Silent treatment merupakan tindakan dimana seseorang menolak untuk berkomunikasi dengan orang lain secara sengaja. Tindakan ini sering kali dijadikan respons saat seseorang mengalami konflik atau perasan kecewa. Hal ini dapat terjadi dalam berbagai jenis hubungan, baik hubungan pertemanan, keluarga, hingga hubungan asmara.
Silent treatment juga bisa didefinisikan sebagai sikap menarik diri dari interaksi dan menolak berkomunikasi dengan cara mendiamkan. Sikap ini sangat mungkin mengarah kepada manipulasi emosional atau kontrol, yang mana tidak menggunakan verbal untuk marah atau mengungkapkan ketidakpuasan.
Silent treatment tercipta karena banyak faktor, tergantung pribadi masing-masing, namun ada penyebab general dimana silent treatment ini dapat tumbuh, diantaranya:
- Menghindari Konflik
Beberapa orang memiliki kekurangan dalam mengekspresikan atau menyampaikan apa yang mereka rasakan, dengan begitu, mereka memiliki kemungkinan takut dalam mengambil Tindakan verbal ketika terjadi konflik dan memilih untuk diam.
- Bentuk Ketidakpuasan
Ketika seseorang merasa tidak puas atau kecewa, disamping berdebat, beberapa orang lebih memilih untuk melakukan silent treatment untuk mengungkapkan rasa ketidakpuasan mereka.
- Kontrol Emosional
Ada orang-orang yang menjadikan silent treatment sebagai bentuk hukuman, sehingga menuntut orang lain untuk meminta maaf atau memperbaiki prilaku dengan cara membuat orang lain merasa diabaikan.
Sikap silent treatment juga memiliki dampak yang cukup negative dan signifikan terhadap hubungan. Orang yang menerima silent treatment akan merasa diabaikan dan tak dihargai, bahkan untuk beberapa situasi mereka sampai merasa harga diri mereka tergores karena sikap abai tersebut. Jika hal ini terjadi terus-menerus, silent treatment dapat berkembang menjadi kekerasan emosional yang mengarah kepada masalah mental seperti cemas berlebih hingga depresi. Dengan adanya silent treatment, masalah yang seharusnya bisa tuntas lewat komunikasi terbuka justru akan kian memburuk.
Menghadapi silent treatment tentu harus menggunakan pendekatan yang sangat hati-hati guna mencegah terjadinya respons yang lebih parah dan berujung konflik yang sulit dihindari, untuk itu silent treatment perlu diatasi dengan cara:
- Menenangkan Diri
Kedua pihak dalam hubungan harus mengontrol diri mereka agar tak bereaksi berlebih dengan kemarahan, dengan begitu maka akan tercipta suasana yang lebih kondusif untuk berkomunikasi.
- Mencari Akar Masalah
Melakukan upaya untuk menganalisis letak kesalahan yang dibuat, mendiskusikan situasi dengan sabar dan mencari tahu yang turut dirasakan oleh pihak lain.
- Membangun Komunikasi
Dekati orang yang melakukan silent treatment dengan lembut dan mengulik apa yang ia rasakan, dengan begitu, komunikasi akan lebih terbuka dan jernih.
- Membuat Healthy Boundaries
Dalam hal ini, ketika dirasa komunikasi yang terjadi merugikan kesehatan emosional, maka sangan penting untuk bahasan jelas.
Dengan begitu, kita akan lebih bijak saat berkomunikasi didalam hubungan, dan akan memahami penyebab serta dampaknya secara menyeluruh meskipun kompleks dan memperburuk komunikasi.
Penulis: Muhammad Shidqi Aldiansah

Leave a Reply