Era Digital: Menghakimi Seseorang dari Postingan Fenomena yang Semakin Marak

Gratis Foto Tangan Memegang Smartphone Hitam Foto Stok
https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-tangan-memegang-smartphone-hitam-2818118/
Era Digital

Era Digital, Saat ini media sosial sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Media sosial hadir dengan beragam fitur yang tersedia didalamnya, dimana penggunanya dapat membagikan momen-momen ataupun pendapat pribadi yang terkadang tanpa disadari hal tersebut bisa menjadi dasar penilaian bagi orang lain. Fenomena menjudge atau menghakimi seseorang dari postingannya kian menjadi kebiasaan umum. Komentar negatif, bullying, pelecehan, dan lainnya banyak bertebaran di media sosial. Hal ini terjadi karena tidak adanya batasan dalam berkomentar.

Mudahnya Menjadi Hakim di Dunia Maya

Secara sadar ataupun tidak, media sosial mengubah cara kita berinteraksi dan berkomunkasi. Apa yang kita posting seringkali dianggap merepresentasikan diri kita seluruhnya, seolah-olah sebuah postingan dapat menggambarkan karakter seseorang secara keseluruhan. Hal ini mengakibatkan banyak pengguna media sosial berperan sebagai hakim, yang cepat menyimpulkan baik buruk seseorang berdasarkan apa yang mereka lihat dalam sekejap. Tidak jarang kita melihat postingan seseorang tentang hal-hal yang berbau edukasi, agama, atau politik dengan kolom komentar yang isinya hinaan, seperti ”dasar bodoh”, ”tidak berpendidikan” dan komentar negatif lainnya hanya karena sebuah postingan tersebut tidak sesuai dengan pemikiran mereka.

Mengapa masih banyak orang menghakimi seseorang dari postingannya?

Media sosial memberi peluang bagi penggunanya untuk menghakimi seseorang dari postingannya. Berbagai bentuk penghakiman mudah dilontarkan melalui kolom komentar. Fenomena tersebut benar-benar mengganggu, karena manusia merupakan makhluk paling kompleks dan dinamis, sehingga tidak bisa kita menilai seseorang hanya melalui apa yang dipostingnya. Fenomena ini bisa terjadi karena adanya keterbatasan informasi di media sosial, media sosial seringkali menyajikan sebagian kecil dari cerita yang lebih besar. Sehingga banyak orang yang langsung menyimpulkan begitu saja tanpa berpikir lebih panjang, atau bisa jadi fenomena ini terjadi karena didasari iri hati atau dengki.

Namun lagi-lagi memang hal tersebut tidak bisa kita pungkiri sebagai pengguna media sosial, penghakiman yang dilakukan orang lain terhadap kita memang diluar kendali kita sebagai pengguna media sosial dan itu merupakan salah satu resiko yang harus ditanggung sebagai pengguna media sosial saat ini.

Efek Bagi Korban Penghakiman

Orang yang menghakimi mungkin merasa yang dilakukan adalah hal sepele, namun bagi korban ini bisa menjadi hal yang fatal. Korban yang mengalami fenomena ini, akan merasa tidak memiliki kebebasan berekspresi dan membuat mereka cenderung mengisolasi diri dan mengubah cara pandang terhadap dirinya sendiri sesuai dengan penghakiman yang didapatkan dari media sosial. Fenomena ini bisa mengakibatkan efek buruk yang berkepanjangan, seperti merusak kepercayaan diri, kecemasan, khawatir berlebih, depresi, yang ujungnya akan merusak kesehatan mental seseorang.

Ubah Pola Pikir Judgmental Menjadi Toleran

Tujuan awal hadirnya media sosial adalah mempermudah komunikasi antar sesama. Namun semakin berkembangnya media sosial dengan beragam fitur-fiturnya, memberikan ruang untuk masyarakat membagikan peniliannya. Beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat sebelum memberikan penilaian seperti memiliki rasa empati, tidak menebarkan kebencian, tidak menyerang personal. Masyarakat juga harus membiasakan diri untuk mengonfirmasi terlebih dahulu terkait apa yang ia lihat, tidak langsung membuat kesimpulan hanya berdasarkan suatu postingan.

Penulis: Haura Al-Insiyyah

Editor: Diah Ayu

Transformasi Komunikasi dan Pendidikan di Era Digital: Menyongsong 2024 di Indonesia


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *