yang diperbuat
Tolong, merupakan bentuk penerimaan atas kekurangan yang dimiliki dengan meminta bantuan orang lain. Sebab sebagai manusia, ada hal yang tak bisa kita lakukan sendiri .
Menggunakan kata tolong bukan berarti merendahkan diri kita sebagai orang yang meminta bantuan. Justru hal tersebut menandakan bahwa kita menghormati orang yang hendak memberi bantuan kepada kita. Bukankah menyenangkan mendapat pertolongan di tengah kesulitan? Oleh karena itu, jangan lupa menggunakan kata tolong saat meminta bantuan.
Terima Kasih merupakan bentuk penghargaan kita terhadap orang lain. Hal ini memang sangat sederhana sebab hanya berupa kata atau ucapan semata. Sebab bentuk penghargaan terhadap orang lain itu tak harus dalam bentuk piala, medali, uang ataupun hal secara fisik dan materi lainnya, mengucapkan Terima Kasih adalah apresiasi yang paling sederhana, murah dan mudah yang bisa kita lakukan. Selain itu, kata Terima Kasih juga merupakan bentuk rasa syukur atas apa yang dimiliki
Tiga hal sederhana diatas mungkin bisa kita coba terapkan dalam keseharian. Hal-hal diatas mungkin tergolong kecil namun justru membawa dampak baik bagi diri pribadi maupun orang di sekeliling kita. Hal diatas memang bisa dikatakan kecil, namun daalam implementasi justru kadang terasa susah. Oleh karena itu, dibutuhkan pembiasaan. Seperti halnya hal-hal yang tergolong besar yang bisa kita lakukan, mengapa tidak untuk hal kecil nan sederhana seperti di atas?
Penulis: Ridha Ilahi Nur S (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2.0)
Editor: Surnawati

Leave a Reply