Dalam dunia sepak bola pelatih merupakan salah satu aspek yang sangat penting, tidak
hanya untuk mengatur kesebelasan pemain saja tetapi juga bagimana cara mendisiplinkan
pemain, mengatur strategi memberikan instruksi didalam sebuah pertandingan dan
memberikan motivasi ketika tim dalam ketinggalan. Terlihat jelas bukan peran Seseorang
pelatih dalam dunia sepak bola sama pentingnya dengan pemain, seorang Pemain bintang
terkenal seperti Lionel Messi pun juga membutuhkan pelatih. Terlepas dari peran seorang
pelatih, Tipikal atau karakter pelatih di setiap Club berbeda-beda, ada yang bertipikal galak,
pendiam dan ada juga yang bertipikal humanis.
Gimana sih tipikal pelatih yang humanis? Membahas tentang tipikal pelatih yang
humanis, sudah tau belum sih humanis itu apa?, humanis bisa disebut lebih mementingkan
manusia yang lain di bandingkan apapun itu, jadi sudah mengertikan atau sudah mengawang
ngawang bagaimana pelatih yang humanis. Oke kita kasih tau siapa pelatih yang humanis dari
pada mengawang-ngawang yang tidak jelas dan juga membingungkan.
Graham Potter, ia baru-baru ini di tunjuk sebagai pelatih baru salah satu Club terbesar
di Britania Raya yaitu Chelsea FC yang juga baru berapa waktu memecat sosok pelatih yang
telah memberikan piala Champions pada tahun 2021. Terlepas dari itu Graham Potter bisa di
sebut sebagai pelatih yang humanis dikarenakan ia pernah membuat “statment didalam dunia
sepak bola bukan hanya masalah sepak bola, tetapi juga human velue dan juga potter
mengatakan selain taktikal pemainnya juga harus meninggikan sikap Respect, percaya dan jujur
dalam wawancaranya bersama Chelsea.
menurutnya, untuk mengerti pemain dia harus ingat kalau para pemain ini rootsnya
adalah manusia, dimana dia ingin mengerti karakter mereka, mengerti apa yg mereka mau,
membangun kepercayaan, hubungan baik, respect, kejujuran, lalu menciptakan bonding
dengan para pemain.namun yg paling penting Potter mengatakan kalau untuk meyakinkan dan
membuktikan semua orang kalau dia berada di jalan yg tepat dengan idealismenya adalah
dengan menang. . . . . . . . . . . . .. . . .. . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . .
. .. . . . . dan meskipun jika nantinya hal tidak berjalan dengan rencananya maka dia siap untuk
bertanggung jawab soal itu, tidak berhenti disana, jika hal itu terjadi dia yakin kalau dia bisa
mendapatkan ilmu yg mahal dari kekalahan itu dan menjadikan pengalaman baik yg bisa
membantunya di kedepanya.
Berharap untuk kedepannya akan menjadi pelatih yang sangat hebat untuk dirinya dan
juga Chelsea FC, dan mendapatkan banyak prestasi sehingga bertahan lama dengan
pembawaannya yang humanis

Leave a Reply