Simak! Kupas Tuntas Jurus Selesaikan Skripsi

Skripsi sering kali menjadi momok yang menakutkan terutama bagi sebagian mahasiswa. Skripsi merupakan salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa pada jenjang akhir perguruan tinggi. Secara umum skripsi adalah penelitian terkait fenomena dengan subjek dan objek yang diteliti berdasarkan kaidah- kaidah keilmuan. Tujuan dari penelitian skripsi adalah memacu mahasiswa agar menemukan solusi dari masalah yang diteliti. Selain itu, skripsi juga ditujukan agar keilmuan yang dipelajari oleh mahasiswa dapat bermanfaat bagi masyarakat secara luas.

Namun, sayangnya banyak mahasiswa  yang masih merasa kesulitan dalam menyelesaikan skripsi secara tepat waktu. Bahkan lebih parahnya lagi beberapa mahasiswa sampai harus memperpanjang masa studinya hanya karena keterlambatan pegerjaan skripsi. Lalu apa saja langkah yang dapat mempermudah penyusunan skripsi?

1.    Tentukan Tema yang Tepat

Jika mahasiswa A menyukai topik penelitian mengenai komunikasi politik, maka bisa jadi mahasiswa B lebih tertarik pada komunikasi organisasi. Fenomena ini seolah menunjukkan bahwa tidak ada indikator pasti yang dapat mengukur ketepatan tema penelitian skripsi. Pada dasarnya tema yang tepat adalah tema yang dikuasai oleh peneliti, memiliki ketersediaan data yang cukup serta memiliki relevansi dengan perkembagan ilmu pengetahuan saat ini. Jika peneliti memaksakan tema tanpa mengukur ketepatan di dalamnya maka dikhwatirkan dapat mempersulit proses penelitian yang nantinya berjalan. Selain itu, peneliti juga hendaknya menyiapkan minimal lima tema yang dianggap paling menarik. Hal ini ditujukan untuk memperdalam khazanah ilmu peneliti serta meyakinkan kembali peneliti terhadap tema yang akan diambil untuk penulisan skripsi.

2.    Perbanyak Referensi

Ketika seorang mahasiswa telah menemukan tema penelitian yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah memperbanyak literatur sebagai referensi. Literatur dapat diperoleh dari buku, jurnal, artikel hingga penelitian-penelitian terdahulu. Semakin banyak referensi maka semakin luas pula ranah pengetahuan yang dimiliki oleh seorang peneliti. Referensi juga dapat diperoleh melalui “Tutor sebaya” dengan kakak tingkat yang sudah lebih dulu berpengalaman mengerjakan skripsi. Selain itu, saat ini sudah banyak content creator yang menayangkan konten edukasi pengerjaan skripsi melalui media sosial mereka. Mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas khazanah ilmu pengetahuan utamanya yang relavan dengan kajian skripsinya. Tips dalam mencari referensi adalah dengan memperhatikan kredibilitas sumber referensi dan juga mempertimbangkan relevansi tahun terbit referensi dengan keadaan objek dan subjek penelitian.

3.    Mengintensifkan Komunikasi dengan Pembimbing

Untuk menyelesaikan penelitian skripsi maka mahasiswa akan didampingi oleh pembimbing. Tugas utama dari pembinbing tentunya megarahkan mahasiswa selama proses penelitiannya berjalan hingga peneleitian dinyatakan selesai. Maka dari itu, pihak mahasiswa ataupun dosen dianjurkan dapat mengintensifkan pembicaraan- pembicaraan utamanya mengenai penelitian skripsi. Jenis percakapan yang dibangun diharapkan dapat memberikan feed back bagi kedua pihak agar merasa nyaman selama penelitian berlangsung. Dengan komunikasi yang efektif diharapkan mahasiswa dapat bersinergi dengan pembimbing untuk memperkuat kerangka- kerangka teoritis yang berhubungan dengan penelitannya. Selain itu, mahasiswa juga bias mengefektifkan obrolan di luar dari penelitian skripsi yang dapat meningkatkan chemistry di antara mahasiswa dan pembimbing.

4.    Fokus dengan Timeline

Timeline merupakan acuan yang dapat digunakan oleh mahasiswa dalam menciptakan indikator kesuksesan penyusunan peneitian skripsi. Timeline dapat disusun dalam hitungan hari, minggu, bulan ataupun tahun. Jadi melalui timeline diharapkan peneliti dapat mengacu dirinya melalui pencapaian-pencapaian atau goals yang telah ia rangkum di dalam timeline tersebut. Peneliti diharapkan dapat menerapkan sikap disiplin dalam peneitian sehingga dapat berjalan sesuai rencana awal. Apabila mahasiswa mendapatkan kesulitan dalam penyusunan timline, maka dapat berkonsultasi dengan pembimbing atau pun yang lebih berpengalaman.

Dari beberapa tips di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian skripsi yang baik adalah penelitian yang dapat segera diselesaikan tanpa memberikan beban berlebih kepada peneliti. Tentunya dibutuhkan tekad serta doa yang kuat dalam menyusun konsistensi pengerjaan skripsi. Selain itu, jadikanlah penelitian skripsi ini sebagai momentum yang berkesan yaitu, menjadi salah satu syarat kelulusan menempuh Strata 1 (S1). Semoga beberapa tips di atas dapat diterapkan  sebagai referensi dalam pengerjaan skripsi mahasiswa, good luck and do your best!.

Penulis: Hilda Trianutami

Penyunting: Hilda Trianutami


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *