STOP THE WEDDING! Viral di Media Sosial, Saatnya Menyelamatkan Diri Sebelum Terlambat

STOP THE WEDDING! Viral di Media Sosial, Saatnya Menyelamatkan Diri Sebelum Terlambat

Kalau kalian sering buka TikTok, pasti sudah tidak asing dengan lagu milik Ashe yang berjudul “Stop The Wedding!”. Lagu ini sering dijadikan backsound di berbagai konten TikTok, mulai dari konten yang menyoroti tentang perilaku pasangan yang red flag, penyesalan menikah dengan orang yang tidak tepat, hingga ajakan untuk untuk tidak melanjutkan hubungan yang tidak sehat. Terdapat satu pesan menarik dalam lagu tersebut, yaitu bagaimana jika kita sadar bahwa seseorang bukan pasangan yang tepat, tetapi semuanya sudah terlanjur jauh?

Terkadang, kita sulit untuk menilai kekurangan pasangan secara objektif jika sudah dibutakan oleh cinta. Sikap buruk pasangan sering diabaikan dengan harapan bahwa suatu saat nanti pasangan akan berubah menjadi lebih baik. Kita juga sering mengabaikan perbedaan prinsip hidup dengan pasangan, seperti pandangan mendasar terkait pernikahan, keuangan, anak, atau peran keluarga. Namun, tidak sedikit yang tetap melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan meskipun sudah memiliki banyak keraguan.

Lalu, bagaimana jika kita sadar saat semuanya sudah terlanjur dipersiapkan? Undangan pernikahan sudah tersebar, pembayaran gedung sudah lunas, pakaian pengantin sudah dibuat, bahkan keluarga dan teman terdekat sudah sangat menantikan hari bahagia tersebut. Meskipun terdapat keraguan, apakah pernikahan harus tetap dilanjutkan?

Membatalkan pernikahan memang sangat berat, harus menanggung rasa malu karena harus mengabari para tamu bahwa acara dibatalkan, menanggung kerugian finansial, bahkan dapat membuat hubungan keluarga menjadi renggang. Biaya dan persiapan mungkin bisa hilang, tetapi kehidupan setelah menikah akan dijalani dalam waktu yang jauh lebih panjang.

STOP THE WEDDING! Bukan berarti kita harus takut menikah, tetapi jangan sampai keinginan untuk menikah membuat kita mengabaikan kenyataan pahit bahwa sebenarnya hubungan ini tidak baik untuk dilanjutkan. Lebih baik mempertimbangkan kembali sebelum mengucapkan janji seumur hidup dari pada memaksakan diri dalam hubungan yang sejak awal sudah menunjukkan tanda-tanda tidak sehat.

Karena pada akhirnya, orang lain mungkin hanya hadir di hari pernikahanmu, tetapi kamulah yang akan menjalani kehidupan setelahnnya.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *