Sering Merasa “enggak enakan”? Kenali Istilah Ini

Source : istockphoto.com

Kamu sering merasa tidak enak untuk menolak sesuatu? Atau sulit untuk bilang “Tidak”? Bisa jadi kamu termasuk  seorang people pleaser, istilah yang belakangan ini sering kali ditemukan. Sifat seorang people pleaser ternyata bisa membahayakan bagi diri sendiri lho. Lalu apa itu istilah people pleaser, ciri dan cara mengatasinya? Tanpa berlama-lama, yuk manfaatkan waktu senggang kamu untuk membaca artikel ini!

Apa itu People Pleaser?

Menurut Kendra Cherry di lansir dari Very Well Mind, people pleaser adalah seseorang yang menempatkan kebahagiaan orang lain di atas kebahagiaan mereka sendiri. Pelaku people pleaser kerap merasa enggak enakan, sungkan dan takut membuat orang lain kecewa, sehingga mereka selalu memaksakan diri untuk bilang “Ya”.

Dibalik seorang people pleaser yang terlihat selalu menyenangkan orang lain, suka menolong dan baik hati tapi nyatanya mereka justru kesulitan mengatur batasan diri dan sulit untuk membahagiakan diri sendiri. Pada akhirnya, yang didapat hanyalah rasa lelah atas pengorbanan dirinya sendiri atau bahkan bisa menempatkan dirinya pada situasi berbahaya demi orang lain.

Ciri-Ciri People Pleaser

Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus bisa berakibat fatal dan sulit dihentikan. Ada beberapa ciri dari seorang people pleaser yang perlu kamu tahu!

1. Berpura-Pura Setuju dengan Semua Orang

Selalu memberi perhatian penuh atau mendengarkan pendapat orang lain bahkan ketika kita tidak setuju merupakan prilaku sosial yang terpuji. Namun terus berpura-pura setuju hanya karena ingin membuat orang lain senang akan berakibat menjadi seorang people pleaser.

2. Merasa Bertanggung Jawab atas Perasaan Orang Lain

Setiap individu, mereka bertanggung jawab atas emosinya masing-masing. Sebuah pilihan yang benar jika kita memikirkan dampak atas perbuatan kita terhadap orang lain. Tapi, bukan berarti kita bertanggung jawab atas perasaan orang lain. Pikiran tersebut bisa membuat kita gampang dimanfaatkan oleh orang lain. Dari perbuatan tersebut, mungkin mereka hanya mengingat kita di saat membutuhkan bantuan saja.

3. Sering Meminta Maaf

Meminta maaf ketika kita mempunyai kesalahan adalah bentuk tanggung jawab yang baik. Namun, apabila kita terlalu sering meminta maaf bahkan untuk hal yang tidak perlu atau ketika kita tidak melakukan sesuatu yang salah adalah tanda dari people pleaser.

4. Merasa Terbebani oleh Hal-Hal yang Harus Kamu Lakukan

Kita bertanggung jawab atas waktu yang kita miliki. Seorang people pleaser akan merasa bahwa waktu untuk diri sendiri tidak begitu banyak tapi justru selalu dipenuhi dengan berbagai hal yang harus ia lakukan untuk orang lain. Pada kenyataannya kita merasa keberatan.

5. Tidak Bisa Bilang “Tidak”

Tanda paling mudah untuk mengklaim bahwa diri kita people pleaser adalah dengan sulit untuk mengatakan “Tidak”. People pleaser selalu mengiyakan dan menyanggupi setiap hal tanpa pikir panjang. Padahal kebiasaan seperti itu akan menyulitkan diri sendiri. Bahkan karena sulit untuk menolak, kita tidak punya cukup waktu untuk beristirahat atau me-time demi menjaga kondisi kesehatan jiwa dan raga.

6. Merasa Tidak Nyaman Jika Seseorang Marah Kepada Mu

Lebih memilih menyulitkan diri sendiri ketimbang melihat orang lain marah kepada kita. People pleaser akan merasa tidak nyaman jika orang lain marah padanya, namun bukan berarti seseorang marah karena kita melakukan suatu kesalahan. Pikir seorang people pleaser tujuan dari membantu orang lain adalah agar mereka tidak marah padanya atau akan banyak yang menyukainya.

7. Membutuhkan Pujian

Sejatinya, manusia senang mendapatkan sebuah pujian. Untuk seorang people pleaser, pujian adalah sebuah bentuk validasi bahwa mereka benar baik. Tapi, perlakuan tersebut akan berdampak pada kekecewaan ketika semuanya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Perlakuan ini juga membuat pribadi kita mudah merasa puas dan mudah merasa kecewa.

8. Tidak Mengakui Ketika Perasaan Kamu Terluka

Karena sering membahagiakan orang lain di atas kebahagiaan diri sendiri, membuat seorang people pleaser menyangkal untuk mengakui bahwa perasaan yang sebenarnya adalah terluka. Orang yang memanfaatkan kita pun tidak tahu perasaan kita bagaimana karena people pleaser tidak berani untuk menampakkan perasaannya. Perasaan terluka yang terus-menerus dipendam akan berbahaya pada diri kita.

Cara Mengatasinya

Walau memberikan kesan baik bagi seseorang adalah hal yang penting, tapi kita tidak perlu memaksakan sesuatu untuk orang lain. Beberapa langkah ini dapat memberhentikan kita menjadi seorang people pleaser:

1. Batasan Diri atau Self Boundaries

Banyak dari seorang people pleaser tidak memahami dirinya sendiri, tidak tahu batasan pada dirinya sampai akhirnya kelewat batas. Pentingnya mengetahui batasan diri agar hidup tidak dikuasai oleh orang lain. Bersikap jelas dan tegas atas apa yang akan kita ambil. Jika orang lain meminta bantuan terlalu banyak, beranilah untuk memberitahu mereka dengan memberi batasan seberapa bisa untuk membantunya atau apakah bisa membantunya atau tidak. Dari batasan diri lah kita dapat mengendalikan diri sendiri.

2. Mulai dari Hal Kecil

Semuanya butuh proses dan tidak semua proses bisa dilalui dengan skala yang besar. Apabila ingin berhenti dari kebiasaan seorang people pleaser, kita dapat memulainya dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Seperti memulai dengan berani untuk tidak mengiyakan segala hal, mengungkapkan pendapat kita tentang sesuatu yang kecil, atau meminta sesuatu yang kita butuhkan. Jika dari langkah-langkah kecil ini terus dilatih dengan berbagai suasana maupun kondisi, maka kebiasaan people pleaser akan pudar dengan sendirinya dan kita pun menjadi lebih percaya diri.

3. Memiliki Tujuan dan Prioritas

Waktu kita adalah milik kita. Selalu pertimbangkan waktu yang akan kita curahkan untuk apa, dengan siapa serta tujuannya apa. Dengan begitu, perlu juga mengetahui prioritas agar kita terbantu untuk menentukan apakah waktu dan energi yang dicurahkan benar-benar penting untuk diri kita atau tidak. Kita berhak memiliki waktu untuk diri sendiri dan tidak membuang waktu untuk hal-hal yang tidak membuat kita bahagia.

4. Bantu Hanya Saat Ingin Membantu

Membantu orang lain adalah hal yang terpuji. Tapi, tidak semua hal bisa kita bantu. Perlu untuk mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum membantu orang lain. Jangan melakukan sesuatu hanya karena kita takut untuk menolak dan merasa tidak enak.

Jadi itu dia istilah yang akhir-akhir ini kerap kita temui, yaitu people pleaser. Dengan berani mengatakan tidak dan selalu prioritaskan diri kita sebelum memutuskan untuk membantu orang lain adalah cara sederhana agar terhindar dari people pleaser. Yuk, berani untuk bilang “Tidak”!

Referensi

https://www.psychologytoday.com/us/blog/what-mentally-strong-people-dont-do/201708/10-signs-youre-people-pleaser

https://www.verywellmind.com/how-to-stop-being-a-people-pleaser-5184412

Penulis dan Editor: Khulud

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *