
Ketika seseorang sedang ditimpa musibah atau saat mengalami sebuah cobaan hidup, kata ini serasa laris diucapkan oleh orang-orang terdekat. Singkat, tapi penuh makna yang sangat dalam dan tinggi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kata sabar yaitu tahan menghadapi cobaan; tidak tergesa-gesa. Sabar merupakan sebuah sikap yang menunjukkan ketahanan dan tidak berkeluh kesah ketika menghadapi situasi dan kondisi yang tidak diinginkan. Sehingga orang yang mampu mengusahakannya dapat dipandang sebagai orang yang memiliki pengendalian diri dan jiwa yang kokoh.
Sabar sendiri merupakan kata yang berasal dari Bahasa Arab, Al-Shabru yang juga memiliki arti sama yakni menahan diri dari keluh kesah. Banyak sekali ayat-ayat dalam Al Qur’an yang menyebutkan kata sabar dan memaknai sesuatu dari setiap konteks yang sedang dibahas. Berbagai janji Allah SWT mengenai pahala yang besar bagi orang-orang yang sabar dan diberikan tempat akhir yang baik yaitu surga. Seperti yang tergambar dalam Qur’an Surah Ar-Ra’d ayat 22 yang artinya : “Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).”
Banyak sekali kita mendengar bahwa sabar itu ada batasnya. Sehingga apabila seseorang telah melewati batas kesabaran orang lain dapat menjadi alasan untuk dapat membalas kejahatan setimpal yang sudah dilakukan. Akan tetapi, sebenarnya kesabaran tidaklah memiliki batas. Kesabaran akan selalu ada jika manusia mampu mengusahakannya. Apapun rintangan, hambatan, cobaan hidup yang melanda jika manusianya mau mengusahakan kesabaran lebih besar lagi maka hal itulah yang akan diperolehnya. Sebaliknya, manusia sendirilah yang memberi batas atas kesabaran. Sehingga ketika dirinya merasa sudah sampai pada batas kesabaran yang dibuatnya sendiri, terjadilah sesuatu yang merupakan bentuk dari keputus-asaan seperti bunuh diri, dan semacamnya.
Dalam ajaran Agama Islam, terdapat satu tokoh yang menjadi lambang kesabaran. Beliau berhasil mengusahakan kesabaran yang tiada batasnya hingga Allah SWT dan malaikatnya ikut menjadi saksi bahwa beliau adalah manusia yang sangat sabar ketika menghadapi berbagai cobaan hidup yang diberikan oleh Allah SWT. Beliau adalah seorang Nabi dan Rasul serta masuk ke dalam 25 Nabi dan Rasul yang wajib diimani. Nama beliau adalah Ayyub a.s. kisah beliau menjadi teladan yang dapat ditiru bagaimana mengusahakan kesabaran yang tiada batasnya.
Dikisahkan Nabi Ayyub adalah seorang yang kaya raya, keluarga yang lengkap, hamba sahaya yang banyak dan baik, teman-teman yang baik pula. Namun kesemuanya ini tidak sekalipun menyilaukan mata Nabi Ayyub hingga membuat setan pun ragu terhadap kesabaran Nabi Ayyub. Hingga akhirnya setan pun meminta izin kepada Allah SWT untuk melenyapkan segala nikmat tersebut untuk membuktikan bahwa Nabi Ayyub tidaklah sesabar yang dikira. Setan pun diberi izin dan mulai melenyapkan segala yang dimiliki Nabi Ayyub bahkan sampai beliau dibikin menderita penyakit yang menjijikan. Namun meski sudah berada dalam kondisi yang sedemikan rupa, beliau masih berada dalam kesabara yang justru semakin besar. Bahkan masih mengucapkan syukur, memuja dan memuji Allah SWT atas segala apa yang dialami hingga Allah SWT berkehendak menyudahi cobaan yang dialami Nabi Ayyub dan mengembalikan semua apa yang hilang sebelumnya serta ditambah berkali-kali lipat.
Puncak balasan tertinggi bagi orang-orang yang dapat mengusahakan kesabaran hingga akhir, tergambar jelas dalam Firman Allah SWT Surah Al Furqan ayat ke 75 yang artinya : “Mereka itulah orang yang diberi balasan dengan martabat yang tinggi (di dalam surga) disebabkan kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat didalamnya.”
Penulis: Firhand Ali Affandy
Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)

Leave a Reply