Pada dasarnya semua individu tentu ingin menjadi sosok populer, sukses dan disenangi oleh banyak orang. Tapi secara realistis menyenangkan semua orang adalah hal yang tidak mungkin dilakukan. Menjadi pribadi yang disenangi banyak orang bukan berarti hanya berbicara soal fisik yang menarik banyak mata, tetapi mampu untuk membuat orang-orang selalu ingin berada di dekat kita dan menghabiskan banyak waktu bersama untuk mengenal satu sama lain lebih dalam.
Untuk mencapai hal itu, tentu diperlukan kemahiran dan usaha yang lebih, yakni dengan meningkatkan kemampuan kita khususnya dalam berkomunikasi, bagaimana kita bisa melakukan komunikasi dengan positif dan efektif hingga menciptakan impresi awal yang baik dan sukses membangun sebuah chemistry yang kuat terhadap lawan bicaranya.
Komunikasi positif yang dimaksud, bukan hanya soal kita lancar dalam berbicara akan tetapi kita mampu untuk mendengar secara empatik dan meninggalkan kesan yang baik terhadap lawan bicara kita. Dilansir dari buku How To Win Friends & Influence People, berikut tiga teknik dasar kemampuan yang perlu kamu lakukan dalam keterlibatan dengan orang lain dalam proses komunikasi, baik antarpersonal maupun dalam sebuah tim.
Jangan ciptakan bumerang dalam diri sendiri
Kritik adalah bumerang, sering kali kita terbiasa melihat hal-hal yang negatif dibandingkan hal positif pada diri seseorang sehingga memicu kita memulai segala sesuatu dengan kritik. Padahal pada dasarnya orang-orang tidak menyukai kritik, komplain, atau bahkan disalahkan akan pemikiran yang mereka miliki. Mendengar kritik justru membuat mereka tidak nyaman dan memicu adanya rasa dendam, apalagi dihakimi oleh banyak orang di dalam sebuah tim tentu rasanya sangat tidak enak.
Mengkritik seseorang, tidak membuat mereka berubah secara pesat, karena sifat alami mereka pasti membenarkan perilaku mereka. Untuk itu coba lah untuk ambil dan pahami sudut pandang dari orang tersebut agar tidak membuat orang sakit hati. Memberikan tone negatif berupa kritik kepada banyak orang dalam suatu permasalahan, tanpa tahu perpektif dari orang tersebut dapat menciptakan bumerang dalam diri sendiri.
Berikan apresiasi yang jujur dan tulus
Jika kritik berpotensi ke arah negatif, maka hal baik yang bisa kita lakukan adalah kita dapat memberikan penguatan sejak awal atas pemikiran atau perilaku yang lakukan, ketika memulai interaksi. Karena pada hakikatnya semua orang akan senang bila dihargai dan dianggap penting. Untuk itu beberapa pujian dan apresiasi dibutuhkan agar dapat memberikan penguatan kepada orang-orang yang ingin kita ajak bekerja sama.
Dari situ lah kita bisa meyakinkan mereka bahwa mereka memang memiliki kekuatan dan kelebihan yang perlu kita explore dalam sebuah tim. Apresiasi yang jujur dan tulus dapat menumbuhkan komunikasi yang positif sehingga bisa menciptakan iklim maupun suasana yang kondusif saat bekerjasama dalam sebuah tim.
Cari topik yang sesuai dengan minat mereka dan beri dorongan untuk berhasil dalam diri mereka
Realita yang harus kita sadari lebih dalam, sebenarnya semua orang tidak terlalu peduli dengan hal-hal yang menyangkut tentang diri kita, melainkan mereka lebih tertarik dengan diri mereka sendiri. Maka untuk memberikan pengaruh ke orang lain adalah membicarakan topik tentang keinganan mereka, sesuai yang ada dalam diri mereka. Untuk itu coba untuk pancing hal apa yang menjadi minat mereka seperti hobi atau cita-cita yang sesuai agar dapat menimbulkan kesamaan atas apa yang menjadi tujuannya sehingga interaksinya bisa menjadi lebih cair.
Kita tidak perlu menjadi orang lain untuk tahu segalanya tentang minat mereka begitu dalam. Kita hanya perlu memahami keinginan dasar mereka secara empatik dan memberikan reaksi terbaik atas interest yang mereka tunjukkan. Barikan juga pertanyaan-pertanyaan yang menujukkan bahwa kamu pun sangat excited dengan perspektik yang mereka berikan, lalu dari situ lah kamu bisa mendorong hal yang mereka inginkan dengan menujukkan ke mereka cara mendapatkannya. Maka tanpa sadar kamu telah mengajak mereka untuk melakukan perubahan.
Dengan cara seperti ini kamu bisa memulai proses komunikasi dengan sangat baik dan sangat positif, sehingga kamu menjadi seseorang yang mempunyai pesona kepribadian yang mudah disenangi di dalam sebuah tim maupun orang lain.
Penulis : Ihda Luthfiatu Zahra
Editor : Nahdah Aulia

Leave a Reply