“Rangga & Cinta” (2025): Kisah Romantis Legendaris dengan Nuansa Baru

Film Rangga & Cinta (2025) merupakan remake dari film ikonik Ada Apa Dengan Cinta? (2002). Disutradarai oleh Riri Riza dan ditulis oleh Mira Lesmana serta Titien Wattimena, film ini membawa kembali kisah cinta remaja legendaris dengan konsep film musikal. Proyek ini diproduksi oleh Mira Lesmana, Nicholas Saputra, dan Toto Prasetyanto. Menariknya, Nicholas Saputra pemeran Rangga versi asli kini menjadi produser dan ikut menentukan pemeran baru agar kisah ini tetap memiliki nilai sentimental.

Tokoh utama diperankan oleh El Putra Sarira sebagai Rangga dan Leya Princy sebagai Cinta. Keduanya merupakan pendatang baru yang dipercaya menghidupkan karakter klasik ini. Selain itu, film ini juga menampilkan aktor muda seperti Jasmine Nadya (Alya), Daniella Tumiwa (Karmen), Rafly Altama (Mamet), Katyana Mawira (Milly), Kyandra Sembel (Maura), dan Rafi Sudirman (Borne).

Cerita berfokus pada hubungan Rangga dan Cinta di masa SMA. Cinta digambarkan sebagai siswi cerdas dan populer, sedangkan Rangga adalah sosok pendiam dan misterius. Persaingan dalam lomba puisi sekolah justru menumbuhkan benih cinta di antara keduanya. Berbeda dari versi lama, Rangga & Cinta hadir dengan konsep musikal, di mana lagu-lagu baru menjadi bagian dari alur cerita. Musik digunakan untuk memperkuat suasana, memperdalam emosi, dan memberi makna pada setiap adegan.

Film ini tayang perdana di Busan International Film Festival (BIFF) ke-30 pada 18 September 2025, sebelum dirilis di Indonesia pada 2 Oktober 2025. Kemudian, film tersebut mendapat sambutan positif dari penonton dan kritikus. Banyak yang menilai film ini sukses menggabungkan nostalgia penonton lama dengan semangat baru yang lebih ekspresif dan modern.

Kekuatan utama film ini terletak pada konsep musikalnya yang segar dan menyentuh. Lagu-lagu di dalamnya menggambarkan perjalanan batin para tokoh serta memberi warna baru pada kisah klasik. Namun demikian, ekspektasi tinggi terhadap versi asli menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, keseimbangan antara nostalgia dan inovasi menjadi hal penting agar film tidak terkesan mengulang.

Secara keseluruhan, Rangga & Cinta (2025) bukan sekadar remake biasa, melainkan bentuk penghormatan terhadap kisah cinta legendaris Indonesia. Dengan sentuhan musikal dan dukungan sineas berpengalaman, film ini menghadirkan romansa klasik yang kembali hidup dengan gaya yang lebih segar dan relevan.

By Qinsansa Billia


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *